Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.

 Monstera Variegata (wikipedia)

SOLOPOS.COM - Monstera Variegata (wikipedia)

Solopos.com, KARANGANYAR — Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.

Petani sekaligus pedagang tanaman hias dari Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Dwi Haryanto, menyampaikan Monstera dengan motif Variegata Marble juga sedang digandrungi. “Itu warnanya kayak warna yang disapukan ke daun menggunakan kuas. Lagi hits juga itu,” kata Dwi saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (15/9/2021).

Dwi menyebutkan harga Monstera Variegata Marble dalam kondisi fresh cutting Rp3 juta-Rp3,5 juta per daun. Harga itu setengah dari harga Monstera White Tiger mencapai Rp6 juta-Rp7 juta per daun.

Baca Juga: Objek Wisata di Karanganyar Masih Tutup, Pemkab Turunkan Lagi Target PAD

“Daun Monstera White Tiger kondisi bagus dan daun mecah itu Rp6 juta sampai Rp7 juta per daun. Standar harga Monstera Marble fresh cutting daun sudah mecah itu Rp3 juta sampai Rp3,5 juta per daun. Tapi memang barang [Monstera White Tiger] masih jarang,” ujar dia.

Dwi masih menyebut satu nama lagi, yakni Monstera Marmorata. Dia menggambarkan Monstera Marmorata tidak jauh beda dengan Monstera White Tiger. Hal yang membedakan adalah warna daun.

“Ada yang menyebut Monstera Marmorata sebagai Monstera Variegata Kuning. Kalau yang putih [White Tiger] kan sudah biasa booming dan harga tinggi. Kalau ini [Monstera Marmorata] itu kemungkinan booming masih 1,5 bulan ke depan,” harapnya.

Kisaran harga Monstera Marmorata Rp5 juta per daun. Khusus untuk Monstera Marmorata dalam kondisi daun pecah mencapai Rp7 juta per daun. “Untuk ini [Monstera Marmorata] ada stok. Banyak malahan. Rata-rata diambil orang Serang, Banten, DIY, Malang, dan Sukoharjo,” jelas dia.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Harga Monstera Naik 10 Kali Lipat di Masa Pandemi

Selain jenis Monstera, Dwi menceritakan tanaman hias lain berharga mahal. Salah satunya jenis Philodendron Kabel Busi Variegata. Tanaman dengan daun memanjang itu bisa dihargai Rp15 juta sampai Rp20 juta untuk daun kategori remaja.

“Saya pernah beli tanaman isinya tiga daun ukurannya sekitar tiga sentimeter. Itu Rp28 juta. Untuk saat ini, banyak pemain Philodendron dan Anthurium itu ramai. Kalau Monstera kan hanya pemain tertentu karena butuh modal banyak,” tuturnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sakit Menahun, Nenek-Nenek Asal Selogiri Wonogiri Gantung Diri

Diduga nenek asal Selogiri itu mengalami depresi karena sudah lama sakit asam urat sehingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Bupati Sragen: Dana Abadi Pesantren Jadi Kado Terindah di Hari Santri

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan pada Hari Santri 2021, para santri mendapat kado istimewa dari Presiden berupa Perpres No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang di dalamnya ada dana abadi pesantren.

Akun Pemkot Solo Kembali Diretas, Gibran: Tak Perlu Ganti Akun!

Meski sudah beberapa kali diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Gibran menegaskan tidak akan membuat akun instagram baru.

Round Up: Kunci Sukses Bos Wong Solo, Sukoharjo Izinkan Hiburan Musik

Puspo Wardoyo membeberkan kunci sukses menjadi pengusaha.

Boulevard 10, Hunian Terbaru Andalan Tirtamaya Residence

Tirtamaya Residences mengeluarkan tipe Boulevard 10 sebagai line up hunian terbaru yang siap ditempati.

Gerombolan Kera Liar Masuki Permukiman Warga Kebakkramat Karanganyar

Gerombolan kera liar memasuki rumah-rumah warga Dukuh Manggal, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, untuk mendapatkan makanan.

Jorok! 25 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Sukoharjo Tiap Hari

Sebanyak 25 ton sampah ditengarai dibuang sembarangan setiap harinya di wilayah Sukoharjo. DLH setempat memetakan ada 10-an tempat buang sampah liar.

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.