Tambah Lagi, 1 Pedagang Pasar Kramat Jati Jakarta Mudik ke Masaran Sragen Positif Covid-19
Ilustrasi hasil tes virus corona (Covid-19). (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN – Jumlah kasus positif Covid-19 di Sragen bertambah satu yang merupakan klaster impor dari Jakarta. Seorang laki-laki berinisial S, 48, pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil uji swab, Kamis (4/6/2020).

Pedagang kelahiran Sragen tersebut merupakan warga Jakarta berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) yang dibawanya. Tetapi sekarang dia tinggal sementara di Sragen.

Penambahan satu kasus positif Covid-19 di Sragen tersebut diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno. Dia menjelaskan hal tersebut di sela-sela meninjau pelaksanaan rapid test massal di Pasar Bunder Sragen, Kamis siang.

Kasus baru itu merupakan hasil tracing atas kasus positif sebelumnya yang kini dirawat di RS Paru Jajar, Solo. Dedy mengatakan kasus baru ini sama-sama pedagang dari Pasar Kramat Jati Jakarta Timur.

Hiks... Keluarga Bayi Hidrosefalus di Madiun Tak Dapat Bansos Meski Terdampak Covid-19

Dedy mengatakan situasi persebaran Covid-19 di Sragen cenderung menurun. Dia mengatakan jumlah kasus positif Covid-19 di Sragen sekarang bertambah satu orang sehingga total ada 35 orang.

“Status warga Jakarta yang positif Covid-19 itu bukan pasien, tetapi orang tanpa gejala (OTG) karena sehat. Sebelumnya tinggal di wilayah Masaran dan hari ini [Kamis] akan dijemput untuk dikarantina di Rumah Sakit Darurat (RSD) Technopark Sragen. Jadi selama dua hari terakhir ada tambahan tiga kasus positif,” ujarnya.

Dedy menyampaikan tracing atas kasus tersebut tentu segera dilakukan. Selain itu, Dedy menyampaikan Pemkab Sragen gencar melakukan rapid test massal di pusat keramaian.

Dia berharap hasil rapid test tersebut memberi gambaran kepada Pemkab tentang kondisi dan situasi pandemi Covid-19 yang ada di Sragen.

120 Motor Knalpot Brong di Tawangmangu dan Karanganyar Ditilang, Razia Bakal Diperluas

8 Orang Rapid Test

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, mengatakan ada delapan orang di Masaran yang masuk hasil tracing. Mereka diambil sampel darah untuk rapid test dan hasilnya semua non-reaktif.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan jumlah kasus positif Covid-19 di Sragen ada 35 orang dengan satu meninggal dunia. Dia mengatakan rapid test terus digiatkan untuk 20 kecamatan dengan fokus di pusat kerumunan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Jokowi Minta Indonesia Bikin Vaksin Corona Sendiri, Target Produksi Akhir Tahun

Dia mengatakan sekarang rapid test massal sudah berjalan di empat kecamatan dengan angka rekatif dari sampel populasi sangat kecil karena kurang dari 1%.

“Anjuran new normal dipersiapkan dengan baik tetapi pemerintah pusat tidak memberi aturan yang baku terkait dengan new normal. Kami sendiri yang harus menyiapkan, misalnya di sektor apa saja yang memungkinkan. Masing-masing harus dirumuskan satu per satu,” ujar Yuni, sapaan Bupati, saat memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Pemkab Sragen.

Satpam Cantik di Sragen Hilang, Diduga Hanyut di Sungai Bengawan Solo


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho