Tak Hanya Pajang, 2 Ranting Ini Juga Walk Out Saat Musran PDIP Solo
Lambang PDIP Perjuangan. (Detik.com)

Solopos.com, SOLO -- Aksi walk out karena kecewa dengan rekomendasi DPC PDIP Solo saat musyawarah ranting atau musran membahas reposisi kepengurusan ternyata tak hanya dilakukan Ranting Pajang.

Gejolak kekecewaan terhadap keputusan rekomendasi pengisi posisi ketua, sekretaris, dan bendahara ranting PDIP sudah tampak saat Musyawarah Ranting di PAC PDIP Serengan, Jumat (7/8/2020) malam.

Saat itu beberapa mantan pengurus ranting dua kelurahan tersebut melakukan aksi walk out karena kecewa dengan rekomendasi yang dikeluarkan DPC PDIP Solo.

Kecewa Rekomendasi DPC PDIP Solo Saat Musran, Rombongan Ranting Pajang Walk Out

Namun kedua ranting PDIP Solo yang walk out dari musran itu menyatakan akan tetap mendukung dan memenangkan Gibran Rakabuming Raka di Pilkada 2020.

Hal itu diungkapkan Yanto, eks Bendahara Ranting PDIP Joyotakan, saat dihubungi Solopos.com di nomor ponselnya, Jumat tengah malam.

Tidak Ada Evaluasi

“Seharusnya musran ini agendanya evaluasi. Ternyata tidak ada evaluasi, yang ada eksekusi. Hasil dari pramusran sama sekali tidak diindahkan,” terang dia.

2 Tersangka Tindak Kekerasan di Mertodranan Solo Tertangkap, Polisi Minta Pelaku Lain Serahkan Diri!

Yanto menerangkan nama-nama calon pengurus ranting yang sudah dijaring sebelum musran untuk mengisi struktur ketua, sekretaris, dan bendahara  atau KSB ranting, ternyata tidak direkomendasikan oleh DPC PDIP Solo.

Hal itu diketahui saat dibacakan rekomendasi struktur KSB Ranting PDIP Joyotakan oleh pimpinan musyawarah yang ditunjuk. “Nama-nama yang dari seluruh anak ranting usulkan ternyata tidak direkomendasikan oleh DPC,” kata dia.

Mengetahui hal itu, menurut Yanto, rombongan Ranting PDIP Joyotakan memilih walk out atau meninggalkan lokasi musyawarah. Pengurus ranting menilai selama satu periode terakhir telah bekerja cukup baik.

Bos Ternak Semut Rangrang Sragen Dicokok Polisi, Mitra Bingung Uang Puluhan Juta Belum Kembali

Dari pemilu ke pemilu menunjukkan kinerja positif. “Padahal kalau di organisasi kepartaian dari lima tahun ini sudah menunjukkan kinerja maksimal. Di setiap pemilu, kami selalu menang. Pemilu 2019 justru ada penambahan dari tiga kursi menjadi empat kursi. Pilpres 2019 perolehan suara kami juga meningkat,” imbuh dia.

Penuturan senada disampaikan eks Ketua Ranting Danukusuman, Marjiyanto. Menurut dia, rekomendasi DPC PDIP Solo untuk pengisian KSB Ranting PDIP Danukusuman saat musran dinilai tidak memuaskan.

Nama-nama yang direkomendasikan tidak sesuai hasil penjaringan (usulan) dari anak-anak ranting PDIP di Danukusuman.

Penjaringan Pramusran

“Yang penjaringan pramusran yang pesertanya semua anak ranting mengusulkan nama untuk calon KSB tidak diindahkan DPC. Bila DPC berdasarkan kinerja, kinerja kami tidak mengecewakan. Dari semua event pemilu Danukusuman di atas 60 persen. Yang direkomendasikan DPC PDIP Solo malah orang-orang baru semua,” kata dia.

Sudah 5 Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Otak Di Balik Kerusuhan Mertodranan Solo

Sebelumnya, aksi walkout dilakukan rombongan ranting PDIP Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo, saat Musran PDIP Laweyan di Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Senin (10/8/2020) malam.

Ketua Anak Ranting PDIP RW 008 Pajang, Subagyo Budi Santoso, saat ditemui Solopos.com seusai musyawarah mengaku kecewa dengan rekomendasi DPC PDIP Solo untuk jabatan Ketua Ranting PDIP Pajang.

Jabatan itu direkomendasikan DPC PDIP Solo kepada orang yang namanya tak ada dalam hasil penjaringan sebelum musran. "Akumulasi usulan saat pramusran dari 16 anak ranting ada empat nama yang terjaring dan kami usulkan untuk mengisi KSB ranting," jelas dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom