Tak Lolos PPPK, Guru Honorer Datangi DPRD Sragen Ajukan 7 Tuntutan

Sejumlah guru honorer di Sragen yang tergabung dalam Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Umur 35 Plus (GTKHNK 35+) Sragen minta penambahan formasi PPPK untuk mengakomodasi mereka.

 Ilustrasi guru honorer (Dok/JIBI)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi guru honorer (Dok/JIBI)

Solopos.com, SRAGEN — Sejumlah guru honorer yang tergabung dalam Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori Umur 35 Plus (GTKHNK 35+) Sragen mendatangi DPRD Sragen, Kamis (6/1/2022). Mereka menyampaikan tujuh tuntutan kepada wakil rakyat tersebut.

PromosiPetani Belum Menjadi Subjek Utama Proyek Nasional Kedaulatan Pangan

Kedatangan GTKHNK 35+ ini salah satunya dilatarbelakangi persoalan adanya guru honorer yang memenuhi syarat passing grade dalam seleksi kompetensi seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) namun dinyatakan tak lolos. Mereka juga meminta agar guru honorer yang tak lolos seleksi PPPK tetap diakomodasi alias tetap mengajar di sekolah masing-masing.

“Umpamanya disuruh membuka formasi lagi untuk yang lulus passing grade tetap akan dikasih tetapi menunggu aturan atau regulasinya. Formasi di Sragen ada 1.589 lowongan padahal pengajuannya 2.500 formasi. Jadi masih bisa terbuka tambahan formasi. Perkiraannya begitu,” kata Sekretaris GTKHNK 35+ Sragen, Bangun Supriyono.

Baca Juga: 447 Guru Lolos Seleksi PPPK Sragen, 353 Formasi Masih Kosong

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Sugiyamto, menyampaikan ada beberapa tuntutan yang diminta GTKHNK 35+. Salah satunya Pemkab harus mencarikan formasi ke pusat agar peserta uji kompetensi PPPK yang lolos passing grade dan tidak mendapat formasi tetap ditempatkan di sekolah-sekolah atau tetap diakomodasi.

“Saya menekankan ke Disdikbud supaya mendata secara kongkret peserta PPPK yang diterima atau tidak diterima di masing-masing sekolah. Peserta yang tidak diterima bisa ditempatkan dan tidak kehilangan jam mengajar. Kasihan mereka yang sudah puluhan tahun mengajar. Pemetaan itu bisa dilakukan setelah tes seleksi tahap III,” ujarnya.

Baca Juga: 2.065 Guru Honorer di Sragen Berebut 807 Formasi PPPK

Berikut Tuntutan Guru Honorer yang Lulus Passing Grade tapi tak lolos seleksi PPPK di Sragen:

  1.  Optimalisasi penambahan formasi PPPK bagi peserta passing grade (PG) di sekolah negeri pada tahun 2022 secara maksimal.
  2. Penambahan formasi di daerah pada mapel yang minim formasi, seperti PAI, bahasa Inggris, sejarah, bahasa Jawa, dll.
  3. Penambahan formasi disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan (pada sekolah masing-masing) berdasarkan jumlah GTT di negeri yang diusulkan oleh kepala sekolah masing-masing.
  4. Kepada teman-teman guru honorer yang tergeser oleh masuknya ASN PPPK karena tidak mendapatkan formasi agar tetap bisa dipertahankan sekolah masing-masing agar tidak terpengaruh dengan Dapodik dan bansos yang diadapatkan
  5. Penambahan nilai teknis afirmasi pada GTT negeri masa pengabdian 5 tahun 15 %, 10 tahun 50%, dan >15 tahun ke atas sebanyak 75 %.
  6. Bansos Honorer SD dan SMP bisa setara UMK Sragen terkini
  7. Penolakan penempatan pada optimalisasi di daerah yang bukan satu kewenangan atau tidak sesuai dengan NIK.

 

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Eksklusif! Gibran Buka-Bukaan, Siap Jadi Sales demi Kota Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka buka-bukaan mengenai rencana-rencananya dalam wawancara eksklusif dengan Presiden Direktur SMG, Arif Budisusilo.

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.