Taman Plintheng Semar Wonogiri Dirombak, Bakal Jadi Pusat Kegiatan Milenial
Taman Plintheng Semar Wonogiri. (Instagram)

Solopos.com, WONOGIRI – Pemkab Wonogiri berencana merombak Taman Plintheng Semar di Jl. Ahmad Yani atau dekat perempatan Ponten yang menjadi ruang publik. Bahkan, ada pihak yang menyebut taman itu bakal menjadi pusat kegiatan anak muda.

Perombakan Taman Plintheng Semar tersebut merupakan salah satu bagian dari penataan wajah kota Wonogiri. Selain itu Pemkab Wonogiri akan membangun pusat kegiatan olahraga terbuka di sekitar Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri. Seperti diketahui, di kelurahan tersebut terdapat Stadion Pringgodani yang memiliki taman.

Pria Peneror Artis Syifa Hadju Ditangkap di Karanganyar

Saat dimintai konfirmasi terkait informasi tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonogiri, Waris Kadarwanto, tak memungkiri penataan Taman Plintheng Semar dan lokasi lain masuk konsep yang sudah dibuat.

Sayangnya dia belum dapat menyampaikan lebih detail rencana proyek pembangunan infrastruktur di Wonogiri itu.

“Selain itu juga ada rencana lain. Pokoknya kalau nanti Bupati memberi lampu hijau dan kegiatan bisa terealisasi, wajah kota akan berubah drastis,” terang Waris Kadarwanto saat ditemui Solopos.com di ruangannya, Jumat (28/2/2020).

Ternyata Ini Foto Asli Soeharto Naik Nmax 

Sebagai awalan, DLH Wonogiri mulai menata sembilan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah dekat jalan raya di Kecamatan Wonogiri dan Selogiri. DLH meminta warga membuang sampah pada pukul 16.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Petugas akan mengambil sampah pada pagi hari. Setelah itu TPS dicuci petugas. Dengan begitu TPS akan terlihat bersih dan tak bau pagi hingga sore. Waris sudah menyurati setiap pemerintah kecamatan di Wonogiri agar menyosialisasikan kebijakan tersebut.

Menurut Waris Kadarwanto penataan wajah kota penting untuk merepresentasikan Wonogiri yang lebih maju dari pada sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk mengubah citra kekeringan dan kemiskinan yang selama ini melekat pada Wonogiri.

Berusia 27 Tahun, Ini Wisudawan S3 Termuda UNS Solo 2020

Pemkab Wonogiri sudah mengatasi masalah itu melalui program terukur yang mencakup ihwal pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian. Pemkab Wonogiri mengubah wajah kota guna menegaskan Wonogiri jauh lebih baik.

Berdasarkan pantauan Solopos.com selama empat tahun belakangan, perwajahan kawasan kota Wonogiri sudah berubah. Pada malam hari orang yang masuk Wonogiri dari Sukoharjo disuguhi gapura penuh warna.

Patung-patung dicat warna emas. Pertigaan Klampisan yang sebelumnya hambar sekarang lebih berwarna setelah dibangun tugu adipura. Semakin ke dalam semakin banyak ornamen di kawasan kota.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho