Tak Penuhi Panggilan Polda Metro Terkait Kasus Ancaman Kekerasan, Faktor Kesehatan Jadi Alasan Jerinx

Jerinx dilaporkan pegiat media sosial ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan ancaman kekerasan yang berawal dari perdebatan di dunia mayat.

 Penabuh drum Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). (Antara)

SOLOPOS.COM - Penabuh drum Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) berjalan meninggalkan Lapas Kerobokan, Bali, Selasa (8/6/2021). (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Drummer Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx, batal memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Senin (26/7/2021) ini. Sedianya, Jerinx akan diperiksa terkait kasus dugaan ancaman kekerasan yang ia lakukan terhadap pegiat media sosial Adam Deni Gearaka.

Jerinx yang pernah mendekam di penjara karena cuitan “IDI kacung WHO” ini mengklaim dirinya tidak mangkir panggilan polisi. Melainkan karena ada alasan kesehatan yang membuatnya tidak bisa memenuhi panggilan tersebut.

“Bukan karena saya mangkir melainkan adanya kendala teknis pada riwayat kesehatan saya yang menjadi salah satu sarat mutlak penerbangan,” tulis Jerinx melalui akun Instagram @_jrxsid_, Senin.

Baca Juga: Jerinx Kembali Berulah di Instagram, Kali Ini Marah-Marah ke BCL

Dalam unggahannya, Jerinx juga menegaskan bahwa dirinya akan bersikap kooperatif dengan penyidik kepolisian yang untuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

“Saya tegaskan kembali sikap saya pada prinsipnya bila ada panggilan dari penegak hukum, saya akan hadir kapan dan dimana saja baik itu dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Bali atau di mana pun,” tambahnya.

Meski demikian Jerinx berharap kasusnya dengan Adam Deni masih bisa diselesaikan secara damai dengan restorative justice.

“Saya sangat berharap laporan polisi yang dibuat oleh AD [Adam Deni] ini bisa selesai dengan baik dan penegak hukum tetap mengedepankan semangat restorative justice mengingat saya dilaporkan UU ITE atas tuduhan ancaman kekerasan dan menakut-nakuti orang lain,” pungkasnya.

Baca Juga: Jerinx Bebas Murni Setelah Bikin Grup Band Antrabez di Penjara

Kronologi Jerinx vs Adam

Diketahui, Polda Metro Jaya Senin ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Jerinx setelah yang bersangkutan dilaporkan oleh Adam Deni Gearaka terkait dugaan tindak pidana ancaman melalui media elektronik.

Tindakan pengancaman ini bermula saat Deni ???berkomentar terkait pernyataan Jerinx soal artis yang disponsori Covid-19 melalui media sosial.

Komentar yang dilayangkan Deni pun menyulut perhatian artis asal Bali itu sehingga menjadi pemicu pertikaian.

Selang beberapa lama, akun Instagram Jerinx pun hilang. Jerinx lalu menuduh Deni sebagai orang yang bertanggung jawab atas hilangnya akun Instagram itu.

Jerinx pun sempat menghubungi Deni dan mengancam melakukan tindak kekerasan. Atas ancaman tersebut, Deni sempat berniat membuka pintu mediasi dengan Jerinx.

Baca Juga: Dituntut 3 Tahun Penjara Kasus “IDI Kacung WHO”, Begini Tanggapan Jerinx

Namun upaya tersebut tidak berjalan mulus dan Deni pun melaporkan Jerinx ke Polda Metro Jaya. Jerinx secara resmi dilaporkan pada 10 Juli 2021. Keterangan pelaporan itu diunggah Deni melalui akun Instagram @adngadn.

Dalam keterangan pelaporan, Jerinx dijerat dengan Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 Junto Pasal 45 huruf b UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor tahun 2008 tentang UU ITE.

Berita Terkait

Berita Terkini

Dilaporkan ke Polisi, Kubu Haris Azhar: Kami akan Buka Semua Kebusukan Luhut Cs.

Luhut Binsar Pandjaitan beserta TNI/Polri terdeteksi terkoneksi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Madinah Qurrata’Ain (PTMQ).

Klaster Corona Muncul di Sejumlah Sekolah, Nadiem: PTM Jalan Terus!

Sekolah bakal ditutup sementara jika ada klaster corona yang ditemukan.

Dilaporkan Menteri Luhut ke Polisi, Pembela HAM Mengadu ke Komnas HAM

Jika tuntutan ganti rugi itu dikabulkan hakim, Luhut ingin uang tersebut diserahkan kepada rakyat Papua.

Kunjungan Kerja Di Cilacap, Presiden Jokowi Sempatkan Lepas Tukik di Pantai Kemiren

Selain sejumlah agenda kegiatan, Presiden Jokowi menyempatkan diri melepas tukik atau anak penyu di Pantai Kemiren, Cilacap.

Ada 9 Agenda Penting RI di Sidang Umum PBB. Apa Saja?

Pertemuan para Menlu dari negara G20 dengan mengajak setiap anggota turut mengatasi krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Sebulan Berlalu, Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Masih Gelap. Ada Apa?

Ada 55 CCTV yang diperiksa penyidik yang tersebar dari Kota Bandung menuju TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Penyerangan terhadap Ustaz Kerap Terjadi, Muhammadiyah: Polisi Harus Kerja Keras

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Goldenhardt mengatakan Ustaz Chaniago dipukul dengan tangan kosong.

Terbelit Kasus Suap, Berapa Harta Azis Syamsuddin?

Politikus Golkar itu juga tercatat memiliki cukup banyak koleksi kendaraan bermotor.

Alex dan Azis, Dua Batu Sandungan Partai Golkar Menuju 2024

Alex Noordin dan Azis Syamsuddin telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi yang berbeda.

Resmi! Eks Mensos Juliari Batubara Jadi Penghuni LP Tangerang.

Bila harta Juliari tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Dari Teman, Kini SBY dan Yusril Saling Berhadapan

Yusril berpendapat jangan ada partai yang dibentuk dan dikelola 'suka-suka' oleh para pendiri atau tokoh-tokoh penting yang dilegitimasi oleh AD/ART.

Sebelum Azis, 2 Pimpinan DPR Ini Lebih Dulu Jadi Pesakitan. Siapa Mereka?

Setya Novanto sempat mundur sebagai Ketua DPR pada Desember 2015.

Tuhan Tidak Tidur, Benarkah Azis Syamsuddin Tersangka?

Ketua KPK Firli Bahuri menunggu kedatangan Azis Syamsuddin pada Jumat (24/9/2021) besok.

Indahnya Musim Gugur di UNS Solo, Bikin Kangen Deh

Musim gugur di UNS Solo tiba yang ditandai dengan bunga angsana berguguran di kawasan danau setempat.

Kronologi Detail OTT Bupati Kolaka Timur yang Tersandung Suap Rp250 Juta

Kronologi detail konspirasi Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur, untuk berbuat curang dalam sejumlah proyek bersumber dana bantuan BNPB diungkap KPK.