Tak Hanya Kartasura, Spanduk Tolak Aksi Anarkistis Kini Bertebaran Di Seluruh Sukoharjo
Warga membenahi spanduk bertuliskan menolak segala bentuk anarkisme yang terpasang di wilayah Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Selasa (20/10/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tak hanya kawasan Kartasura, spanduk hingga vandalisme bertuliskan menolak aksi anarkistis kini bertebaran pada berbagai wilayah Sukoharjo.

Belum jelas siapa oknum yang memasang spanduk dan membuat vandalisme tersebut. Berdasarkan pantauan Solopos.com, spanduk bertuliskan antara lain, "Warga Sukoharjo Menolak Aksi Anarkis, Aja Rusak Kotaku" itu tersebar hampir pada seluruh wilayah Sukoharjo.

Spanduk ini terpasang di pinggir jalan-jalan raya hingga kawasan perkampungan. Tak hanya spanduk saja vandalisme menolak aksi anarkistis juga banyak ditemukan di tembok-tembok bangunan.

50 Warga Sukoharjo Terjaring Razia Masker, Mayoritas Anak Zaman Now

Sejumlah warga Sukoharjo yang Solopos.com jumpai mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan spanduk menolak aksi anarkistis hingga vandalisme mulai terpasang. Termasuk siapa oknum yang memasang spanduk dan membuat vandalisme tersebut.

"Sudah hampir sepekan ini banyak spanduk tulisannya menolak aksi anarkistis di pinggir jalan. Tidak tahu siapa yang memasang," kata salah satu warga Mojolaban, Rustamto, kepada Solopos.com, Selasa (20/10/2020).

Warga Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Wijayanti, menyampaikan hal senada. Ia mengatakan banyaknya spanduk liar bertuliskan menolak aksi anarkistis juga terpasang dalam wilayah Solo Baru.

Kampanye Pilkada Solo: Bajo Akan Bangun Sektor Pariwisata Bernuansa Keraton

Ia tak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Menurutnya, spanduk itu sebagai ungkapan sikap warga Sukoharjo yang menolak aksi anarkistis.

Menjaga Wilayah

"Saya sebagai warga Solo Baru mendukung apa yang tertulis pada spanduk itu yakni menolak aksi anarkistis. Kami tidak ingin ada aksi anarkistis di sini," katanya.

Camat Grogol, Bagas Windaryatno, juga mengakui maraknya spanduk liar sampai vandalisme bertuliskan menolak aksi anarkistis dalam wilayahnya. Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti oknum yang memasang spanduk tersebut.

UNS Solo Lockdown 7 Hari, Seluruh Pegawai Bekerja Dari Rumah

Menurutnya, pemasangan spanduk menolak aksi anarkistis itu bentuk sikap warga menjaga wilayah Sukoharjo. "Spanduk itu isinya bagus yaitu bentuk kepedulian akan terciptanya suasana kondusif," katanya.

Bagas tidak mempermasalahkan masyarakat dalam menggelar aksi demo menyuarakan aspirasinya. Namun, aksi itu mestinya berjalan dengan damai tanpa ada aksi anarkistis.

Ia menambahkan aksi demo berujung ricuh pada beberapa daerah termasuk Kartasura belum lama ini membuat warga trauma. Selain itu aksi anarkistis yang terjadi dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal itu berdampak pada perekonomian dan kenyamanan aktivitas masyarakat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom