Tak Hanya Jual-Beli, Polisi Temukan Sertifikat Tanah di Bong Mojo

Polisi menemukan sertifikat hak milik di lahan bong Mojo selain kuitansi jual-beli lahan.

 Pengukuran lahan Bong Mojo, Jebres, Solo tersebut untuk memperjelas batas tanah milik Pemkot Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Pengukuran lahan Bong Mojo, Jebres, Solo tersebut untuk memperjelas batas tanah milik Pemkot Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO–Kasus jual-beli lahan di makam Bong Mojo, Jebres terus bergulir.

Tim gabungan Polresta Solo tak hanya menemukan fakta praktik jual-beli lahan, melainkan sertifikat lahan yang di makam Bong Mojo.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Tim gabungan terdiri atas Satreskrim Polresta Solo dan Satintelkam Polresta Solo telah melakukan serangkaian penyelidikan praktik jual-beli lahan di Bong Mojo. Penyidik juga telah menyita kuitansi sebagai barang bukti jual-beli lahan di makam Bong Mojo.

Fakta terbaru, tim gabungan juga menemukan adanya sertifikat tanah yang dimiliki warga penghuni lahan makam Bong Mojo. Padahal, status tanah tersebut merupakan aset Pemkot Solo.

Baca Juga: Pelaku Jual Beli Bong Mojo Solo Terancam Penjara-Denda Miliaran Rupiah

“Dari hasil penyelidikan ditemukan sertifikat tanah lahan makam Bong Mojo. Kami telah berkoordinasi dengan Pemkot Solo dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo terkait pencatatan aset daerah,” kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (12/8/2022).

Namun demikian, saat ini, penyidik tengah fokus merampungkan proses penyidikan kasus jual-beli lahan di makam Bong Mojo. Pekan depan, ada delapan orang hingga sembilan orang saksi tambahan yang akan diperiksa oleh penyidik.

Selanjutnya, penyidik bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka dan perannya dalam kasus tersebut. “Proses pengusutan kasus jual-beli lahan di makam Bong Mojo tidak akan berhenti.

Setelah proses penyidikan kasus jual-beli lahan rampung maka dilanjutkan dengan kasus sertifikasi tanah di lokasi yang sama. Jadi tahap kedua nanti untuk kasus sertifikasi tanah,” ujar dia.

Baca Juga: Ada 2 Calon Tersangka Jual Beli Lahan Makam Bong Mojo Solo, Siapa Saja?

Disinggung ihwal adanya mafia tanah, Kapolresta menyatakan ada oknum tak bertanggung jawab yang diduga melakukan praktik jual-beli makam Bong Mojo untuk keuntungan pribadi.

Modusnya, bermula dari pembersihan dan pemerataan lahan oleh oknum tak bertanggung jawab. Mereka nekat melakukan hal itu setelah lahan di makam Bong Mojo tak lagi difungsikan sebagai tempat permakaman.

Oknum tak bertanggung jawab itu meminta uang pengganti pembersihan dan pemerataan lahan kepada masyarakat yang hendak mendirikan bangunan di lokasi tersebut.

“Nominalnya bervariatif mulai Rp250.000, Rp500.000, Rp8 juta hingga yang paling besar Rp24 juta. Nanti kita lihat apakah benar benar ada mafia tanah di lahan makam Bong Mojo,” papar dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kreasso 2022 Berlangsung Offline di Hall Tirtonadi Solo, Panitianya Pelajar SMP

      Ajang Kreatif Anak Sekolah Solo atau Kreasso kembali digelar ada 2022 ini secara offline dengan melibatkan siswa-siswi SMP sebagai panitia.

      2 Pekan Penggalian, Pemkab Boyolali Selamatkan Situs Gumuk Watu Serut

      Pemerintah melakukan penggalian atau ekskavasi selama dua pekan pada Situs Gumuk, Watu Serut, di Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali.

      Catat Lur! Jalan KH Samanhudi Sukoharjo Ditutup 3-30 Oktober 2022

      Jalan KH Samanhudi Sukoharjo ditutup pada 3-30 Oktober 2022 karena adanya pengecoran jalan sepanjang 100 meter dekat trafict light (TL) Simpang Carikan.

      Cuci Celana di Sungai Nguter Sukoharjo, Warga Sragen Tewas Terseret Arus

      Cuci celana di Sungai Nguter, Sukoharjo, warga Kecamatan Masaran, Sragen, tewas terseret arus sejauh 400 meter, Kamis (29/9/2022).

      Mobil Ditumpangi Anggota DPRD Solo Dirusak di Minahasa, Diduga Ada Provokator

      Ketua Komisi I DPRD Solo Suharsono menyebut ada provokator saat kejadian mobil ditumpangi anggota Komisi I Hartanti dirusak warga di Minahasa, Sulawesi Utara.

      Konsisten Dukung Gerakan Indonesia Inklusif, Aqua Klaten Diganjar Penghargaan

      Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama, Pabrik Klaten (Aqua Klaten).

      Lahan Terdampak Proyek Underpass Simpang Joglo Solo, Warga: Kami Butuh Waktu

      Warga yang lahannya terdampak proyek pembangunan underpass di Simpang Joglo, Banjarsari, Solo, berharap diberi waktu untuk bersiap pindah sebelum lahan dibebaskan.

      Ketika Pimpinan PKI Gelar Pertemuan Kilat di Prambanan Klaten

      Peristiwa G30S sampai sekarang masih membekas di benak masyarakat Indonesia.

      Dulu sampai Sekarang, Sekaten Ajang Warga Cari Hiburan

      Tradisi Sekaten di Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu cara dakwah agama Islam juga sarana hiburan masyarakat dari dulu hingga sekarang.

      Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu dan Tempe di Pasar Boyolali Kian Mengecil

      Kenaikan harga kedelai sebagai imbas kenaikan harga BBM berdampak pada menurunnya penjualan tahu dan tempe di Pasar Boyolali.

      Kunjungan Wisatawan di Klaten Mulai Meningkat, Sudah Capai 15.000 Orang/Bulan

      Destinasi wisata di Klaten disebut-sebut mulai bangkit setelah dua tahun terpukul gara-gara pandemi Covid-19.

      Sakjose Mazzeh! Petani Milenial Klaten Kembangkan Aplikasi Sirojo & Sitampan

      Komunitas Petani Muda Klaten (KPMK) mengembangkan dua aplikasi sekaligus.

      Korban Ledakan Aspol Sukoharjo Luka Bakar 70%, Pemeriksaan Tunggu Pemulihan

      Polres Sukoharjo menunggu proses pemulihan korban ledakan di asrama polisi (aspol) Sukoharjo yang saat ini masih dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr Moewardi Solo (RSDM) karena mengalami luka bakar hingga 70%.

      Gawat! Sungai Bagor-Sungai Ujung di Klaten Ternyata dalam Kondisi Kritis

      Kondisi alur Sungai Bagor-Sungai Ujung dari hulu hingga hilir dalam kondisi kritis.

      Cerita Keluarga di Solo Hidup dari Jualan Rica-Rica Gukguk selama 4 Generasi

      Pedagang kuliner anjing atau rica-rica gukguk di Solo kebanyakan sudah berjualan turun-temurun mewarisi dari kakek dan ayah.