Sekretaris DPRD Jawa Tengah Urip Sihabuddin. (Antara-Wisnu Adhi)

Solopos.com, SEMARANG — DPRD Jawa Tengah (Jateng) tak akan memberikan pin yang terbuat dari emas kepada anggota DPRD periode 2019-2024 yang akan dilantik Selasa (3/9/2019).

Sekretaris DPRD Jateng, Urip Sihabudin, mengaku pihaknya akan memberikan pin penanda kepada anggota DPRD terpilih saat pelantikan nanti tapi tidak terbuat dari emas. “Kita pin penandanya cukup yang biasa saja. Enggak perlu dari emas. Cukup dari kuningan saja, seperti yang banyak dijual di jalan,” ujar Urip saat dijumpai Semarangpos.com di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (2/9/2019).

Urip mengatakan pada acara pelantikan yang digelar di Gedung DPRD Jateng, Jl. Pahlawan No.7, Kota Semarang, Selasa nanti, anggaran yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar. Anggaran yang dikeluarkan dari Sekretariat DPRD Jateng hanya untuk membeli jamuan makan bagi tamu undangan.

“Kita anggaran untuk pelantikan enggak terlalu besar. Anggaran yang kita keluarkan hanya untuk indeks makan. Totalnya saya enggak hafal, tapi pastinya yang kita keluarkan hanya anggaran indeks makan dikali jumlah tamu undangan,” ujar Urip.

Urip mengatakan pada acara pelantikan nanti ada sekitar 955 tamu yang diundang. Tamu undangan itu berasal dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jateng, keluarga para anggota DPRD terpilih, serta masyarakat.

“Acaranya cukup sederhana. Hanya yang membedakan pelantikan kali ini akan diisi dengan pidato dari Ketua DPRD periode sebelumnya. Seremoninya sesuai dengan aturan dari Kemendagri,” ujar Urip.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Yuwono, tidak mempermasalahkan jika anggota DPRD yang baru dilantik mendapatkan pin penanda keanggotaan yang terbuat dari emas. Hanya saja, pemberian pin dari emas itu harus diimbangi dengan kinerja yang optimal bagi masyarakat.

“Menurut saya, emas itu kan enggak bisa luntur. Kalau untuk anggota DPRD yang masa kerjanya lima tahun kedepan, dapat pin emas enggak masalah. Enggak perlu didramatisasi. Mungkin secara kalkulasi besar, tapi kalau diimbangi dengan kinerja optimal enggak masalah,” ujarnya.

Pin dari emas sempat viral di media sosial setelah DPRD DKI Jakarta memberikan pin yang terbuat dari emas kepada anggotanya yang baru saja dilantik. Untuk membuat pin emas itu DPRD DKI Jakarta kabarnya mengucurkan dana mencapai Rp1,3 miliar.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten