Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama (paling kiri), berfoto dengan 2 guru besar baru kampus tersebut di Gedung Rektorat Undip, Semarang, Senin (21/10/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terus berupaya mencetak guru besar baru di lingkungan akademiknya. Bahkan Undip bertekad memiliki 170 guru besar atau sekitar 10 jumlah mahasiswanya selama kurun waktu empat tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Ketua Senat Undip, Prof. Sunarso, saat menggelar jumpa pers pengukuhan dua guru besar di Gedung Rektorat Undip, Senin (21/10/2019).

Sunarso mengatakan saat ini Undip baru memiliki 124 guru besar. Dari jumlah sebanyak itu, dua guru besar di antaranya baru dikukuhkan pada pekan ini. Dua guru besar yang akan segera dikukuhkan itu, yakni Prof. Sutiyono, dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), serta Prof. Mochamad Agung Wibowo, dari Fakultas Teknik.

“Total saat ini Undip baru memiliki 124 guru besar aktif. Target kami, hingga akhir tahun nanti ada sekitar 136 guru besar yang dimiliki Undip,” ujar Sunarso.

Sunarso menambahkan Prof. Sutiyono merupakan guru besar ke-123 yang dimiliki Undip dan guru besar ke-22 yang dimiliki FPP. Sedangkan Prof. M. Agung Wibowo merupakan guru besar ke-124 yang dimiliki Undip dan guru besar ke-28 yang dimiliki FT Undip.

Sutiyono menjadi guru besar setelah melakukan penelitian terhadap produksi sapi potong. Penelitiannya yang berjudul Penerapan Teknologi Sinkronisasi Berahi untuk Meningkatkan Populasi Sapi Potong dipercaya mampu meningkatkan reproduksi sapi potong di kalangan peternak menengah ke bawah.

Sementara, M. Agung Wibowo menjadi guru besar melalui penelitian ilmiahnya berjudul Manajemen Rantai Pasok Berwawasan Lingkungan untuk Mewujudkan Konstruksi Bekelanjutan. Dalam penelitian itu, Agung melihat pentingnya pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan dengan meminimalisasi sampah konstruksi.

Terpisah, Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, berharap Undip terus memperbanyak guru besar di lingkungan akademik kampus tersebut. Hal itu sejalan dengan cita-cita Undip yang bertekad menjadi kampus kelas dunia atau world class university.

“Salah satu syarat kampus kelas dunia adalah dengan memperbanyak penelitian. Praktis, Undip harus memperbanyak guru besar dan juga publikasi internasionalnya,” ujarnya.

Yos menambahkan guna mewujudkan ambisi itu, Undip siap mendorong para dosen yang saat ini menyandang gelar S3 atau doktor untuk melakukan penelitian dan membuat publikasi internasional yang terindeks Scopus. Total saat ini ada sekitar 600 dosen di Undip yang menyandang gelar doktor.

“Dari 600 doktor itu, kalau 50 orang di antaranya bisa jadi profesor kan sudah bagus. Untuk bisa mencapai target 170 profesor, setidaknya kita harus menciptakan 19 profesor setiap tahunnya dalam empat tahun terakhir. Saya rasa Undip bisa, bahkan melebihi target,” ujar Yos.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten