Tutup Iklan
Tak Pernah Kemana-Mana, Petani Asal Jombor Sukoharjo Positif Covid-19
Ilustrasi hasil tes Covid-19. (Freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Seorang petani berjenis kelamin laki-laki asal Kelurahan Jombor, Kecamatan Bendosari terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, jumlah pasien positif corona di Sukoharjo bertambah satu orang menjadi 94 orang.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (3/7/2020), pasien positif asal Kelurahan Jombor sehari-hari bekerja sebagai petani. Beberapa pekan lalu, pasien itu memperbaiki rumah tanpa menggunakan masker.

Kemudian, pasien itu mengeluhkan sakit tenggorakan, batuk dan demam. Pasien Covid-19 itu dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo untuk mendapat perawatan medis. Saat dirawat di rumah sakit, pasien itu menjalani rapid test atau tes cepat dengan hasil reaktif.

Pemkab Sragen Tunggu Ini Sebelum Izinkan Kolam Renang Dibuka, Apakah Itu?

Lurah Jombor, Mursid Indarto Putro, mengatakan pasien itu juga menjalani rontgen thorax paru di RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo. Lantaran hasil rapid test reaktif, pihak RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo merujuk ke RSUD dr Moewardi (RSDM) Kota Solo untuk menjalani swab test.

"Hasil swab test dinyatakan positif corona. Saat ini, pasien positif itu masih dirawat intensif di RSDM Solo," kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat.

Menurut Mursid, pasien positif Covid-19 asal Jombor, Sukoharjo itu tak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah atau menerima kunjungan tamu dari luar daerah. Anggota keluarga pasien positif itu dikarantina mandiri di rumah. Dalam waktu dekat, mereka bakal menjalani rapid test sebagai screening deteksi antibodi tubuh.

Pedagang Besar dan Eceran di Solo Paling Banyak Dapat Restrukturisasi Kredit

"Sebelum sakit, pasien positif itu meminum saus tiram yang dikira sirup. Keesokan harinya, pasien positif itu menderita batuk dan bersin-bersin," ujar dia.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan jumlah akumulasi pasien positif corona per 2 Juli bertambah satu orang menjadi 94 orang. Gugus tugas masih mencari sumber penularan pasien positif asal  Jombor ini.

Sedangkan, karantina mandiri anggota keluarga pasien positif melibatkan gugus tugas di tingkat kelurahan dan ketua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho