Takut Kabur, Kejari Karanganyar Tolak Penangguhan Penahanan Kades Berjo

Kejari Karanganyar menolak permohonan penangguhan penahanan Kades Berjo dan Eks Dirut BUMDes Berjo atas kasus dugaan korupsi. Penolakan itu didasari pertimbangan khawatir kedua tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

 Kades Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Suyatno, ditahan seusai diperiksa penyidik Kejari Karanganyar, Selasa (27/9/2022). (Akhmad Ludiyanto)

SOLOPOS.COM - Kades Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Suyatno, ditahan seusai diperiksa penyidik Kejari Karanganyar, Selasa (27/9/2022). (Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menolak permohonan penangguhan penahanan Kades Berjo, Ngargoyoso, Suyatno. Kejari tetap menahan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo itu untuk kepentingan penyidikan.

Kejaksaan juga menolak permohonan penahanan tersangka lain dalam kasus yang sama, yakni mantan Dirut BUMDes, Eko Kamsono. Mereka kini ditahan di tahanan Rutan Kelas I Solo.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar, Tubagus Gilang Hidayatullah, menolak permohonan penangguhan penahanan kedua tersangka dengan alasan takut melarikan diri dan menghilangkan barang bukti (BB).

“Balasan surat permohonan penangguhan penahanan sudah kita buat. Segera kita kirimkan. Kami tolak permohonannya,” kata Gilang kepada Solopos.com, Jumat (30/9/2022).

Sebelumnya tersangka Eko Kamsono dititipkan di ruang tahanan Mapolres Karanganyar karena belum diterima di Rutan Kelas I Solo. Namun bersamaan dengan penahanan tersangka Suyatno, Eko Kamsono dipindahkan ke Rutan Kelas I Solo pada Selasa (27/9/2022).

Baca Juga: Kades Berjo Karanganyar Minta Penangguhan Penahanan

Kejaksaan langsung menjebloskan kedua tersangka ke tahanan dengan berbagai pertimbangan. Di antaranya dikhawatirkan akan melarikan diri hingga menghilangkan barang bukti. Pertimbangan lainnya, penahanan tersangka sudah memenuhi unsur subjektif dan objektif.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

“Mereka sudah memenuhi dua unsur tadi, subjektif dan objektif. Mereka akan ditahan selama 20 hari dan akan diperpanjang jika diperlukan,” katanya.

Disinggung kemungkinan tersangka lain atas kasus tersebut, Gilang mengatakan belum.

Baca Juga: Ternyata Sudah 2 Kali Kades Berjo Karanganyar Ditahan, Ini Kasusnya

Sebagai informasi, kedua tersangka terjerat kasus korupsi dugaan pengelolaan dana BUMDes Berjo pada periode 2020 silam. Akibat perbuatan tersangka negara mengalami kerugian hingga Rp1,16 miliar.

Mark Up Anggaran

Kedua tersangka ini menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Mereka diduga melakukan mark-up anggaran sejumlah proyek pembangunan di kawasan wisata Telaga Madirda.

Proyek itu di antaranya pembangunan lahan parkir, kolam renang, dan flying fox. Mereka juga menggunakan dana pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk kepentingan pribadi pada periode 2020.

Pengungkapan kasus dugaan korupsi dana BUMDes Berjo merupakan hasil kerja keras tim penyidik yang secara maraton mengusutnya. Dalam pengungkapkan kasus ini, tim penyidik mengedepankan kehati-hatian sehingga membutuhkan waktu empat bulan sejak masuk tahap penyidikan.

Baca Juga: Penuhi Panggilan Kejari, Kades Berjo Karanganyar Diborgol Dibawa ke Rutan Solo

Warga Berjo, Sularno, mengapresiasi kinerja Kejari yang menetapkan tersangka kasus pengelolaan dana BUMDes. Kasus ini harus menjadi pelajaran bersama bagi pengelola dana BUMDes. Agar jangan sampai penggunaan dana BUMDes disalahgunaan.

“Ke depan pengelolaan harus lebih baik. Jangan disalahgunakan dan lebih transparan,” pintanya.

Sularno sebelumnya ikut diperiksa kejaksaan sebagai saksi atas kasus dugaan penyalahgunaan dana BUMDes Berjo. Keterangannya diperlukan selaku perwakilan warga atas kasus korupsi ini.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

      Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

      Perlu Ditambah, Pusat Layanan Disabilitas di Karanganyar Masih Terbatas

      Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Karanganyar menilai layanan bagi penyandang disabilitas dan autisme di Bumi Intanpari masih kurang. Perlu ada penambahan pusat layanan disabilitas dan lainnya.

      Perhutani & Forkom PKSDM Tanam 1.600 Bibit Pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu

      Perum Perhutani KPH Surakarta bersama Forkom PKSM Karanganyar menanam 1.600 bibit pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu pada Rabu (30/11/2022).

      Bayi 8 Bulan di Sragen Hanyut di Sungai Belakang Rumah, Ayah Korban Teriak

      Bayi delapan bulan di Sraen merangkak keluar saat ayahnya tidur dan tercebur ke sungai di belakang rumah. Korban ditemukan sudah meninggal dunia.

      Jembatan Mojo Kembali Dibuka, Warga Merasa Lega karena Bosan dengan Kemacetan

      Warga Kota Solo dan sekitarnya bisa sedikit bernapas lega setelah Jembatan Mojo kembali dibuka pada Jumat (2/12/2022).

      Sempat Deadlock, Bupati Sragen Usulkan UMK 2023 Naik Segini

      Akhirnya muncul satu nilai UMK Sragen 2023 yang diusulkan ke Gubernur Jateng oleh Bupati. Sebelumnya, Apindo dan serikat pekerja Sragen bersikukuh dengan usulan nilai UMK masing-masing.

      Menilik Beda Strategi Petahana dan Penantang di Pilkades Keloran Wonogiri

      Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri diramaikan dua calon yang berstatus perangkat desa di daerah setempat.

      Sudah Makan Korban, Ini 2 Modus Penipuan yang Wajib Diwaspadai Warga Sragen

      Dalam sepekan terakhir ada dua warga Sragen yang jadi korban penipuan dengan modus berbeda. Mereka kehilangan uang dan perhiasan senilai puluhan juta rupiah.

      Terkait Rencana Penggunaan Jembatan Jurug A, DPUPR Solo: Itu Kewenangan PUPR!

      DPUPR Solo menyebut keputusan mengenai penggunaan Jembatan Jurug A seluruhnya ada di tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

      Rumah Digeledah Densus 88, Putri Terduga Teroris asal Sukoharjo Terus Menangis

      Personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris berinisial Mgn, 43 asal Dukuh Ngadijoyo, Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kamis (1/12/2022). Putri terakhir terduga teroris menangis saat penggeledahan dilakukan.

      Hendak ke Toko Emas, Lansia di Klaten Meninggal Dunia setelah Jatuh dari Sepeda

      Seorang pesepeda mendadak jatuh dari sepeda dan meninggal dunia saat melintas di jalur lambat Jl. Pemuda, tepatnya di depan toko roti wilayah Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Kamis (1/12/2022).

      Ini Resep Praktis Es Kopyor yang Jadi Suguhan di Pernikahan Kaesang-Erina

      Sajian es kopyor dipilih menjadi suguhan pada pernikahan Kaesang dan Erina.

      Hasil Tes Urine 30 Pedagang Pasar Besi Semanggi Solo Belum Keluar

      Hasil pemeriksaan sampel urine sekitar 30 pedagang Pasar Besi Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, pada Senin (21/11/2022) hingga kini belum keluar.

      Setubuhi Keponakan Sendiri, Seorang Pemuda Diciduk Polisi Wonogiri di Solo

      Satreskrim Polres Wonogiri menciduk seorang pemuda berinisial BT, 22 di tempat kerjanya di kawasan Banjarsari, Solo.

      Rumah Terduga Teroris di Parangjoro, Sukoharjo, Digeledah Densus 88

      Personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah rumah terduga teroris berinisial Mgn asal Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.