Talut ambrol menerjang salah satu ruangan di SMKN Jatipuro, Karanganyar, Rabu (15/1/2020). (Istimewa/BPBD Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Talut sepanjang 20 meter ambrol dan menerjang tembok salah satu ruang praktikum SMKN Jatipuro, Karanganyar, Rabu (15/1/2020) sore.

Ambrolnya talut diduga lantaran hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama sekitar satu jam. Kepala SMKN Jatipuro, Rusli Mustopo, menjelaskan sebelumnya tidak ada pertanda retak atau kemiringan talut di sekolahan tersebut.

Namun, talut setinggi 4 meter tersebut tiba-tiba ambrol setelah hujan deras pada pukul 16.10 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Tadi hujan deras terus. Memang sudah biasa dan tidak ada pertanda retak di talut. Lalu kira-kira pukul 17.00 WIB talutnya ambrol. Longsoran tanah sudah menimpa tembok ruang praktik tapi tidak membahayakan bangunan,” ucap dia kepada Solopos.com, Rabu.

Meskipun tidak merusak bangunan, Rusli mengatakan beberapa genting pecah dan membuat atap ruangan bocor. Sekolah mengamankan alat-alat praktikum mesin jahit ke ruang lainnya yang lebih aman.

Dibawa ke Mapolda Jateng, Kanjeng Ratu Keraton Agung Sejagat Menangis

Kerugian akibat kejadian itu sesuai laporan dibuat SMKN Jatipuro ditaksir senilai Rp50 juta. "Tindakan kami yang jelas bersih-bersih dulu dan mengamankan alat praktikum karena bocor atapnya. Jadi biar tidak rusak. Sementara belum kami gunakan dulu ruangannya walapun masih bisa sebenarnya,” imbuh dia.

Terkait kegiatan belajar mengajar, Rusli memastikan akan berjalan normal seperti biasanya. Namun, dia mengimbau para siswa untuk sementara waktu tidak mendekati lokasi longsor untuk antisipasi adanya longsor susulan.

“Besok KBM masih berjalan normal. Tidak ada yang berubah, siswa besok tetap masuk sekolah,” kata dia.

Subsidi Dicabut, Gas Melon Bakal Dijual Rp35.000/Tabung?

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Disdikbud Jateng, Eris Yunianto, mengaku sudah mendapatkan laporan terkait talut ambrol di SMKN Jatiporo, Karanganyar. Dia meminta laporan terkait bencana tersebut untuk dilaporkan ke Disdikbud Jateng.

Terkait bantuan renovasi dia masih menunggu keputusan terkait laporan yang diberikan. “Kami meminta sekolah mengantisipasi longsor susulan. Soal bantuan, kami ada aturannya. Jadi melihat dulu laporan dan estimasi kerugiannya dulu,” beber dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten