Tambalan Aspal Flyover Manahan Solo Bergelombang, Pasir Berceceran
Kondisi aspal jalan terlihat rusak di flyover Manahan, Jl. Adisucipto, Manahan, Banjarsari, Solo, Selasa (11/2/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Ruas jalan flyover Manahan Solo yang telah ditambal dirasa masih belum nyaman dilewati. Tambalan aspal terasa bergelombang dan pasir berceceran di jalan layang yang diresmikan akhir 2018 lalu. Padahal, rute ini menjadi alternatif utama menyebrang perlintasan kereta api dampak pembangunan flyover Purwosari.

Pantauan Solopos, Ichsan Kholif Rahman, di flyover Manahan, Minggu (16/2/2020), terlihat jelas bekas tambalan di beberapa ruas jalan yang sebelumnya berlubang. Sedangkan beberapa lubang berukuran kecil masih terlewat.

Bekas tambalan cenderung bergelombang terutama di bagian barat flyover. Lantas, di sekitar bekas tambalan sebelah barat flyover atau di Jl. Adi Sucipto menyisakan pasir-pasir yang bececeran terutama pada saluran air flyover. Bahkan, saluran air di kedua sisi flyover turut tertutup pasir yang menghambat aliran air.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, kepada Solopos.com, mengatakan penambalan jalan itu dilakukan oleh pelaksana proyek pembangunan flyover pada Sabtu (15/1/2020) dinihari. Menurutnya, saat penambalan berlangsung sekitar dua jam tanpa menutup arus lalu lintas.

“Jelas saat kondisi ruas jalan rusak menghambat arus lalu lintas di flyover Manahan. Terutama, pada bagian kiri dari arah barat yang biasanya dilalui sepeda motor jadi muncul genangan,” ujarnya.

Menurutnya, ia juga telah meminta pelaksana proyek untuk mewaspadai pula grill flyover Manahan yang beberapa kali terlepas. Ia mengaku sehari usai penambalan lubang jalan membuat arus lalu lintas cenderung lebih lancar.

Warga Kelurahan Manahan, Banjarsari, Cahyaningsih, mengatakan penambalan ruas jalan flyover Manahan sedikit membuat kondisi flyover Manahan membaik. Namun, masih ada beberapa lubang kecil yang tertinggal, dikhawatirkan lubang kecil itu dapat bertambah lebar karena intensitas kendaraan semakin banyak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho