Tampil di Youtube Anak, Yusuf Mansur Sebut Dirinya Asal Ngomong

Yusuf Mansur mengaku dirinya bukan orang yang pandai, karenanya ia tidak banyak berpikir tapi banyak bertindak.

 Yusuf Mansur dan Wirda Mansur tampil dalam podcast di Youtube (Youtube Wirda Mansur)

SOLOPOS.COM - Yusuf Mansur dan Wirda Mansur tampil dalam podcast di Youtube (Youtube Wirda Mansur)

Solopos.com, JAKARTA – Bapak-anak, Yusuf Mansur dan Wirda Mansur, tampil bareng dalam podcast di kanal Youtube Wirda Mansur.

Dalam video berdurasi 39 menit 13 detik yang diunggah pada 1 Mei 2022 itu, Yusuf Mansur dan Wirda membahas aneka gunjingan yang menerpa mereka, beberapa waktu terakhir.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Obrolan tersebut antara lain tentang butuh uang Rp1 triliun, Paytren, konsep sedekah, tudingan sebagai ustaz duit hingga impian menjadi presiden.

Yusuf Mansur mengaku dirinya bukan orang yang pandai. Karenanya ia tidak banyak berpikir tapi banyak bertindak.

Baca Juga: Tripartit Yusuf Mansur Berlanjut 25 Mei, Karyawan Tuntut Gaji Dibayar

“Kenapa banyak orang, maaf-maaf ya, yang berhasil mimpinya bukan berasal dari kalangan orang yang pinter-pinter amat, untuk tidak bilang bego, bloon gitu loh. Papa termasuk satu di antaranya. Kenapa? Karena emang tidak pernah pakai pikiran. Main ngomong-ngomong aja. Kalau orang pinter dikit, ia akan ukur kan, ‘gak mungkin lah’,” ujar Yusuf Mansur pada menit ke-11, seperti dikutip Solopos.com, Kamis (19/5/2022) malam.

Yusuf Mansur lantas membuat ilustrasi. Ia mencontohkan ada lima orang petugas keamanan yang mengobrol di sela-sela bekerja.

Baca Juga: Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Masing-masing dari satpam tersebut memiliki cara berpikir yang berbeda. Ada yang bermimpi bisa memiliki perusahaan tersebut.

“Yang satu kalau ngomong enteng aja gitu loh. ‘Entar ini pabrik punya gue, gue naikin gaji lu lu pada‘. Itu kan karena dia gak mikir ngomongnya. Kalau dia mikir gak jadi keluar (omongannya),” ujar Yusuf Mansur sambil terkekeh.

Menurut Yusuf Mansur, apa yang dilakukan petugas keamanan yang menyatakan bakal memiliki perusahaan tersebut tidak salah.

Bahkan, kata dia, itu adalah doa dan optimisme yang bakal berhasil suatu hari kelak.

Baca Juga: Profil Wirda Mansur, Putri Yusuf Mansur yang Jadi CEO di Usia 18 Tahun

Soal dijuluki sering berhalusinasi, Yusuf Mansur menyebut dirinya sedang mengajari bangsa Indonesia bermimpi besar demi memperoleh kemajuan hidup.

“Banyak yang bilang Papah halu. Saya sedang mengajari bangsa ini, jangan takut bermimpi. Berani bermimpi, berani kaya. Semua sukses dimulai dari mimpi,” tandas Yusuf Mansur.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Butuh Kerja Sama Antarnegara Mencegah Krisis Pangan Global

Presiden Joko Widodo menyerukan negara G7 dan G20 bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang agar tidak jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.

Sejarah Hari Ini: 29 Juni 1957, Menara Tokyo Mulai Dibangun

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi di belahan dunia pada 29 Juni.

Ladang Ganja 10 Hektare Ditemukan di Cianjur, Lokasinya di Tengah Hutan

Polres Cianjur menemukan ladang ganja seluas 10 hektare di lereng Gunung Karuhan, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka.

Kedaulatan Pangan Benteng Menghadapi Ancaman Krisis Pangan Global

Presiden Joko Widodo pada pekan lalu meminta jajarannya fokus mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Langkah ini sangat penting sebagai upaya menghadapi krisis pangan global yang mulai melanda berbagai negara di belahan dunia.

UIN Salatiga Serahkan 54 Kambing untuk Guru Ngaji di Temanggung

Bantuan kambing UIN Salatiga untuk guru ngaji di Temanggung itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Belajar dari Friendster yang Tumbang karena Kepopulerannya Sendiri

Pada 2004, Friendster menjadi jejaring sosial online terkemuka di dunia. Namun, sejumlah keputusan buruk yang diambil manajemen perusahaan justru perlahan menyuntik mati Friendster dari jagad maya.

BSI Pimpin Sindikasi Proyek Tol Semarang-Demak Rp1,34 Triliun

Investasi jalan tol Semarang-Demak mencapai Rp5,44 Triliun. Dalam kredit sindikasi ini, BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sedang Berkonflik, Ini Pesan Nathalie Holscher untuk Putri Delina

Bukan hanya menyampaikan pesan untuk Putri Delina, Nathalie Holscher juga membeberkan alasannya meninggalkan rumah.

Tak Hanya di Jakarta, Holywings di Surabaya Juga Ditutup

Pemerintah Kota Surabaya menilai penutupan itu dilakukan karena Holywings telah melakukan penistaan agama melalui promosi minuman keras (miras) dengan nama Maria dan Muhammad.

Jokowi Naik KA Selama 12 Jam dari Polandia Menuju Ukraina

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan bahwa Kepala Negara akan berangkat menuju Ukraina melewati jalur udara yakni menuju Polandia dan dilanjutkan melalui jalur darat.

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Ini Kata Wong Boyolali

Masyarakat dan pedagang di Boyolali untuk tidak khawatir dengan adanya aturan pembelian minyak goreng dari pemerintah tersebut.

Kongres Sampah II Berkomitmen Menyelesaikan Masalah Sampah di Desa

Kongres Sampah II Provinsi Jawa Tengah menghasilkan komitmen dan kesepakatan menangani sampah di tingkat desa/kelurahan dan keterlibatan akademikus menghilirkan hasil riset tentang sampah di desa/kelurahan.

Dari Kedai Nasi Goreng, Holywings Berkembang Jadi Kelab Malam Populer

Berawal dari bisnis kedai nasi goreng yang nyaris bangkrut, Ivan Tanjaya banting setir dengan mendirikan Holywings yang terinspirasi dari sebuah bar di Beijing, China.

Bendahara PBNU Mardani H. Maming Praperadilkan KPK, Begini Respons KPK

Gugatan praperadilan Mardani Maming diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait perkara suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu.

Ini Daftar 26 Parpol Pemilik Akun Sipol KPU

Kini sudah ada 8 parpol peserta Pemilu 2019 melampaui Presidential Treshold (PT), 6 parpol peserta Pemilu Legislatif 2019 tidak melampaui PT, dan 12 parpol yang belum pernah jadi Peserta Pemilu Legislatif 2019.