Tak Kantongi SKKH di Pasar Bekonang, Pedagang Sapi Bakal Diminta Pulang

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mewajibkan pedagang sapi di Pasar Bekonang membawa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) untuk cegah penularan penyakit mulut dan kuku.

 Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa memeriksa kondisi sapi di Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sabtu (14/5/2022). (Istimewa/Humas Pemkab Sukoharjo)

SOLOPOS.COM - Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa memeriksa kondisi sapi di Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sabtu (14/5/2022). (Istimewa/Humas Pemkab Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO – Penjual sapi di Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo  diwajibkan mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Pedagang sapi, khususnya yang berasal dari Kabupaten Boyolali, bakal diminta pulang jika tak mengantongi SKKH.

Kebijakan ini guna mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.

PromosiSerang Koloni Monyet Denmark 1958, Monkeypox Berevolusi Infeksi Manusia

Pada Sabtu (14/5/2022), Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Hewan Bekonang. Ia ingin memastikan seperti apa upaya pencegahan penularan penyakit PMK yang menyerang hewan ternak seperti sapi, domba, dan kambing di pasar itu.

Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo telah membentuk tim khusus untuk mencegah penyebaran penyakit PMK pada hewan ternak. “Pedagang sapi wajib membawa SKKH di Pasar Hewan Bekonang. Ini bentuk antisipasi penularan penyakit PMK. Jangan sampai Sukoharjo kebobolan,” kata Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Etik menyebut kondisi Pasar Hewan Bekonang cukup ramai menjelang Idul Adha. Sapi-sapi yang dijual tak hanya berasal dari Sukoharjo, melainkan daerah lain seperti Boyolali, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Pacitan hingga Salatiga. Karena itu, pengawasan distribusi hewan ternak diperketat guna mencegah penularan penyakit PMK.

Baca Juga: Menteri Pertanian Cek Kondisi Sapi Terjangkit PMK di Boyolali

Tim khusus bakal memeriksa kondisi kesehatan sapi yang hendak dijual. Petugas juga bakal memeriksa kelengkapan administrasi seperti SKKH.

“Kalau kondisi sapi sehat ya tidak masalah walaupun berasal dari Boyolali. Jika tidak membawa SKKH ya diminta pulang ke daerah asal. Cukup berisiko jika menularkan virus ke sapi lainnya,” ujar dia.

Kepala DPP Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyatakan belum ditemukan penyakit PMK pada hewan ternak di Kabupaten Jamu. Beberapa hari lalu, penyakit PMK ditemukan di sejumlah daerah di Jawa Timur dan Kabupaten Boyolali. Belasan ekor sapi terjangkiti PMK sehingga instansi terkait menutup sementara beberapa peternakan sapi guna mencegah penularan.

Selain pengawasan distribusi hewan ternak, petugas kesehatan hewan melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan dan peternakan secara rutin.

Baca Juga: Wow! Ada Wabah PMK, Harga Hewan Ternak di Jepara Malah Naik

“Ini bagian dari biosecurity guna mencegah penularan virus. Kami juga terus mengedukasi para peternak agar menjaga kebersihan kandang. Paling tidak dua kali dibersihkan pada pagi hari dan sore hari,” kata dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.

Video Viral Wali Kota Gibran Punguti Sampah di CFD Solo

Aksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka memunguti sampah di kawasan CFD Solo viral di media sosial.

Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran Sragen

Jenazah mantan Bupati Wonogiri, Oemarsono, dimakamkan di tanah kelahiran Dukuh Cungul RT 035, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022).

Ada Keluhan Mata, Rumah Sakit Mata Solo Siap Layani Kapan Pun

Rumah Sakit Mata, yang berada di Jl. Adi Sucipto No. 169 Solo tersebut terus berupaya memberikan layanan prima untuk masyarakat

Ada Kebijakan Pelonggaran, Bagaimana Nasib Penjual Masker di Sukoharjo?

Penjual masker di sejumlah kawasan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah optimistis penjualan tidak akan berkurang drastis meskipun pemerintah melonggarkan pemakaian masker di luar ruangan.

Ini Dia Partono, Sosok Ketua Forki Klaten Periode 2022-2026

Sekretaris Forki Klaten periode sebelumnya, Peltu AD (Purn) H. Partono, terpilih sebagai Ketua Forki Klaten periode 2022-2026.