Ilustrasi mayat. (Solopos/Dok)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga Dusun Kismorejo RT 005/RW 007, Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Hasan Basri Pulungan, 69, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (18/9/2019) pukul 06.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Hasan diduga meninggal tiga hari sebelum ditemukan. Rabu pagi itu anak keduanya, Bastian, yang bekerja di salah satu pusat perbelanjaan di Solo Baru, Sukoharjo, datang menjenguk ayahnya.

Hasan yang memiliki tiga orang anak tinggal terpisah dari anak-anaknya. Semua anaknya tinggal di tempat lain. Setiap pekan Bastian menjenguk ayahnya.

Bastian datang dan melihatnya ayahnya tergeletak di amben berusaha membangunkannya. Tetapi, ayahnya tidak menyahut. Bastian lantas mengabari kerabat yang tinggal tidak jauh dari rumah ayahnya, Upik Suwarsi.

Upik menuturkan kali terakhir bertemu dengan Hasan pada Senin (16/9/2019). Saat itu Upik mengantarkan bubur untuk sarapan Hasan.

"Saya rutin mengantar bubur setiap pagi untuk sarapan. Dia [Hasan] yang meminta dikasih bubur saja. Saya terakhir mengantar bubur itu Senin pagi," kata Upik saat berbincang dengan wartawan di lokasi kejadian.

Upik mengingat kejadian Senin lalu saat Hasan terbaring di amben di ruang tamu. Menurut Upik, Hasan masih bernapas tetapi tidak menjawab saat diajak berkomunikasi.

Upik menduga Hasan sedang tidur. Dia mengaku tidak mengecek lebih jauh kondisi Hasan karena tergesa-gesa mengantar anaknya ke sekolah. Sehari-hari, Hasan membuka usaha tambal ban.

"Selasa saya tidak mengantar bubur karena saya kurang enak badan," tutur dia.

Upik mengatakan Hasan tinggal bersama seseorang yang menyewa kamar di rumahnya. Namun, dia tidak tahu siapa orang yang menyewa kamar tersebut.

Polisi, pemerintah Kecamatan dan Desa Jaten, petugas Puskesmas Jaten I, anggota BPBD Karanganyar, PMI Cabang Karanganyar, sukarelawan, dan lain-lain datang ke lokasi untuk mengecek tempat kejadian dan kondisi jenazah.

Kepala Puskesmas Jaten I, Y. Iwan Christiawan, memperkirakan Hasan sudah meninggal sejak Senin. Hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Hasan memiliki riwayat gagal ginjal. Kami menemukan buku kontrol. Diagnosis dari rumah sakit, gagal ginjal kronis," ujar dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten