Tambah 15, Kasus Covid-19 Kabupaten Boyolali Tembus 700 Orang
Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI - Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali kembali bertambah pada Senin (14/9/2020). Ada tambahan 15 kasus baru, sehingga pasien positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali mencapai 700 orang.

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolau, Ratri S. Survivalina. Dia menjelaskan sejak 7 September 2020 lalu, selalu ada tambahan pasien Covid-19 setiap harinya di Kota Susu. Penambahannya pun cukup signifikan.

Kisah Blak-Blakan Sukiman Kejar Rekomendasi PKS Jadi Cabup Sragen: 10 Hari di Jakarta Berakhir Gagal

Ratri menjabarkan pada 7 September ada penambahan 23 kasus. Kemudian untuk tanggal 8 Septemebr ada tambahan 6 kasus, tanggal 9 September ada 2 kasus, tanggal 10 September ada 4 kasus, dan tanggal 11 September ada 7 kasus.

"Selanjutnya tanggal 12 September ada 32 kasus, 13 September ada 7 kasus dan pada hari ini ada 15 kasus," terang Ratri.

Brakk! Rombongan Brimob Boyolali Terlibat Kecelakaan Karambol di Jl Adisucipto Colomadu

Penambahan-penambahan itu membuat kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali mencapai 700 orang per hari ini. Perinciannya adalah 108 orang dirawat, 204 kasus isolasi mandiri, 342 kasus yang sudah selesai isolasi dan 23 kasus meninggal. Dari data tersebut persentase kesembuhan mencapai 49% dan persentase kematian mencapai 3%.

Pasien Rumah Sakit Berkurang

Di sisi lain, pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Boyolali sudah banyak berkurang. Per 14 September 2020, jumlah pasien yang dirawat di tempat tersebut tinggal 12 orang saja.

Ratri menjelaskan berkurangnya pasien di rumah sakit darurat karena ada yang sembuh serta tidak bergejala. Sehingga pasien diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri. Padahal sebelumnya, rumah sakit ini sempat penuh.

"Sampai saat ini sudah banyak yang sembuh. Dari kapasitas 70 tempat tidur, yang masih dirawat tinggal 12 saja," kata dia.

Bejo! Ditolak Ajukan Subsidi Listrik, Janda Miskin Sebatang Kara di Madiun Ini Malah Dapat Gratis

Dia mengatakan saat ini kasus yang muncul di Boyolali kebanyakan juga kasus tanpa gejala, sehingga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Untuk kasus tanpa gejala, menurutnya bisa ditangani cukup dengan isolasi mandiri. Dia mengatakan pengurangan pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Boyolali terjadi sejak sepekan terakhir secara bertahap.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom