Pemain voli putri asal Semarang, Cantika Laviara atau yang akrab disapa Chuca (tengah), siap memberikan yang terbaik saat tampil pada ASEAN School Games 2019 di Semarang, 18-25 Juli nanti. (Semarangpos.com-Diskominfo Jateng)

Solopos.com, SEMARANG – Sederet prestasi di cabang olahraga (cabor) bola voli telah ditorehan Chantika Laviara. Gadis kelahiran Kota Semarang, 17 Mei 2011 itu pernah menyabet juara I dalam kejuaraan antar-sekolah khusus olahraga (SKO) se-Asia Tenggara di Thailand maupun runner up di ajang ASEAN School Games (ASG) 2017 Singapura.

Kendati demikian, semua prestasi itu dipersembahkan gadis yang akrab disapa Chuca itu saat berada di luar negeri atau jauh dari kota kelahirannya. Kini, Chuca harus menunjukkan kemampuannya saat tampil pada ajang ASG 2019 yang digelar di Kota Semarang, Rabu-Kamis (17-25/7/2019).

Tampil di depan publiknya sendiri, Chuca mengaku sedikit tegang. Perasaan waswas tak bisa menunjukkan performa terbaik sempat menghantui.

“Iya sih, ada perasaan deg-degan juga. Soalnya main di kandang sendiri. Tapi, semoga saja bisa memberikan yang terbaik,” ujar jebolan SKO Ragunan itu saat berbincang dengan Semarangpos.com di SMAN 5 Semarang, Senin (15/7/2019).

Selama Chuca memang tidak pernah tampil di depan publiknya sendiri atau di Kota Semarang. Semenjak lulus dari bangku SMPN 15 Semarang, gadis berusia 18 tahun itu sudah bergabung dengan SKO Ragunan.

Semenjak itu ia banyak tampil di event kelas nasional maupun internasional. Bahkan berkat penampilan konsistennya, gadis yang tinggal di Plamongan Indah, Pedurungan itu direkrut klub Proliga, BJB Pakuan.

Chuca berharap saat tampil pada ASG 2019 yang rencana digelar di GOR Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo akan mendapat dukungan penuh dari publik. Tak hanya pihak orang tua dan keluarga, masyarakat Kota Semarang juga diharapkan mampu mendukungnya.

“Kalau orang tua maupun keluarga sudah pada tahu semua kalau saya mau bertanding di ASG nanti. Mereka janji bakal nonton terus. Semoga itu bisa jadi motivasi,” tuturnya.

Dalam ASG 2019 nanti, tim bola voli putri bertekad membayar kegagalan pada event serupa musim lalu. Pada ASG 2018 di Malaysia, tim besutan Mardwito Wachid itu hanya mampu merebut medali perak setelah di partai final kalah dari Thailand.

“Tahun ini, lawan berat kita juga masih sama, Thailand. Tapi, kami bertekad untuk membalas kekalahan tahun lalu. Tahun ini target kami harus emas,” ujar Pelatih timnas bola voli putri ASG 2019, Mardwito.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten