Ilustrasi Sungai Bengawan Solo. (JIBI/Solopos.com/Dok.)

Solopos.com, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan jika pencemaran Sungai Bengawan Solo tak hanya berasal dari limbah industri, terutama etanol.

Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu juga tercemar limbah peternakan yang tak memiliki instalasi pengolah air limbah (IPAL).

Hal itu diungkapkan Kepala DLHK, Teguh Dwi Paryono, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, awal pekan ini.

Teguh mengatakan pencemaran limbah peternakan ke Sungai Bengawan Solo ditemukan di wilayah Blora. Di wilayah itu, air sungai berwarna kehitaman dan mengandung fosfat serta bakteri Escherichia coli (E-coli).

"Analisis sementara, yaitu COD [chemical oxygen demand] dan DO [dissolved oxygen] menunjukkan ada fosfat dan E-coli melebihi ambang batas. Maka disinyalir ada buangan limbah dari industri, karena DO itu dari industri sedang E-col dari limbah peternakan," ujar Teguh.

Teguh mengungkapkan dari uji sampling yang telah dilakukan nilai baku mutu air Bengawan Solo mengandung fosfat di atas 0,3 miligram per liter. Sementara kandungan E-coli di atas 50/100 mililiter.

"Jika sampai masuk ke dalam tubuh manusia atau dikonsumsi sangat berbahaya. bahkan bisa menyebabkan kanker," imbuh Teguh.

Teguh mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi industri maupun peternakan yang berada di bantaran Bengawan Solo.

Ia menduga limbah peternakan yang mencemari Sungai Bengawan Solo tidak hanya berasal dari Jateng, tapi juga Jawa Timur (Jatim).

"Kalau limbah peternakan itu kemungkinan enggak hanya yang dari Jateng, tapi juga Ngawi [Jatim]. Mereka buang kotoran ternaknya langsung ke sungai, tanpa IPAL. Maka itu kita akan lakukan koordinasi lintas wilayah, juga dibantu kementerian," terangnya.

Pencemaran air Bengawan Solo juga terjadi di wilayah Soloraya. Air Bengawan Solo di wilayah Soloraya diduga tercemar industri etanol menyusul banyaknya pelaku industri ciu di wilayah tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten