Tutup Iklan
Tambah 1.447, Total 62.142 Pasien Covid-19 di Indonesia Per 4 Juli, RS Belum Penuh
Dokter Reisa Broto Asmoro bersama Achmad Yurianto sebagai Jubir Gugus Tugas Covid-19 Indonesia. (Instagram)

Solopos.com, JAKARTA – Jumlah kasus pasien positif terjangkit Covid-19 di Indonesia bertambah 1.447 orang per Sabtu (4/7/2020). Dengan demikian total ada 62.142 orang terinfeksi virus corona di Indonesia.

“Penambahan ini tidak semuanya masuk rumah sakit. Jumlah ini diperoleh berdasarkan contact tracing yang lebih masif. Saat ini baru 53,3 persen tempat tidur pasien Covid-19 yang dipakai. Sehingga masih ada banyak yang belum terpakai,” terang Achmad Yurianto dalam jumpa pers seperti disiarkan Kompas TV.

Meski demikian sebanyak dari total pasien Covid-19 di Tanah Air telah dinyatakan 28.219 sembuh. Sementara 3.089 lainnya meninggal dunia akibat wabah dari China yang menjadi pandemi dunia tersebut.

Sampai saat ini total pasien dalam pengawasan terkait Covid-19 di Indonesia mencapai 14.025 orang. Sedangkan total orang dalam pengawasan ada 38.890 orang.

Pesanggrahan Prabu Brawijaya V dan Asale Dusun Majapahit di Sambungmacan Sragen

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah melakukan beragam upaya strategis untuk menangani wabah. Berbagai penelitian untuk mengobati pasien positif terus dilakukan.

Pemerintah juga melakukan tracing yang masif dengan menggelar rapi test di seluruh wilayah. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini risiko penularan virus corona.

Tak lupa, Achmad Yurianto mengingatkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Apalagi saat ini Indonesia telah menerapkan skema new normal untuk menanggulangi dampak ekonomi yang ditimbulkan wabah Covid-19.

Kementan RI Bikin Kalung Anti-Corona, Apa Fungsinya?

Protokol Kesehatan

Tim komunikasi Gugus Tugas Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menekankan pentingnya protokol kesehatan guna menanggulangi Covid-19, khususnya di bidang kesehatan. Dia menegaskan sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka bisa dimulai di zona hijau dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Orang tua harus memastikan kondisi anak siap mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun, sekolah harus benar-benar siap, dan yang paling aman berada di zona hijau. Sebab pembelajaran tatap muka tidak bisa digantikan dengan sistem online,” terang Reisa.

3 Makam di Pertigaan Jalan di Solo Ternyata Milik Bayi Tenggelam, Ini Identitasnya

Meski demikian, pembelajaran dengan sistem online bisa diperbaiki agar lebih efektif. Salah satunya guru menyediakan waktu khusus bagi murid yang kurang mampu memahami pelajaran yang diberikan.

“Pembelajaran online bukan memindahkan sistem belajar di kelas ke ruang digital. Namun, membuat sistem online tetap menarik untuk diikuti sangat penting,” tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho