Tak Terima Dilawan di Pilkada Klaten, Sri Mulyani akan Pecat Harjanto
ABY (jaket biru) dan HJT (jaket merah-hitam) siap maju sebagai cabup dan cawabup di Pilkada 2020. ABY dan HJT siap mendobrak politik dinasti di Klaten. Foto diambil, Senin (11/5/2020). (Solopos.com-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Klaten, Sri Mulyani segera pecat Harjanto alias HJT dari keanggotaan PDIP. Hal itu menjadi respon tegas DPC PDIP Klaten menyikapi sikap politik kader atau pun anggota PDIP yang mbalelo terhadap instruksi partai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, HJT masih memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP Klaten hingga sekarang. Sebelumnya, HJT pernah menjadi pengurus di jajaran ranting PDIP Karanganom, pengurus di Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Klaten Utara, dan pengurus DPC PDIP Klaten.

Tapol Papua Batal Bebas, Pengacara Dimintai Uang Petugas Rutan

Kepada Solopos.com, HJT pernah mengaku telah mengabdi di PDIP selama 25 tahun. Semula, Harjanto pernah mendaftarkan diri di tim penjaringan PDIP Klaten sebagai calon wakil bupati (cawabup) alias pendamping Sri Mulyani selaku calon bupati (cabup) di Pilkada 2020.

Begitu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memberikan rekomendasi ke Sri Mulyani-Aris Prabowo, HJT memilih mendampingi Arif Budiyono (ABY) guna menantang cabup petahana. Di samping puluhan tahun aktif di PDIP, HJT saat ini dikenal sebagai Kepala Desa (Kades) Karanganom, Klaten Utara, sejak 2007.

Tanpa Dasar Ilmiah, Pelonggaran PSBB Diduga Demi Menuruti Keinginan Jokowi

“Kalau Pak HJT ingin mencalonkan sebagai cawabup itu merupakan hak asasi. Monggo-monggo saja. Persoalannya, dia masih ber-KTA PDIP Klaten. Kami akan pecat. KTA-nya akan kami nonaktifkan terlebih dahulu. Ini bisa dikategorikan tidak tegak lurus terhadap instruksi partai. Siapa saja yang tidak menyukseskan rekomendasi partai, konsekuensinya harus siap dipecat. Pak HJT pun tidak pernah berkomunikasi dengan saya terkait pencalonannya itu,” kata Sri Mulyani di Mapolres Klaten, Rabu (13/5/2020).

Sakit Hati

Sri Mulyani mengakui sejumlah kader dan anggota PDIP Klaten masih ada yang sakit hati atau terbawa perasaan (baper). Hal itu lantaran mereka kecewa dengan instruksi DPP PDIP di Pilkada 2020. Salah satunya, kata Sr, adalah HJT yang akhirnya bergabung dengan ABY.

DPKPP Klaten Pastikan Tak Ada Peredaran Daging Sapi Dicampur Daging Babi

“Hanya satu-dua yang masih baper seperti itu. Mengelola yang baper-baper ini, ya saya baperin genti. Ini hal biasa di PDIP. Yang jelas, di PDIP Klaten masih solid [tak terpengaruh dengan sikap politik HJT]. Banteng-banteng yang di luar itu besok-besok akan kembali. Terkait Pak HJT, yang bersangkutan kan belum mendaftar juga. Prosesnya masih panjang. Jik isoh balik juga,” katanya.

Disinggung tentang langkah ABY-HJT yang mulai menyoroti politik dinasti di Klaten, Sri Mulyani menanggapi santai hal tersebut. Sebaliknya, Sri Mulyani mengajak penantangnya untuk adu program di Pilkada 2020.

Pertama! Pasien Positif Covid-19 Alumni Ijtima Gowa di Klaten Sembuh

“Orang itu jangan hanya menyudutkan dengan politik dinasti. Pemilihan saya itu bukan serta merta dari Pak Narno turun ke Sri Mulyani. Semua melalui proses Pemilu. Mari kita langkahi dengan program opo, visi misinya opo. Kita adu program untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Klaten,” katanya.

Sikap Pribadi

Sebelumnya, HJT enggan berkomentar banyak saat ditanya terkait latar belakangnya yang masih lekat dengan PDIP Klaten. Kesediaan HJT mendampingi ABY dan melawan Sri Mulyani sebagai langkah pribadi.

108 Warga Tijayan Klaten Jalani Rapid Test, 2 Orang Reaktif

“Saya siap menjadi cawabup di sini tak ada kaitannya dengan PDIP. Saya di sini bertindak atas nama pribadi. Terkait latar belakang saya selaku seorang kades, tentu saya akan mengikuti peraturan yang berlaku [siap mengundurkan diri dari jabatan kades menjelang pendaftaran cabup-cawabup di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten,” katanya.

Sebagaimana diketahui, PDIP Klaten yang memiliki 19 kursi di DPRD Klaten menyatakan siap bertarung di Pilkada 2020. PDIP Klaten mengusung Sri Mulyani-Aris Prabowo.

UU Minerba Baru Untungkan 7 Perusahaan Batu Bara, Termasuk Adaro

Sedangkan penantang cabup petahana Sri Mulyani, yakni ABY-HJT yang diusung gabungan partai politik. Di antaranya PAN (4 kursi di DPRD Klaten), PKB (4 kursi), PPP (2 kursi), dan Partai Nasdem (1 kursi). ABY-HJT bertekad mendobrak politik dinasti di Klaten.

Sedangkan kandidat lainnya yang berpeluang muncul, yakni One Krisnata yang diusung Partai Golkar-Partai Demokrat-Partai Gerindra-PKS yang memiliki 20 kursi di DPRD Klaten.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho