Tampil di Mojolaban Sukoharjo, Slank Tak Ada Matinya
Grup band Slank tampil saat acara Magnumotion di Lapangan Yonif 413 Bremoro, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu (22/9/2018) malam. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pesona Kaka Slank memang tak ada matinya. Kurang dari satu menit memulai lagu Bang Bang Tut, ribuan Slanker (sebutan penggemar Grup Musik Slank) yang memadati Lapangan Yonif 413 Bremoro Palur, Sabtu (22/9/2018), kompak berjingkrak.

Tak ketinggalan kibaran bendera Slank di tengah lautan manusia yang koor bersama. Meski datang tanpa Abdee (gitar), formasi Bimbim (Drum), Kaka (Vocal), Ridho (Guitar), dan Ivanka (Bass), tak menyurutkan semangat para Slankers.

Ribuan orang seolah berpesta menikmati deretan nomor andalan grup musik tiga dekade ini. Kematangan Slank sebagai musikus legendaris memang telah teruji. Seperti biasa, tampil kasual apa adanya, para personel berhasil menghidupkan konser tanpa banyak gimmick.

Kaka percaya diri dengan kemeja terbuka yang memperlihatkan tato di bagian dadanya. Suara tinggi rocker asal Ibu Kota ini seperti magis. Tembang-tembang hits mulai dari tema-tema sosial hingga percintaan dilemparkan ke penonton tanpa penolakan.

Sebut saja Indonesiakan Una yang menggugah nurani hingga Terlalu Manis yang sarat romansa cinta. Tak lupa deretan nomor lagu lain seperti Seperti Para Koruptor, Ngerock, I Miss But I Hate You, dan Bidadari Penyelamat.

Penerima penghargaan Lifetime New Wave Marketing Award 2014 dari MarkPlus Inc. yang terakhir pentas di wilayah Soloraya pada 2017 ini membawakan lebih dari sepuluh judul selama satu jam.

Piye, piye. Ayo disiram air lagi biar tambah seger. Kalian kenapa sih? Kelihatan letoy begitu. Biar semangat mari ngerock bersama,” kata Kaka sebelum memulai lagu Ngerock.

Disusul suara militansi penggemarnya dari berbagai kalangan dan usia. Berdasarkan pantauan Solopos.com, malam itu ribuan Slankers datang dari berbagai wilayah sekitar Soloraya termasuk area Jawa Timur yang tiba sore hari dengan menyewa satu bus besar.

Slank itu punya karakter yang sangat beda dari yang lainnya. Lagu-lagunya enak,” kata Slankers asal Karanganyar, Aria Wahyu.

Tensi penonton kian meninggi saat Pandangan Pertama dan Orkes Sakit Hati memungkasi penampilan epik Slank. Suguhan di pengujung konser tersebut dinyanyikan Kaka bareng para penggemar militannya sembari membawa bendera di panggung.

Sebelumnya, acara bertajuk Magnumotion ini juga dimeriahkan unit metal core kebanggaan Solo, Down For Life (DFL). Grup musik yang baru saja menuntaskan pentas mereka di Wacken Open Air (WOA), Jerman, ini tampil sekitar satu jam.



Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom