Tak Perlu Galau Kalau Ada Benjolan di Payudara
Sri Pratomo. (Solopos.com-Humas JIH)

Solopos.com, SOLO — Kasus kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi yang dialami oleh perempuan. Perempuan dapat melakukan deteksi dini secara mandiri demi medeteksi benjolan payudara supaya perubahan yang berisiko serius bisa segera diatasi.

Benjolan pada payudara perempuan memiliki sifat ganas dan lunak. Namun, perempuan tidak perlu risau dengan benjolan pada payudara saat melakukan periksa payudara sendiri (Sadari).

Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter Bedah Rumah Sakit JIH Solo, Sri Pratomo, kepada Espos saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2020). Dia menjelaskan, Sadari membutuhkan waktu khusus. “Pemeriksaaan dapat dilakukan tujuh hari sampai 10 hari setelah menstruasi. Ketika itu kondisi kulit payudara paling tipis karena pengaruh hormon ekstrogen,” katanya.

Dampak Pidato BTS, ARMY China Ramai-Ramai Batal Beli Album Baru

Atom sapaan, akrabnya, menjelaskan cara periksa payudara sendiri dengan menghadap cermin dan melakukan perabaan tangan bagian dalam dari luar ke tengah payudara, membandingkan kedua payudara, meraba tekstur kulit, dan mengecek terjadi perubahan warna kulit atau tidak.

“Benjolan bisa muncul karena menstruasi. Kalau dua kali siklus menstruasi ada benjolan segera periksa ke dokter,” ungkapnya.

Berbagai Pemeriksaan

Dia menjelaskan, dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan penunjang antara lain ultrasonografi medis (USG), mammografi, dan biopsi untuk menentukan diagnosis. Benjolan yang bersifat jinak perlu dilakukan operasi dan benjolan bersifat ganas perlu penanganan lanjutan, antara lain kemoterapi atau radioterapi.

“Penyebab tumor belum ditemukan sampai sekarang enggak jelas tapi resiko terjadi tumor ada. Pola hidup tidak sehat, peminum alkohol, perokok, keluarga memiliki riwayat tumor yang sama, dan tidak punya anak. Tidak punya anak ada gangguan hormonal,” katanya.

Bentuk Grup Musik Anak Dear Juliets, Titi DJ Ciptakan Generasi Baru...

Atom mengatakan, kanker payudara merupakan jenis kanker penyebab kematian tertinggi yang dialami perempuan di dunia. Mayoritas subtipe kanker payudara yang dialami perempuan adalah  adenokarsinoma.

“Tumor ganas dapat menyebar. Bukan mengakar. Ikut pembuluh darah masuk ke hati. Masuk ke paru. Kanker payudara paling banyak menyebar ke paru dan hati. Kalau yang terdekat menyebar ke kelenjar di ketiak,” katanya.

Dia menjelaskan, diagnosis tumor di Indonesia sudah sangat modern mulai dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Rumah Sakit JIH memiliki kelengkapan fasilitas USG, patologi anatomi, mammografi dengan dokter berpengalaman.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom