Talut Dam Buk Bubrah di Ngrampal Sragen Ambrol, Jalan Terancam Putus
Talut dan jalan usaha tani yang terletak di sebalah selatan Dam Buk Bubrah ambrol dan longsor di perbatasan Dukuh Sogo dan Plosokerep, Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, Minggu (24/1/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN Talut Dam Buk Bubrah yang terletak di perbatasan Dukuh Plosokerep dan Sogo, Desa Bandung, Kecamatan Ngrampal, Sragen, longsor sepanjang 7 meter dan setinggi 6 meter. Longsornya talut dam buatan 2010 itu mengikis jalan usaha tani selebar 4 meter dari bibir talut.

Bila tidak segera ditangani maka jalan usaha tani itu terancam putus dan bangunan dam juga terancam rusak. Bangunan bukdeker dam sebelah selatan barat sudah ambrol bersamaan dengan lonsor yang terjadi saat hujan deras pada Rabu (20/1/2021) malam.

Talut dan sebagian jalan usaha tani itu longsor karena diterjang limpasan air Sungai Buk Bubrah di Ngrampal, Sragen. Hal itu terjadi karena pintu air dam tersumbah tumpukan sampah.

Baca juga: Talut Jembatan di Jalan Lintas Kabupaten di Sragen Ambrol 7 Meter

Limpasan air sungai itu juga mengakibatkan lahan pekarangan milik warga Dukuh Sogo RT 011, Bandung, Ngrampal, dengan ukuran 14 meter x 12 meter tergerus air. Bangunan bukdeker dam di sebelah utara-barat juga sudah growong dan menggantung.

“Lahan saya habis. Tanah di pekarangan belakang rumah tergerus air dengan kedalaman sampai 3 meter. Sebenarnya sudah ada upaya untuk menahan tanah itu tetapi tetap tergerus air karena limpasan air sungai itu masuk ke perkampungan dan menggerus perkarangan saya,” keluh Suparni Guno, 52, warga Dukuh Sogo RT 011, Desa Bandung, Ngrampal, Sragen, saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi Dam Buk Bubrah, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Covid-19 Gaspol! Solo, Wonogiri, Karanganyar & Sragen Masih Zona Merah

Sampah

Suparni mengatakan limpasan air sungai itu juga mengakibatkan talut dan jalan usata tani di sisi selatan dam ikut longsor dan bangunan bukdekernya ambrol. Permasalahannya terletak pada sampah yang menggunung di pintu air dam.

Selama sampah itu tidak diangkat, maka lahan pekarangan Suparni yang terletak di pinggir pintu air dam itu akan semakin tergerus terus.

Seorang warga di Dukuh Plosokerep RT 012, Bandung, yang terletak di dekat dam itu, Andi, 41, mengatakan longsornya talut dam dan jalan usaha tani di Ngrampal Sragen itu terjadi pada Rabu (20/1/2021) malam. Sebelumnya, Andi melihat tidak ada keretakan apa-apa pada jalan usaha tani maupun talut.

“Hujan Rabu malam itu deras dan durasinya lama. Air sungai meluap karena pintu dam tersumbat. Nah, limpasan air itu meluap ke jalan usaha tani dan mengikis tanah di talut sehingga talut tak mampu menahan air hingga akhirnya ambrol. Jadi ambrolnya talut itu diikuti longsornya tanah di jalan usaha tani. Sekarang jalan di selatan dam itu mengaga sedalam 3-4 meter,” ujar Andi.

Baca juga: Sama-Sama Terguling, 2 Truk Kecelakaan di Karanganyar & Sukoharjo Beda Nasib

Dia mengatakan permasalahannya terletak pada sampah yang berupa ranting bambu, batang pohon, pohon pisang, dan sampah lainnya yang menggunung di dam. Sampah itu awalnya jumlahnya sedikit, tetapi lama-lama menumpuk dan menggunung karena ada salah satu pintu dam yang rusak sehingga tidak bisa dibuka.

“Jadi selama sampah itu tidak diangkat dan pintu dam itu tidak diperbaiki maka potensi banjir karena luapan sungai ini akan terus terjadi. Jalan usaha tani itu akan terus tergerus dan bisa putus. Kalau jalan putus maka bisa mengancam bangunan dam,” ujarnya.

Kepala Desa Bandung, Supardi, berusaha berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah itu. Camat Ngrampal Joko Hendang Murdono dan Sekretaris Kecamatan Ngrampal Endang Wijayanti serta legislator DPRD Sragen Tono sempat meninjau lokasi tersebut pada Minggu siang.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom