Tak Peduli Bisnis, Umi Sepuh Hanya Ingin Nginap di Hotel Yusuf Mansur

Umi tertarik ikut investasi karena ingin merasakan tidur di hotel yang saat itu dikampanyekan Yusuf Mansur milik umat Islam dan untuk jemaah haji.

 Umi Hasanah,77, (kiri) saat diwawancarai wartawan Thayyibah.com Sudarso Arief Bakuama, 20 Januari 2022. (Thayyibah  Channel)

SOLOPOS.COM - Umi Hasanah,77, (kiri) saat diwawancarai wartawan Thayyibah.com Sudarso Arief Bakuama, 20 Januari 2022. (Thayyibah Channel)

Solopos.com, GARUT — Umi Hasanah, 77, salah satu peserta investasi Hotel Siti yang digalang Ustaz Yusuf Mansur tak memedulikan soal bisnis saat menanamkan uang Rp12 juta pada Mei 2013 silam.

Saat itu yang terpikir di benaknya hanyalah bisa menginap di hotel yang disebut-sebut sebagai yang pertama milik umat Islam dan diperuntukkan bagi jemaah haji tersebut.

PromosiSering Diburu, Burung Rentan Punah di Indonesia Paling Tinggi di Dunia

“Tertarik hotelnya, kan mau naik haji, sudah berbunga-bunga (dapat kuota haji). Nanti nginapnya di hotel, tidak di asrama haji,” ujarnya sambil tersenyum saat diwawancarai wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama pada 20 Januari 2022.

Sudarso mengizinkan hasil wawancaranya dikutip Solopos.com, Minggu (23/1/2022).

Baca Juga: Yusuf Mansur: Hotel Siti Sudah Diwakafkan

Usianya yang sudah 77 tahun membuat suara Umi Sepuh, demikian ia biasa dipanggil, tak terlalu terdengar jelas. Beberapa kali suaranya bergetar saat bercerita.

Didampingi tujuh anak perempuannya, Umi menuturkan mengetahui informasi tentang investasi pembangunan hotel itu dari acara Wisata Hati yang diasuh Ustaz Yusuf Mansur di salah satu stasiun televisi.

Pada tahun 2013 tersebut, Umi sudah mendapat kuota untuk naik haji. Umi tertarik ikut investasi karena ingin merasakan tidur di hotel yang saat itu dikampanyekan Yusuf Mansur milik umat Islam dan untuk jemaah haji.

“Sudah dapat kuota. Terus pengin menginap di hotelnya umat Islam. Tahu hotelnya di dekat bandara (Bandara Soekarno Hatta). Jadi pas naik haji pengin nginap karena katanya ada morotal, ada dibangunkan tahajut,” ujar pensiunan guru agama yang mengaku memiliki 50 cucu tersebut.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Ditantang Tunjukkan Akta Wakaf Hotel Siti

Umi lantas mengambil uang Rp10 juta dari dana cadangan untuk naik hajinya tersebut untuk investasi patungan usaha hotel yang digalang Yusuf Mansur.

“Saya ambil Rp10 juta, yang Rp2 juta ditambahi anak keempat saya. Tapi pas naik haji tahun 2017 nginapnya di Asrama Haji, bukan di hotel,” tuturnya polos.

Umi pernah diajak salah satu anaknya mendatangi kantor Yusuf Mansur di Tangerang, Banten beberapa tahun setelah investasi. Namun di kantor tersebut dirinya tidak bertemu dengan dai kondang itu.

Umi juga mengaku pernah mendapat undangan pertemuan para investor hotel di Bandung. Dalam pertemuan itu, para investor mendapat pemberitahuan bahwa hotel yang merupakan patungan usaha umat Islam sudah beroperasi.

Baca Juga: Yusuf Mansur Sebut Hotel Siti Diwakafkan, Sudarso: Bohong Lagi Dia

“Cuma diberi tahu saja, tidak ada bagi keuntungan,” tuturnya.

Umi mengakui dirinya mendengar sebagian jemaah yang berinvestasi di Hotel Siti kini menggugat uang mereka kembali.

Saat ditanyakan apakah akan ikut meminta uangnya kembali, Umi mengatakan hanya berpasrah kepada Tuhan.

“Cuma minta sama Allah aja, ‘klo masih ada rejeki untuk anak keturunan saya.’ Minta aja kepada Allah, Allah nanti yang ngasih. Hanya kepada Allah saya bergantung. Anak saya kan jauh-jauh, allahu shomad. Kalau memang rezeki, ada rejeki anak-anak saya semoga dikembalikan. Curhatnya kepada Allah dengan doa-doa,” tutupnya.

Baca Juga: Ini Bukti Yusuf Mansur Kembalikan Dana 2.500 Investor Hotel Siti

Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur mempersilakan pihak-pihak yang merasa ia rugikan untuk menghubungi timnya atau mendatangi kantornya sembari membawa bukti sertifikat.

Salah satu yang sudah mendapatkan pengembalian investasi adalah Mokhamad Soleh Bakhri, warga Desa Wates, Kecamatan Magersari, Mojokerto, Jawa Timur. Soleh mendapatkan kembali uang yang ditanam sejak 2012 itu setelah menghubungi Ketua Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Muhammad Rofii Mukhlis.

Pria berjuluk Gus Rofii itu menjadi mediator Yusuf Mansur dengan orang-orang yang mengaku sebagai korban investasi yang digalangnya.

Investor lainnya yang mendapatkan pengembalian investasi adalah Mira, warga Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat. Yusuf Mansur dan timnya mendatangi Mira dan menyerahkan uang senilai Rp16 juta dari investasi senilai Rp12 juta yang ditanam Mira pada 2012. Kelebihan Rp4 juta tersebut disebut Yusuf Mansur sebagai uang kerahiman dan bukan bunga.

Tim Yusuf Mansur mengunggah pertemuan dengan Mira itu di kanal Youtube Daqu Channel, beberapa pekan lalu.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Stok Melimpah, Jokowi Kembali Buka Ekspor Minyak Goreng

Menurut Jokowi, dirinya kembali membuka ekspor minyak goreng karena pasokan di pasar melimpah pada bulan ini.

Fajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Pemulihan industri penerbangan telah mulai di sejumlah negara. Mudik Lebaran 2022 menjadi laksana fajar merekah pertanda pemulihan industri penerbangan domestik Indonesia.

Sosok Lin Che Wei, Pembongkar Kasus Lippo yang Terjerat Kasus Migor

Analisis Lin Che Wei sempat menuai kontroversial karena membongkar skandal di Bank Lippo pada 2003.

Dea Onlyfans Hamil dan Minta Tak Ditahan, Ini Aturan Hukumnya

Dea OnlyFans meminta polisi tidak menahannya karena dirinya sedang berbadan dua.

Keren! Pemilik Miyago Naknan Dapat Suntikan Dana dari Menteri Investasi

Bukan hanya pemilik Miyago Naknan, terdapat tiga mahasiswa lainnya yang juga memperoleh suntikan dana segar dari Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Pulau Terkecil di Dunia Ternyata di Indonesia, di Sini Lokasinya

PBB mengakui Pulau Simping di Singkawang Kalimantan Barat merupakan pulau terkecil di dunia.

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Kinerja Kabinet Jokowi Kian Terpuruk karena Menteri Sibuk Kampanye

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengatakan manuver politik para menteri Jokowi tidak hanya menimbulkan persoalan moral dan etika, tapi juga kontradiksi kompleksitas sistem presidensial.

Kisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Dalam mitologi Yunani, Medusa dikenal sebagai sosok wanita cantik jelita yang dikutuk berambut ular namun memiliki kekuatan yang mematikan.

Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Sistem pengajaran yang memerdekakan adalah jalan terbaik memulihkan sektor pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Semua negara di kawasan ini harus bekerja sama memulihkan sektor pendidikan.

Hadir di UKSW, Menteri KKP Ungkap Strategi Ekonomi Biru dan Riset PT

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam ajang Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Leaders Forum hari ke-2 yang berlangsung di Balairung Universitas.

Mengintip Isi Cawet, Desa Nan Indah di Pemalang

Inilah pemandangan indah di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PT BSI (BRIS) Akan Right Issue Kuartal III/2022, Segini Nilainya

Kuartal III/2022, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. (BRIS) akan melakukan right issue sebagai upaya penambahan modal.

Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Di Paytren Wirda Mansur menjabat Direktur Inovasi & Pengembangan.

Ketika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Film Srimulat: Hil yang Mustahal diawali adegan kelompok lawak Srimulat yang sedang populer terganggu penampilannya karena kemunculan pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One).

Wirda Mansur dan Kuasa Hukum Paytren Beda Suara, Siapa yang Bohong?

Pernyataan Wirda Mansur itu berbeda dengan pengakuan kuasa hukum Paytren yang menjadi wakil dalam perundingan tripartit atas gugatan 14 karyawan di Kantor Disnaker Bandung.