Potret Bendung Tirtonadi di kala senja (Instagram-@sutoponagasboy)

Solopos.com, SOLO – Taman Bendung Tirtonadi Solo bagian utara ditutup. Kawasan yang juga dikenal dengan Bendungan Gilimanuk itu ditutup karena adanya kerusakan dan sedang dalam proses perbaikan. Penutupan taman yang berada di perbatasan Gilingan-Manahan-Nusukan itu membuat sejumlah masyarakat kecewa.

Taman https://soloraya.solopos.com/read/20190517/489/992729/jelang-lebaran-taman-bendung-tirtonadi-solo-rasa-eropa-malah-tutup">Bendung Tirtonadi sisi utara ditutup karena sebagian tanahnya ambles dan rawan longsor. Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) selaku penanggung jawab akhirnya menutup taman itu untuk diperbaiki.

Kerusakan Taman https://soloraya.solopos.com/read/20190517/489/992729/jelang-lebaran-taman-bendung-tirtonadi-solo-rasa-eropa-malah-tutup">Bendung Tirtonadi itu juga menuai beragam respons dari netizen. Sebagian dari mereka melontarkan kekecewaan lewat kolom komentar pengelola akun Instagram @_infocegatansolo yang membagikan kabar dari Solopos terkait penutupan taman itu, Kamis (16/5/2019).

"Yah, belum sempat ke sana sudah ditutup," komentar @setiyaniratna kecewa.

"Lhoooo lagi mau pulang Solo malah ambles," imbuh @lany_aufy.

"Belum sempat ke sana sudah ambles," lanjut @aisyafaaaa tak kalah kecewa.

Bukan hanya meluapkan kekecewaan, netizen juga mempertanyakan studi kelayakan pembangunan Taman Bendung Tirtonadi karena Taman Bendung Tirtonadi merupakan ruang publik baru yang cukup menarik perhatian. Beberapa waktu lalu, netizen sempat dibuat terpesona dengan keindahan pemandangan Taman Bendung Tirtonadi yang dianggap mirip taman di Eropa.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, penutupan Taman https://soloraya.solopos.com/read/20190517/489/992729/jelang-lebaran-taman-bendung-tirtonadi-solo-rasa-eropa-malah-tutup">Bendung Tirtonadi sisi utara juga berdampak terhadap puluhan warga Minapadi, Nusukan, yang dulu berjualan di pinggir taman itu. Mereka tak bisa lagi berjualan dan mendapatkan pemasukan tambahan mendekati Lebaran.

Padahal saat taman itu dibuka untuk umum cukup banyak warga sekitar yang menjajal peruntungan dengan berjualan aneka makanan, minuman, dan cemilan. Pada Minggu pagi masyarakat membeludak tak tertampung di area taman.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten