SOLOPOS.COM - Taman Sri Gunting, kawasan Kota Lama, Semarang. (sisihidupku.wordpress.com)

Taman kota Semarang penataannya akan meniru Kota Surabaya.

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bakal meniru Pemerintah Kota Surabaya dalam pengelolaan taman kota sehingga lebih tertata asri. Kawasan Kota Lama dipilih sebagai wilayah percontohan.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

“Kami beberapa waktu lalu kunjungan kerja ke Surabaya bersama jajaran camat. Kami terkesan dengan penataan Surabaya,” kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Jumat (19/8/2016).

Di antaranya, kata dia, pengelolaan taman kota yang benar-benar dioptimalkan sehingga terlihat selalu bersih, tertata, dan terpelihara. Kondisi itu, diakuinya berbeda dengan taman-taman kota di Kota Semarang.

Menurut Ita—sapaan akrab Hevearita, taman kota di Kota Surabaya terbagi atas taman aktif dan taman pasif. Taman aktif bisa digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan berinteraksi sosial, serta taman pasif yang hanya sebagai ruang terbuka hijau (RTH) atau resapan air.

Wakil Wali Kota Semarang itu menegaskan pentingnya peran petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam menjaga aset-aset Pemkot Surabaya. Linmas, katanya, diberi porsi khusus, termasuk aset yang ada di taman-taman kota.

“Mereka diberi nama ‘pasukan odong-odong’. Ya, tugasnya menyisir jalur-jalur pedestrian, taman, dan sebagainya. Jadi, kursi, lampu, tong sampah, dan sebagainya yang ada di taman terjaga,” katanya.

Keberadaan aset-aset yang ada di taman kota, kata Ita, rawan disalahgunakan, bahkan bisa juga dicuri, sebagaimana terjadi di Taman Diponegoro Semarang yang kursinya hilang dicuri orang. Untuk itulah, kata dia, Pemkot Semarang perlu segera mengadopsi langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam menata taman, yakni Taman Srigunting dan Taman Garuda yang ada di kawasan Kota Lama.

“Kalau di sana [Surabaya], setiap taman ada satu pimpinan unit pelaksana teknis dinas [UPTD]. Nanti, di Taman Srigunting dan Taman Garuda juga seperti itu, namun bukan UPTD,” katanya.

Yang jelas, kata Ita, ada penanggung jawab khusus terhadap pengelolaan dua taman yang baru selesai direvitalisasi itu, termasuk kebersihan hingga penataan dan penjagaan aset yang ada di taman itu. “Selain itu, tidak bisa dilupakan adalah peran serta masyarakat dalam menjaga taman. Masyarakat harus ikut menjaga kebersihan dan aset-aset yang ada di taman sehingga tetap bersih dan asri,” pungkasnya.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya