Tak Mau Kalah Sama Puan Maharani, Baliho Airlangga Hartarto Ikut Sesaki Ruang Publik

Perang baliho sejumlah politikus nasional mulai menyesaki ruang publik di berbagai daerah.

 Baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartarto di Malang. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartarto di Malang. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Aura kampanye pilpres 2024 perlahan kental terasa. Sejumlah baliho politikus nasional mulai memenuhi ruang publik di berbagai daerah.

Setelah baliho Ketua DPR RI, Puan Maharani, banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia, kini Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, pun tak mau kalah. Baliho Menko Perekonomian itu juga banyak dijumpai di sejumlah wilayah di Indonesia.

Jika PDIP menyanggah pemasangan baliho Puan Maharani berhubungan Pilpres 2024, sebaliknya Partai Golkar justru terang-terangan mengakuinya. Pemasangan baliho Airlangga capres 2024 tertuang dalam Surat Perintah Partai Golkar Nomor Sprin-23/DPP/GOLKAR/VII/2021 seperti dikutip pada Senin (5/7/2021) lalu.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membenarkan surat perintah tersebut.

Baca Juga: Seolah Kejar Puan, Baliho Cak Imin Mulai Bertebaran

Namun keterangan berbeda disampaikan Ketua Golkar Jatim, Sarmuji. Dia mengatakan baliho-baliho yang dipasang di wilayahnya untuk mengenalkan Airlangga sebagai Ketum Golkar. Dia juga menepis pemasangan baliho karena instruksi.

“Karena Ketua Umum harus dikenalkan juga ke masyarakat,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Puan dan Airlangga “Bersanding” Di Malang

Di Kota Malang, Jawa Timur, baliho Airlangga tersebar di sejumlah lokasi. Selain itu, banyak pula baliho politikus lain seperti Puan Maharani pastinya, kemudian Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) dan Agus Harimurti Yudhoyono (Ketum Partaid Demokrat).

Uniknya, ada baliho Puan Maharani dan Airangga Hartarto yang berdampingan. Baliho Puan dan Airlangga yang berdampingan itu berada di Jalan MT Haryono, Kota Malang, atau tepat di depan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Baca Juga: Sindiran Nylekit Ganjarist Soal Baliho Puan Maharani di Mana-Mana

Selain foto atau gambar, ada narasi di baliho berbentuk vertikal itu. Baliho Puan sebagai Ketua DPR RI bertuliskan “Kepak Sayap Kebhinnekaan” dengan logo PDIP di atasnya.

Sedangkan, baliho Airlangga dengan background warna kuning bertulis “Kerja Untuk Indonesia” pada pojok kiri atas. Pada bagian tengah tertulis Airlangga Hartanto 2024. Akun media sosial milik Airlangga turut dicantumkan di bawah gambar.

Baliho Airlangga juga terlihat mejeng di sejumlah ruas jalan Serang Raya, Serang, Banten. Di titik-titik strategis jalan arteri tengah kota dan perlintasan kendaraan bermotor terpampang wajah politisi Ketum Partai Golkar itu.

Wajah Airlangga terpampang mulai dari jalan raya Jakarta Lingkungan Pakupatan menuju pintu masuk Terminal Pakupatan yang melayani transportasi antarkota antarprovinsi. Jalur arteri di Jalan Ahmad Yani, spanduk Airlangga paling banyak terpampang mulai dari perempatan Ciceri hingga menuju alun-alun kota, dan sejumlah lokasi lain.

Baca Juga: Ongkos Pasang Baliho Partai di Solo Bisa untuk Beli Ratusan Oxygen Concentrator

Popularitas Pas-Pasan

Terlepas dari perbedaan keterangan, Golkar memang tampaknya perlu mengenalkan sosok ketumnya ke masyarakat. Berdasarkan survei terbaru dari Indostrategic, popularitas Airlangga terbilang pas-pasan.

Popularitas Airlangga yang terekam dalam survei itu hanya 31,5%. Sedangkan tingkat kesukaannya hanya 20,4%. Padahal Airlangga punya posisi strategis di pemerintahan, yakni sebagai Menko Perekonomian serta Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Popularitas Airlangga jauh di bawah Prabowo, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, AHY, Ridwan Kamil, Puan Maharani, bahkan Menkeu Sri Mulyani. Namun Airlangga lebih baik dibanding Ketum PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.

Survei indostrategic tersebut dilakukan pada 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode multistage random secara tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2%.

Berita Terkait

Espos Premium

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Pebisnis Besar Berebut Kue Lezat Bisnis Pusat Data

Ekosistem digital tengah merebak di Indonesia seiring penetrasi Internet yang semakin meluas sehingga kebutuhan penyimpanan data semakin tinggi. Selama ini data penduduk Indonesia berada di luar negeri sehingga penarikan informasi memakan waktu dan jarak yang jauh.

Berita Terkini

Solopos Hari Ini: Data Klaster Simpang Siur, Akhir Petualangan Azis Syamsuddin

Kesimpangsiuran data Covid-19 masih menjadi masalah dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air. Termasuk data soal klaster pembelajaran tatap muka (PTM).

Demi Mimpi ke Senayan, PKP Menggandeng Milenial

Demi mimpi ke Senayan, Partai Keadilan Persatuan (PKP) menggandeng kalangan milenial pada Pemilu 2024 mendatang. 

Dukungan untuk Prabowo dan Dendam Wiranto dalam Vonis Penjara Kivlan Zen

Kivlan Zen adalah pendukung berat Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Demi Atur Kasus, Azis Syamsuddin Janjikan Rp4 Miliar ke Penyidik KPK

Azis Syamsuddin diduga memberikan suap kepada mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus kasus.

Bejat! Anak Disetubuhi Dukun Karena Ibu Ingin Kaya

Kasus orang tua mengorbankan anak demi pesugihan kembali terjadi. Seorang ibu menyerahkan putri kandung kepada dukun cabul agar cepat kaya.

Azis Syamsuddin Ahli Hukum yang Terjerat Hukum, Akankah Kariernya Tamat?

Azis Syamsuddin adalah ahli hukum yang terjerat kasus hukum.

Junior Setya Novanto, Berikut Profil Azis Syamsuddin yang Ditangkap KPK

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka sejumlah kasus korupsi.

Resmi! Azis Syamsuddin Pimpinan DPR Ketiga Yang Terjerat Kasus Korupsi

Azis Syamsuddin akhirnya resmi menjadi pimpinan DPR ketiga yang terjerat kasus korupsi.

Walah! Bupati Solok Ngamuk Saat Sidang Paripurna DPRD

Ribut-ribut di Kabupaten Solok belakangan semakin memanas, setelah adanya konflik antara Ketua DPRD dengan Bupati Solok.

Alasan Isolasi Mandiri Tak Diterima, Azis Syamsuddin Dijemput Paksa

Tim KPK menjemput paksa Azis Syamsuddin dan digelandang ke Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/9/2021) malam.

Sambut Mahasiswa Baru, ITNY Gelar PPTMB 2021

Sebelum PPTMB ITNY digelar, ITNY telah mempersiapkan mahasiswa memasuki kehidupan di kampus dengan menggelar serangkaian webinar pengembangan diri bagi mahasiswa baru.

Mangkir dari Panggilan KPK, Benarkah Azis Syamsuddin Isoman?

Surat permohonan penundaan atas namanya, Azis meminta agar pemeriksaan terhadapnya dilaksanakan pada 4 Oktober 2021.

Dukun Penemu Ramuan Anticorona Sri Lanka Meninggal Akibat Varian Delta

Dia sebelumnya mempromosikan sirup buatan dukun White yang diklaim ampuh melawan virus seumur hidup.

Mengaku Lagi Isoman, Azis Syamsuddin Mangkir Panggilan KPK

Azis Syamsuddin tak memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa hari ini dengan alasan sedang isolasi mandiri. Ia meminta pemeriksaan diundur pada 4 Oktober 2021.

Anggota TNI yang Ditemukan Tewas, Ditusuk Saat Mencoba Melerai Perkelahian

Sertu Yorhan Lopo dari Menzikon Puziad TNI AD akhirnya tewas setelah berlari 50 meter akibat ditusuk Ivan Victor Dethan karena mencoba melerai perkelahian.