Tutup Iklan

Tak Suka Denger Sirene, Pria Bantul Rusak Ambulans yang Bawa Pasien, Kini Dicokok Polisi

Polres Bantul tangkap pelaku perusakan mobil ambulans yang bawa pasien.

 Kapolres Bantul AKBP Ihsan saat memberikan keterangan di depan awak media di Mapolres Bantul, Rabu (14/7/2021). (Harian Jogja/Jumali)

SOLOPOS.COM - Kapolres Bantul AKBP Ihsan saat memberikan keterangan di depan awak media di Mapolres Bantul, Rabu (14/7/2021). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, BANTUL — Polres Bantul menangkap IZ, 28, warga Srimartani, Piyungan, Bantul, Selasa (13/7) malam. Ia adalah pelaku perusakan ambulans milik SAR DIY yang tengah melintas jalan Wonosaro sambil membawa pasien pada Selasa.

IZ sehari-hari bekerja sebagai sopir. Ia melempar helm hingga kaca belakang ambulans hanya karena tak suka denga sirinenya.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan ambulans bernopol K-8489 itu dikemudikan AA , 27, warga Wonosari, Gunungkidul. Ia ditemani Muhammad Y, 17, warga Prambanan, Klaten dan Scholastika FP, 17, warga Sendangtirto, Berbah, Sleman. Mereka membawa pasien melintas di jalan Wonosari dari arah barat menuju ke arah timur.

Namun, sesampainya di depan Polsek Piyungan, ambulans tersebut disalip oleh pengemudi sepeda motor yang berboncengan dan berjalan zig-zag. Sepeda motor itu berhenti di as jalan. Alhasil, perjalanan ambulans terhambat. AA sempat mempertanyakan kepada pesepeda motor tersebut kenapa berhenti di as jalan. Namun, pertanyaan tersebut justru menyebabkan cekcok.

Baca Juga: Proyek Kereta Bandara IA Sudah 96%, Target Rampung Agustus 2021

“Tiba-tiba Muhammad Y, dipukul oleh tiga orang yang tidak dikenal yang kemudian dilerai oleh seseorang. Saat ambulans hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara keras. Diketahui ternyata kaca belakang ambulans telah pecah. Atas kejadian itu AA kemudian melaporkannya ke Polres Bantul,” kata Kapolres, Rabu (14/7/2021).

Tak Suka Dengan Sirine

Petugas langsung menindaklanjuti laporan itu. Pada Selasa pukul 19.30 WIB, polisi berhasil menangkap satu orang yang diduga merusak ambulans tersebut yakni IZ.

“Pelaku kemudian dibawa ke Polres Bantul guna pengusutan dan penyidikan. Pelaku kami ancam Pasal 406 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 2 tahun 8 bulan,” lanjut Kapolres.

Baca Juga: Ibu Melahirkan Sambil Berdiri, RS Pratama Jogja Pastikan Kondisi Bayi Sehat

Sementara terkait dengan motif pelaku, Kapolres mengungkapkan jika pelaku mengaku melempar helm ke kaca belakang ambulans karena kesal terhadap sirine dan klakson ambulans.

“Ia meyakini jika ambulans tersebut tidak sedang membawa pasien,” ucap Kapolres.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi adalah satu unit sepeda motor Honda Scoopy, satu buah helm, dan satu unit ambulans yang dirusak oleh pelaku.


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

Pemprov DIY Tak Lakukan Penyekatan dan Cek Poin di Perbatasan, Tapi...

Pemprov DIY tidak menerapkan kebijakan penyekatan arus lalu lintas di wilayah perbatasan, tetapi akan memeriksa kelengkapan pelaku perjalanan secara acak di wilayah perbatasan.

5.000-an Video & Foto Ditemukan di Rumah Sikaeee, Porno Semua?

Polisi menemukan sekitar 2.000 file video dan 3.700 foto porno di tempat tinggal Siskaeee

Tak Hanya di Bandara YIA, Siskaeee Bikin Video Vulgar di Tempat Ini

Pemeran video viral perempuan yang memamerkan kelamin dan payudara di Bandara YIA, Siskaeee, juga kerap membuat konten video porno atau vulgar di sejumlah tempat publik.

Yuk Mengenal Kabupaten Kulonprogo Lewat Tiga Buku Ini

Diluncurkannya ketiga buku tersebut bertujuan untuk menarik minat baca generasi muda dan memperkaya wawasan tentang sejarah Kulonprogo.

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Dukungan Semua Pihak

Keberadaan PKBM Generasi Merdeka dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan diharapkan dapat merangkul anak berkebutuhan khusus di Sleman.

Jelang Natal Ketersediaan Bahan Pokok di Bantul Terus Dipantau

Menjelang Hari Raya Natal ketersediaan sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Bantul terus dimonitor.

Sepekan Pasca-Banjir Lahar Dingin Merapi, Mata Air Bebeng Masih Rusak

Banjir lahar dingin Gunung Merapi menyebabkan mata air Kali Bebeng untuk kebutuhan air bersih warga 8 dusun di Sleman tertutup material.

Vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo Sasar Warga di Daerah Rawan Bencana

Lansia di daerah rawan bencana Kulonprogo menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Lahan Pertanian di Gunungkidul Semakin Susut, Ini Penyebabnya

Luasan lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kian menyusut karena beberapa faktor.

Asyiknya, Perpustakaan UGM Punya Creative Lounge, Ada Lapangan Golfnya

PT Pegadaian mendirikan The Gade Creative Lounge di Perpustakaan UGM Yogyakarta yang dilengkapi lapangan gol mini dan meja sepak bola.

Siskaeee Raup Keuntungan Hampir Rp2 Miliar dari Konten Tak Senonoh

Perempuan yang di dunia maya dikenal dengan sebutan Siskaeee ini mendapatkan keuntungan 123.205.30 Dollar Amerika atau setara lebih dari Rp1,75 miliar selama membuat konten tak senonoh.

Sukarelawan Covid-19 di Jogja Mulai Dapatkan Vaksin Booster

Meski vaksin booster sudah menyasar sukarelawan penanganan Covid-19, Pemkot Jogja memastikan belum akan ada booster untuk masyarakat umum dalam waktu dekat.

Pemkot Jogja Raih Anugerah Meritokrasi Kategori Baik dari KASN

Pemkot Jogja memperoleh skor 287,5 pada kategori Instansi Pemerintah pada Tingkat Provinsi/Kota.

Polisi Sita 2.000 Video dan 3.700 Foto Siskaeee, Pamer Payudara Semua?

Polisi menyita 2.000-an file video dan 3.700-an file foto yang tersimpan pada handphone Siskaeee dengan ukuran file kurang lebih 150 Gigabyte (GB).

Waspada, Belasan Pohon di Bantul Ambruk dalam Hitungan Jam

Ada dua kapanewon (kecamatan) di Bantul yang rawan bencana pohon tumbang. Warga diminta untuk memangkas pohon yang terlalu rimbun dan rawan tumbang.