Cakades Toyogo Irianto (kanan) bersama anggota tim suksesnya menunjukkan SK Penetapan Cakades Toyogo tertanggal 6 September 2019 di kediamannya di Dukuh Karangasem RT 003, Desa Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Rabu (11/9/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Calon Kepala Desa (-pilkades-sragen-tak-netral-tidak-disanksi-tapi-langsung-dipecat" title="Panitia Pilkades Sragen Tak Netral Tidak Disanksi, Tapi Langsung Dipecat">Cakades) Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Irianto, bertekad tetap maju pada pemilihan kepala desa (pilkades) 26 September mendatang kendati penetapannya sebagai cakades sudah dianulir alias dibatalkan.

“Saya sudah tetapkan jadi cakades. Saya tidak terima nomor 4 yang saya pilih dialihkan atas nama Mas Budi Utomo. Yang mengambil nomor saat undian pada Jumat [6/9/2019] itu kan saya atas nama Irianto Kuncung. Saya tidak rela dialihkan kepada Mas Budi. Saat penetapan disaksikan orang banyak dan dihadiri Pak Camat dan pejabat lainnya. Kenapa hari ini ada calon yang menggugat karena tidak lolos kemuidan tahu-tahu saya dijatuhkan?” beber Irianto saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Dukuh Karangasem RT 003, Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Rabu (11/9/2019).

Ada sekitar lima orang yang duduk-duduk di ruang tamu rumah Irianto hari itu. Mereka terdiam dan murung. Ada minuman dibiarkan.

Kemurungan mereka merupakan efek dibatalkannya penetapan Irianto pada Selasa (10/9/2019) malam di Balai Desa Toyogo.

Irianto adalah ketua RT selama dua periode sebelum maju menjadi -sragen-terima-aduan-soal-indikasi-politik-uang-di-pilkades-patihan" title="Polres Sragen Terima Aduan Soal Indikasi Politik Uang di Pilkades Patihan">Cakades Toyogo pada 2019 ini. Rumahnya terletak di pinggir jalan tol Solo-Kertosono (Soker). Antara jalan tol dan halaman rumah Irianto hanya dibatasi pagar beton setinggi 3 meter.

Kepada wartawan yang menyambangi rumahnya hari itu, Irianto menunjukkan Surat Keputusan No. 141.1/16/Pan.Pilkades Toyogo/2019 tertanggal 6 September 2019. SK tersebut dilampiri daftar cakades yang lolos beserta nomor urutnya.

Irianto berada pada nomor empat dari daftar nama -hadiri-rapat-timses-cakades-patihan-inpektorat-sragen-siap-beri-sanksi" title="PNS Hadiri Rapat Timses Cakades Patihan, Inpektorat Sragen Siap Beri Sanksi">cakades tersebut. Irianto juga menunjukan berlembar-lembar kertas yang tertera tanda tangan dari para pendukungnya.

Ada ratusan tanda tangan yang tertera pada sejumlah lembaran kertas itu. Warga yang berada di rumah Irianto saat itu menyebut belum semua pendukung Irianto membubuhkan tanda tangan ke kertas itu. Jumlahnya, mereka klaim mencapai ribuan orang.

Sejak Selasa malam tim sukses Irianto bergerak mengumpulkan tanda tangan hingga Rabu pagi. Para pendukung itu tidak terima Irianto dijatuhkan dalam pencalonan pemilihan kepala desa (pilkades). Mereka pendukung loyalis Irianto yang didekatinya sejak masa Pemilihan Legislatif 2019 lalu.

Bagi Irianto, yang penting hanya SK penetapan. Ia tidak mau tahu soal nilai-nilai lainnya. Ia hanya berpegang pada SK yang menyatakan ia lolos sebagai cakades Toyogo.

Banyak orang yang menanyakan tentang gagalnya Irianto menjadi cakades karena dianulir setelah nilainya jatuh dari 36 menjadi 26. Namun Irianto tak mau ambil pusing karena keputusan lolos -cakades-celep-sragen-dirobek-orang-tak-dikenal" title="Gambar Cakades Celep Sragen Dirobek Orang Tak Dikenal">cakades sudah didapat dari panitia.

“Dari para pendukung saya itu meminta saya tetap maju terus apa pun yang terjadi. Kalau bisa mari bersaing secara sehat dalam pilkades dengan cara keenam cakades diikutkan semua,” tantang Irianto.

Irianto menunjukkan tayangan video di ponselnya tentang reaksi emosional dalam pertemuan di Balai Desa Toyogo, Selasa malam. Ia berontak dan protes dengan keputusan anulir dari Penitia Pilkades Toyogo.

“Saya seperti orang gila malam itu tetapi saya bisa jaga emosi dan tetap sopan,” katanya.

Irianto sudah meminta doa restu kepada ribuan orang. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga sudah membuat poster bergambar untuk media sosialisasi yang jumlahnya ratusan lembar.

Sejumlah gambar Irianto masih terpampang di sejumlah dukuh di Toyogo dan tidak ada satu pun yang dicopot. “Saat saya silaturahmi ke warga tiba-tiba ada undangan dari Pak Bayan. Di undangan hanya tertera keperluan pembahasan tahapan pilkades. Begitu Selasa malam itu tiba di balai desa ternyata banyak orang dan polisi. Saya tidak tahu dan ternyata ada rapat pleno untuk penetapan ulang cakades. Kenapa orang kecil diremehkan? Kenapa tidak diberitahu langsung tentang adanya rapat pleno itu?” kisahnya.

Irianto terharu dengan sikap pendukungnya yang datang membawa bantuan untuk pencalonannya dalam Pilkades Toyogo. Ia merasa tidak pernah minta tetapi justru banyak pendukung yang memberi bantuan material.

“Jujur modal saya hanya silaturahmi. Modal uang saya tidak punya. Rumah saya ya seperti ini. Saya terharu. Ketika saya minta doa restu ke warga, banyak yang merangkul saya sambil menangis haru,” ujar Irianto sambil meneteskan air mata.

Salah satu tim sukses Irianto, Umar Sugiyono, menyatakan pendukung Irianto hanya mencari kebenaran atas perkara di Toyogo. Dia menyatakan pendukung Irianto tidak rela calonnya diturunkan.

Sampai sekarang, ujar dia, Irianto maupun tim suksesnya belum mendapat salinan SK penganuliran itu sampai Rabu siang. Sementara itu, Sekretaris Panitia Pilkades Toyogo Sutrisno mengakui belum ada SK sebagai tindak lanjut atas rapat pleno Selasa malam.

“SK itu ada dan baru diperbanyak. Kami akan berikan SK itu kepada semua calon secepatnya. Kalau keenam calon maju semua ya tidak bisa karena dalam Perda dan Perbup itu maksimal hanya lima calon,” ujar Sutrisno saat ditemui wartawan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten