Tak Perlu Antre, Urus Uji Kir Kendaraan di Sukoharjo Kini Bisa Online

Dishub Sukoharjo mulai akhir September ini melayani uji kir kendaraan niaga dan angkutan umum secara onlina dengan sistem pembayaran nontunai.

 Ilustrasi uji kir (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi uji kir (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, SUKOHARJO — Mengurus uji kir atau kelayakan kendaraan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo kini tak perlu datang langsung dan mengantre lama. Dishub segera menerapkan layanan uji kir secara online dan pembayaran nontunai mulai akhir September ini.

Kebijakan ini guna mempermudah pelayanan publik dan meningkatkan implementasi transaksi nontunai di tengah pandemi Covid-19. Kepala Dishub Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, mengatakan pengurusan uji kir secara online dan pembayaran nontunai merupakan bagian dari implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETP).

Pengurusan uji kir secara online bisa mengurangi antrian dan kontak fisik pemilik kendaraan bermotor niaga. Setiap hari, rata-rata jumlah pemilik kendaraan bermotor yang melakukan uji kir di Dishub Sukoharjo lebih dari 100 orang.

Baca Juga: Jebol Plafon Konter, 2 Maling Gasak Puluhan HP di Kartasura Sukoharjo

“Pelayanan uji kir sempat ditutup selama beberapa hari saat awal masa pandemi. Dengan sistem online, tak ada lagi antrean yang berisiko pada penularan Covid-19,” katanya saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (27/9/2021).

Dishub Sukoharjo menggandeng Bank Jateng yang menangani pembayaran uji kir nontunai. Pemilik kendaraan bermotor menerima kode ID billing saat mengisi formulir pendaftaran. Selanjutnya, pemilik kendaraan bermotor bisa membayar uji kir melalui sistem online yang tak butuh waktu lama.

Mempermudah Transaksi

Toni menyebut pembayaran uji kir nontunai juga mempermudah transaksi serta efisiensi waktu bagi para pemilik kendaraan bermotor. “Tak perlu lagi mengantre selama berjam-jam di lokasi uji kir. Era digitaliasasi menuntut beragam pelayanan publik lebih praktis, cepat, dan mudah,” ujarnya.

Baca Juga: DKK Sukoharjo: Target Vaksinasi Seharusnya 23.400 Orang/Hari

Penerapan sistem online diharapkan memberikan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Sukoharjo melalui retribusi serta dana pihak ketiga (DPK) Bank Jateng. Tak menutup kemungkinan, layanan publik lain bakal menerapakan hal serupa.

Di beberapa daerah lain, lanjut Toni, kebijakan serupa telah diterapkan dengan mengoneksikan sistem pembayaran dengan database agar efisien dan efektif. “Penerapan pengurusan dan pembayaran uji KIR dengan sistem online sangat relevan dengan kondisi pandemi yang belum hilang sepenuhnya,” ujarnya.

Baca Juga: 22 SMA/SMK Sukoharjo Sudah PTM, Ini Daftarnya

Seorang sopir mini bus Wahyu Putera asal Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Aryanto, mengatakan tak mempermasalahkan penerapan pengurusan uji KIR dan pembayaran nontunai.

Namun, menurutnya, tak semua sopir atau kernet bus memahami cara pengurusan uji KIR secara online. “Harus ada petugas yang membantu sopir atau kernet bus saat hendak mengurus uji KIR secara online. Begitu pula saat membayar uji KIR juga harus ada yang mengarahkan agar tidak keliru,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.