Selasa, 19 Juni 2012 - 07:04 WIB

Tak prosedural, Polsek digugat Rp100 M

Redaksi Solopos.com  /  Aksara Solopos  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Surabaya [SPFM], Polsek Sukomanunggal Surabaya digugat 100 miliar rupiah oleh keluarga Sugeng Hariyadi, warga Jalan Menanggal V Surabaya. Polisi dianggap melakukan penangkapan yang tidak sesuai prosedur hingga merugikan orang lain. Selain menggugat, kuasa hukum pihak yang dirugikan akan melaporkan kasus itu ke Polda Jawa Timur. Langkah hukum itu diambil setelah Sugeng dinyatakan meninggal karena serangan jantung seusai diperiksa anggota Polsek Sukomanunggal Surabaya, pada 14 Juni lalu. Kuasa hukum keluarga Sugeng, Muhamad Soleh, Senin (18/6) mengatakan, keluarga korban masih menganggap banyak kejanggalan terkait prosedur penangkapan korban. Mereka menilai penangkapan itu terlalu prematur sebab tidak disertai dengan alat bukti yang kuat.

Sugeng dan temannya, Erik Hermawan, ditangkap anggota Polsek Sukomanunggal saat mereka melintas di kawasan Jalan Kupang Jaya, Surabaya. Keduanya ditangkap karena mondar-mandir dan dianggap mencurigakan oleh polisi. Saat menunggu Erik diperika, Agung tiba-tiba sesak nafas. Polisi sempat membawanya ke klinik terdekat, tetapi nyawa Sugeng tidak dapat diselamatkan. [kcm/dtp]

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif