Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat mengenakan kain lurik seharga Rp70.000, Kamis (5/9/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Setiap hari Kamis, pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) wajib mengenakan baju tradisional. Tak terkecuali Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Pada Kamis (5/9/2019), Ganjar pun terlihat rapi menggenakan baju tradisional. Orang nomor satu di Pemprov Jateng itu menggenakan pakaian tradisional jenis beskap dengan kain lurik berwarna-warna. Tak luput, Ganjar juga mengenakan sarung batik dan belangkon.

Kain lurik warna-warni yang dikenakan Ganjar itu tampak mewah. Namun, siapa sangka jika harga baju lurik yang dikenakan Ganjar itu harganya tidak mahal, hanya Rp70.000 atau lebih murah dibanding kaus yang dijual di distro-distro gaul yang rata-rata seharga Rp150.000.

“Ini bagus lo, motifnya lurik warna-warni. Kalau biasanya lurik hanya cokelat, ini muncul kreasi lurik warna-warni. Menurut saya keren. Karena bagus, saya beli. Tidak mahal. Kainnya hanya Rp70.000, lebih murah dibanding ongkos jahitnya,” ujar Ganjar saat dijumpai di rumah dinasnya, Kamis (5/9/2019).

Ganjar mengatakan selama seharian menggenakan baju lurik itu, semua orang mengatakan bagus dan menyangka mahal. Padahal, harganya sangat murah dan sangat terjangkau.

"Jadi kalau ada yang bilang kebijakan saya mewajibkan mengenakan pakaian tradisional memberatkan, itu sebenarnya tidak menjadi alasan," tegasnya.

Selain untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kebijakan penggunaan pakaian tradisional, lanjut Ganjar juga dilakukan untuk meningkatkan ekonomi kreatif. Saat ini, penjual batik, belangkon, lurik, dan kebaya menjadi kebanjiran order.

"Sekarang industri belangkon, batik, lurik, beskap dan lainnya jadi berkembang di Jateng. Cara-cara inilah yang tepat untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat," tutupnya.

Salah satu tamu Gubernur Jateng yang terpukau dengan baju lurik itu adalah Deputi Bidang Kemaritiman Sekertaris Kabinet, Agustina Murbaningsih. Agustina yang datang bersama rombongan tidak menyangka beskap Ganjar Pranowo seharga Rp70.000.

"Saya kira mahal. Soalnya keren sekali,” ujarnya.

Agustina pun mengapresiasi langkah Ganjar Pranowo menerbitkan kebijakan penggunaan pakaian tradisional di Jateng. Menurutnya, itu merupakan langkah konkret wujud cinta Gubernur Jateng terhadap budaya bangsa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten