Takut Menyeberang

Selasa sore, tepatnya 12 Juni 2012 lalu, Jon Koplo mendatangi sebuah showroom mobil di dekat palang Makamhaji, Kartasura. Warga Boyolali ini berniat mengambil mobil pesanannya yang sudah ia pilih beberapa hari sebelumnya. Setelah menyelesaikan administrasi, Tom Gembus, sang pemilik showroom, menyerahkan kunci kepada Jon Koplo.

“Ini kuncinya, Pak. Semoga mobilnya awet dan nyaman,” kata Tom Gembus.

“Terima kasih, Pak. Saya mau pamit pulang,” sambut Jon Koplo sembari menyalami Tom Gembus.

Dengan penuh percaya diri, Jon Koplo memasuki mobil barunya. Setelah memakai sabuk pengaman, Koplo segera menyalakan mesin mobil dan keluar dari halaman showroom. Tetapi ketika melihat spion, nyalinya mulai ciut untuk menyeberang.

We lhadalah, kok rame men ta dalane,” gumam Koplo. Maklum, meski ia sudah lulus kursus stir mobil, tapi nyalinya belum cukup besar untuk memotong jalan. Celakanya, setelah ditunggu hingga 10 menit ternyata kendaraan terus pating sliwer tak ada tanda-tanda jalan sepi.

Ndilalah Tom Gembus yang belum masuk ke showroom melihat mobil Koplo belum meninggalkan tempat, langsung menghampiri.

“Ada apa, Pak? Ada sesuatu yang tidak beres pada mobilnya?” tanya Tom Gembus.

“Emh... tidak kok, mobilnya bagus. Cuma, jalannya kok ramai ya. Bisa minta tolong diseberangkan, Pak?” jawab Koplo sambil cengar-cengir menahan malu.

Oalaaah… Siap, Pak. Sebentar, saya panggilkan pegawai saya,” ujar Tom Gembus menahan tawa.

Tom Gembus lalu memanggil pegawainya untuk membantu Jon Koplo menyeberangkan mobilnya. Setelah mengucapkan terima kasih, Koplo pun segera nganyari mobilnya dengan penuh hati-hati.

Dari kaca spion Koplo sempat melihat Tom Gembus dan pegawainya tertawa ngakak di depan showroom.

Anasanti Darah Setomo, Rejosari RT 001/RW 001, Bendosari, Sawit, Boyolali

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho