Kategori: Jatim

Tak Lagi Horor, Makam di Kota Madiun Dilengkapi Kebun Sayur dan Burung Merpati


Solopos.com/Abdul Jalil

Solopos.com, MADIUN -- Makam atau kuburan biasanya terkesan horor. Untuk mengikis kesan itu, Pengelola tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Madiun menata makam itu lebih bersih dan "cantik".

Di Makam Selo yang beraada di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, kita akan melihat permakaman yang tak biasa. Untuk masuk ke area makam, Anda harus melewati jembatan sesek yang dicat hijau dan merah muda. Selain itu, di atasnya dipasangi lampion berbentuk love.

Masuk di area pemakaman, ada kebun tanaman obat, kebun sayuran, serta kebun bunga. Tidak hanya itu, di area tersebut juga ada kandang burung yang terdapat belasan ekor merpati.

Bagi para peziarah juga lebih mudah untuk mencari makam yang dituju, karena pengelola makam sudah menata per blok. Di lahan seluas 5.000 meter persegi ini, peziarah lahan pemakaman ditata rapi dan dikelilingi beragam bunga.

Baca Juga: Bikin Geger! Ternyata Ini Isi Kardus Misterius di Terminal Madiun

Juru Kunci Makam Selo, Wiji, 63, mengatakan area pemakaman ini dibersihkan dan ditata karena sedang mengikuti lomba kebersihan makam tahun 2021. Lomba ini digelarPemerintah Kota Madiun. Makam Selo ini ditata dengan konsep kebun dan taman.

"Di area makam ini ditanami sayuran, tanaman obat, pohon pisan, dan ketela. Juga ada burung merpati 14 ekor," kata dia, Jumat (9/4/2021).

Area pemakaman juga dikelilingi beragam jenis tanaman bunga. Sehingga peziarah yang datang ke makam bisa lebih nyaman.

Kandang burung merpati yang ada di area Makam Selo, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (9/4/2021). (Solopos.com/Abdul Jalil)

Tak Lagi Angker

Penataan tersebut, kata warga Jl. Kiai Ageng Selo No. 43 ini, salah satunya bertujuan untuk mengikis kesan angker dan horor. Sehingga warga yang ingin berziarah, rombongan maupun sendirian, tidak takut, dan justru nyaman.

Baca Juga: Siklon Tropis Seroja Menjauh dari Indonesia, Namun Masih Bikin Cuaca Buruk di Jatim

Begitu juga saat malam hari, makam ini juga cukup terang. Ada sekitar 19 lampu yang menerangi area makam.

"Untuk sayuran, pisang, ketela, bisa dipanen warga. Jadi kalau ada yang datang berziarah, saat ada pisang yang sudah matang. Boleh diambil," ujarnya.

Tidak hanya itu, jalan di area makam juga dicat warna-warni. Begitu juga di sejumlah nisan makam juga dicat dengan beragam warna.

Ada juga toilet serta tempat wudu. Sedangkan perlengkapan pemakaman juga disediakan. "Tahun lalu, kami hanya juara harapan untuk lomba kebersihan makam. Kami berharap pada tahun ini bisa menjadi juara pertama untuk kebersihan desa," terangnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy