Kategori: Nasional

Tak Langsung Pulang, WNI dari Wuhan China akan Dikarantina 14 Hari


Solopos.com/Newswire

Solopos.com, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan tempat karantina dengan berbagai sumber daya dan fasilitas serta menyiagakan rumah sakit rujukan dalam proses pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari khususnya di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei, China, pada umumnya ke Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/1/2020), mengatakan pihak pemerintah telah menyiapkan kebutuhan sehari-hari termasuk asupan gizi dan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi WNI selama 14 hari masa karantina.

"Kami siap di manapun, landing pesawat, di manapun posisinya adalah karantina," kata Wiendra.

Esemka Jadi Mobil Dinas Pemkot Semarang, Ini Peruntukannya

Keputusan untuk melakukan karantina tersebut merupakan standar operasional prosedur mengikuti Regulasi Kesehatan Internasional (IHR 2005) yang telah ditetapkan. Hal itu dikarenakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan kasus wabah penyebaran novel coronavirus (2019-nCov) sudah menjadi kedaruratan global.

Wiendra menyebut pesawat yang terbang ke Wuhan untuk menjemput WNI akan diisi oleh delapan orang petugas pengamanan dari TNI AU, dan lima orang tenaga kesehatan. Tim kesehatan tersebut terdiri atas perawat, dokter umum, dokter spesialis paru, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dan dokter spesialis kesehatan jiwa.

WNI yang akan dipulangkan dari Wuhan akan dilakukan pengecekan kesehatan sebelum keluar dari China. Selama penerbangan tersebut kesehatan WNI terus dipantau oleh petugas kesehatan.

Alasan Politikus PKS Usul Legalkan Ekspor: Tumbuhan Ganja Tidak Haram

Sesampainya di Indonesia, WNI dari Wuhan termasuk petugas keamanan dan kesehatan yang mendampingi akan ikut dikarantina selama 14 hari. Masa karantina tersebut mengikuti masa inkubasi virus Corona tipe baru.

Kemenkes juga telah membuat panduan mengenai kegiatan yang akan dilakukan dalam masa karantina seperti menu makanan untuk pemenuhan gizi, kegiatan olahraga, dan kegiatan lain untuk mencegah stres.

Kemenkes juga menyiagakan rumah sakit rujukan khusus untuk penyakit infeksi baru di Jakarta yaitu RSUP Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, dan RSPAD Gatot Subroto. Rumah sakit tersebut dipersiapkan apabila ada WNI yang mengalami sakit setelah dari China.

Politikus PKS Usul Ekspor Ganja Dilegalkan, Istana Hati-Hati

RSPI Sulianti Saroso menyebut telah menyiagakan 11 ruangan isolasi yang ketat untuk masing-masing satu pasien, dan 150 petugas terkait proses isolasi.

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar