Takut Bingung, Pedagang Pasar Legi Solo sampai Keluar Jemput Pelanggan

Para pedagang Pasar Legi Solo sampai rela keluar menjemput pelanggan yang sudah janji mau datang karena takut si pelanggan bingung menemukan lokasi lapak mereka di bangunan baru.

 Aktivitas pedagangan di bangunan baru Pasar Legi Solo, Minggu (16/1/2022). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Aktivitas pedagangan di bangunan baru Pasar Legi Solo, Minggu (16/1/2022). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO — Kondisi bangunan baru dengan tata letak penempatan pedagang yang juga baru di Pasar Legi Solo membuat para pedagang maupun pembeli kebingungan. Mereka masih tahap adaptasi dan membiasakan diri dengan kondisi tersebut.

Beberapa pedagang bahkan rela keluar dari bangunan pasar demi menjemput pelanggan yang sudah mengabari akan datang untuk membeli barang. Para pedagang takut pelanggan mereka kesulitan menemukan lokasi lapak mereka.

PromosiPengisian Penjabat Kepala Daerah Rawan Korupsi dan Politisasi

Seperti yang dilakukan Sulastri, pedagang yang menepati lantai dasar Blok B Pasar Legi Solo. Sulasti buru keluar dari lapaknya dan berjalan menuju halaman pasar sisi barat. Sesampai di luar pasar, ia lalu mengamati sekeliling pasar.

Baca Juga: Gibran kepada Pedagang Pasar Legi Solo: Terima Kasih Sudah Kooperatif

Pandangannya sesekali tertuju pada akses masuk pasar yang terhubung dengan Jl S Parman. Hari itu, Minggu (16/1/2022), adalah jadwal pelanggannya datang. Namun karena pelanggannya belum pernah mengunjunginya di lokasi baru, ia pun khawatir pelanggan akan kebingungan.

Untuk itu pedagang Pasar Legi Solo itu bermaksud untuk menjemput pelanggannya. “Beberapa audah ada yang datang, tapi belum semua. Ini yang mau datang belum pernah ke lapak yang baru, jadi saya jemput saja,” tuturnya kepada Solopos.com, Minggu.

Dibagi Zona-Zona

Setelah menunggu beberapa menit dan pelanggannya tidak juga datang, Sulastri pun masuk kembali ke dalam pasar. Sebagai informasi, saat ini pedagang Lasar Legi Solo sudah pindah dari pasar darurat ke bangunan baru.

Baca Juga: Baru 80% Pedagang Berjualan di Pasar Legi Solo, Sisanya ke Mana?

Pedagang ditempatkan di zona-zona berdasarkan jenis barang dagangannya. Dengan begitu besar kemungkinan lokasi baru mereka akan berbeda dengan lokasi lapak saat menempati pasar yang lama sebelum terbakar 2018 lalu. Terlebih bangunan baru Pasar Legi saat ini memiliki bentuk bangunan yang berbeda.

Bangunan dibuat ada yang dua lantai, ada yang tiga lantai, serta dibagi dalam empat blok, yakni Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok D. Salah satu pengunjung pasar, Sri Rejeki, mengaku baru kali pertama itu mengunjungi bangunan baru Pasar Legi Solo.

Ia mengaku masih bingung mencari lokasi penjual bawang. Sri Rejeki bingung mencari lokasi zona yang dimaksud serta pedagang yang dulunya menjadi langganannya di Pasar Legi Solo.

Baca Juga: Kosong Ditinggal Pedagang, Kios Darurat Pasar Legi Solo Segera Dilelang

Akhirnya ia membeli barang yang ia butuhkan di lapak yang ia temui. “Bingung, karena baru pertama kali. Jadi tadi ya sedapatnya saja, nemu barang yang dibutuhkan, langsung beli,” katanya.

Kehabisan Waktu

Hal yang sama juga disampaikan Andri. Penjual ayam geprek di sekitar Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu juga mengaku bingung saat berbelanja di Pasar Legi yang baru. Sebab lokasi pedagang yang menjadi langganannya sudah berubah.

“Saya sudah dua kali belanja di pasar yang baru ini, masih bingung. Jadi ya saya belanja sedapatnya. Mau cari langganan yang dulu, bisa-bisa saya kehabisan waktu untuk belanja,” katanya. “Selain bingung, juga capek, apalagi saya juga sudah tua,” kata pengunjung lain, Wiji, yang mengaku sudah berusia 64 tahun.

Baca Juga: Buka 24 Jam, Semua Pedagang Oprokan Mulai Berjualan di Pasar Legi Solo

Upaya untuk jemput pelanggan memang bisa menjadi solusi bagi pedagang Pasar Legi Solo agar pelanggannya tidak bingung. Sebab meski sudah diberi tahu lokasi barunya melalui pesan Whatsapp atau melalui telepon, kadang saat berada di lokasi tetap saja bingung mencari lokasi dimaksud.

“Kalau saya memang sudah merencanakan, kalau ada pelanggan datang, telepon saja nanti kami jemput dan kami antar sampai lapak kami. Harapannya nanti kalau datang lagi, sudah tahu lokasinya,” kata salah satu pedagang, Untari.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

+ PLUS Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Berita Terkini

Apa Itu Onggo-Inggi, Sosok yang Kerap Muncul di Jembatan Jurug Solo?

Apa sih itu Onggo-Inggi, sosok yang dikabarkan kerap muncul di Jembatan Jurug Lama Solo, Jawa Tengah?

Lahan 20,1 Hektare di Sragen Dihibahkan ke Kemenparekraf, Ini Lokasinya

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk pembangunan Poltekpar Negeri, lokasi lahan itu tersebar di tiga kelurahan.

Pemkab Klaten Kembali Mendapatkan Opini WTP, Ini Komentar Bupati

Pemerintah Kabupaten Klaten sukses mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2021.

Pemkab Sragen Hibahkan Lahan 20,1 Hektare ke Kemenparekraf, Buat Apa?

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk lokasi pembangunan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri.

Kenapa Nama Sala Berubah Jadi Solo? Ternyata Ini Sejarahnya

Kira-kira kenapa nama Sala bisa berubah menjadi Solo, salah satu kota yang ada di Jawa Tengah? Ternyata begini sejarahnya.

Butuh 2 Crane Evakuasi 2 Truk Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Evakuasi kedua truk yang terlibat kecelakaan di Jl. Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) membutuhkan dua crane.

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Kecelakaan maut melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) diduga karena sopir mengantuk.

Dua Orang Meninggal Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Polisi menyebut dua orang meninggal dalam kecelakaan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Bluar! Dikira Truk BBM Terbakar di Jl. Solo-Semarang Boyolali, Ternyata

Salah seorang warga menyampaikan kesaksian saat kecelakaan melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Breaking News! Dua Truk Alami Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Dua unit truk terlibat kecelakaan di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (17/5/2022).

Mirip Punya Pemkot, Di Keraton Solo Juga Ada Wahana Kereta Listrik Lho

Di kawasan wisata Keraton Solo ada wahana baru kereta listrik yang bentuknya mirip kendaraan listrik wisata milik Pemkot Solo, mau coba?

Rudy Ikut Donor, DPC PDIP Solo Himpun 221 Kantong Darah

DPC PDIP Solo mengadakan aksi donor darah dan berhasil menghimpun 221 kantong dari pengurus dan kader. Aksi dipimpin langsung oleh FX Hadi Rudyatmo yang juga menjadi donor.

Libur Waisak Pasar Gede Solo Dipadati Pengunjung, Ini Yang Diburu

Pasar Gede Solo dipadati pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati kuliner khas atau membeli oleh-oleh pada libur Hari Raya Waisak, Senin (16/5/2022).

Beredar Surat PLN Solo Tertibkan Pemakaian Daya, 450 VA Jadi 1.300 VA

Surat berisi pemberitahuan dari PLN kepada pelanggan mengenai penertiban daya listrik dari 450 VA menjadi 1.300 VA beredar di Solo.

Antisipasi PMK, Pedagang Dan Peternak Sapi di Solo Diminta Lakukan Ini

Tim gabungan DKPP dan Polresta Solo memberikan sejumlah arahan kepada pedagang dan peternak kambing serta sapi untuk antisipasi wabah PMK.