Tutup Iklan

Tak Disangka, Anggota Satpol PP Sragen Ini Ternyata Sprinter Peraih Peringkat 13 Olimpiade 1984

Kardiono merupakan sprinter andalan Indonesia di Olimpiade 1984 bersama tiga rekannya yakni Christian Nenepath, M. Purnomo, dan Ernawan Witarsa.

 Kardiono (paling kanan) bersama empat rekannya yang turun di nomor lari 4 x 100 meter di Olimpiade 1984 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Istimewa-dok. Kardiono)

SOLOPOS.COM - Kardiono (paling kanan) bersama empat rekannya yang turun di nomor lari 4 x 100 meter di Olimpiade 1984 di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (Istimewa-dok. Kardiono)

Solopos.com, SRAGEN — Bergulirnya Olimpiade Tokyo 2020 pada 23 Juli-8 Agustus 2021 membangkitkan kenangan masa lalu dari Kardiono, 58, warga Sragen, Jawa Tengah.

Siapa sangka, anggota Satpol PP Sragen yang bertugas sebagai Kasi Trantib Kecamatan Jenar itu dulunya merupakan tulang punggung Indonesia di ajang Olimpade 1984 yang diselenggarakan di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).

Kardiono merupakan sprinter andalan Indonesia kala itu. Bersama tiga rekannya yakni Christian Nenepath, M. Purnomo, dan Ernawan Witarsa, Kardiono turun di nomor kuartet lari 4 x 100 meter putra.

Baca juga: Cara Makan Kurang dari 20 Menit di Warung agar Tak Langgar PPKM Level 4

Di luar dugaan, mereka mampu membukukan catatan waktu 40,43 detik pada seri ketiga babak pertama. Pencapaian itu memecahkan rekor nasional sebelumnya yakni 40,54 detik.

“Walau tidak meraih medali, pada Olimpiade di California, kami meraih ranking 13 dunia di nomor 4×100 meter putra,” kenang Kardiono yang pada saat itu masih berusia 21 tahun kepada Solopos.com, Senin (26/7/2021).

Kardiono (kedua dari kanan) bersama tiga atlet binaannya di Meteor Club Sragen
Kardiono (kedua dari kanan) bersama tiga atlet binaannya di Meteor Club Sragen. (Istimewa-dok. Kardiono)

Sebagai anak seorang petani, Kardiono tidak memiliki garis keturunan seorang atlet. Kegemarannya pada olahraga lari sejak kecil mengantarkan Kardiono menjadi sprinter andalan Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

“Kenapa dulu saya bisa jadi atlet nasional karena sejak kecil saya senang lari. Setiap ada lomba, baik di tingkat daerah, provinsi hingga se-Jawa dan Bali, saya selalu raih juara. Walau lahir dari keluarga petani, orang tua mendukung penuh saya,” ujar warga Sidomulyo, Toyogo, Sambungmacan, Sragen ini.

Baca juga: Bagas Berlaga di Panahan Beregu Olimpiade Tokyo Hari Ini, Keluarga di Klaten Kirim Doa

Kardiono muda biasa berlatih di lintasan atletik Stadion Taruna Sragen. Ada kalanya ia berlatih di kawasan Manahan, Solo, bersama Sri Handayani, mantan Kapolres Sragen, yang kala itu terjun di nomor lari gawang 110 meter putri. Berkat kerja kerasnya selama latihan, Kardiono kerap tampil di berbagai kejuaraan internasional.

Seleksi PNS Jalur Prestasi

Pada 1983, Kardiono ambil bagian pada SEA Games di Singapura. Di tahun yang sama, ia meraih peringkat 15 dunia pada ajang pekan olahraga dan seni mahasiswa di Canada. Pada 1984, selain meraih peringkat 13 dunia di Olimpiade di Los Angeles, Kardiono juga meraih Juara I di Asian Cup di Filipina.

Masih di tahun yang sama, Kardiono meraih Juara III di nomor 100 meter putra dan Juara I di nomor 4 x 100 meter dari ajang pekan olahraga dan seni mahasiswa di Malaysia. Pada 1985, Kardiono meraih medali perak pada nomor 100 meter putra pada ajang HUT Kemerdekaan Brunei Darussalam.

Baca juga: PPKM Level 4 Diberlakukan di 45 Kabupaten/Kota Luar Jawa-Bali

Pada 1986, Kardiono lolos seleksi menjadi pegawai negeri sipil (PNS) melalui jalur prestasi. Saat itu, Kardiono sebetulnya disiapkan untuk mengikuti Olimpiade 1988 di Seoul. Akan tetapi, karena alasan tertentu, ia memilih mundur.

“Saat itu, saya harus meramaikan Pilkades Toyogo. Atas kehendak masyarakat, saya dicalonkan. Saya terpilih sebagai Kades Toyogo periode 1989-1997,” ucap Kardiono.

Meski sudah pensiun sebagai atlet, Kardiono tetap mendedikasikan dirinya untuk pembinaan atlet usia dini di Sragen. Di Meteor Club yang ia dirikan, Kardiono memiliki banyak atlet binaan. Salah satunya adalah putri bungsunya, Yulita Dian Kardiono, 12.

Di usianya yang masih belia, Dian sudah menorehkan prestasi membanggakan seperti Juara I Kejuaraan Atletik Bahurekso Cup di Kendal 2018, Juara I Kejuaraan Atletik Kelompok Umur di Semarang pada 2019 dan 2020.

“Pada 2021, tidak ada kejuaraan atletik karena pandemi Covid-19,” ujar Kardiono yang bakal pensiun sebagai PNS pada Januari 2022.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dedy dan Suwardi Jadi Kandidat Kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen

Nama Dedy Endriyatno dan Suwardi mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen.

Vaksin AstraZeneca Tidak Diminati Lansia Klaten

Lansia di Klaten lebih suka vaksin Sinovac daripada vaksin AstraZeneca.

Round Up: Misteri Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Pada masa Kerajaan Pajang, lorong bawah tanah di Laweyan, Solo, itu diperkirakan menjadi jalur distribusi candu.

Unik, Buah Belimbing Milik Warga Wonogiri Ini Berwarna Merah

Buah belimbing berwarna merah itu dibagikan oleh akun Instagram @tani_ndezo pada Sabtu (27/11/2021).

Penting Banget, Percepatan Layanan Deteksi HIV pada Ibu Hamil

Penularan HIV bisa terjadi dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Paling Rentan, Ada 2 Pasien Tuberkulosis-HIV di Wonogiri

Pasien TB-HIV bisa ditangani di Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) melalui 13 puskesmas dan empat rumah sakit di Wonogiri.

UMK Naik Tipis, Ibu Buruh Pabrik di Solo Rela Nyambi Bersihkan Makam

Seorang ibu yang juga buruh pabrik di Solo harus memutar otak supaya penghasilan selama sebulan cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari, salah satunya rela membersihkan makan demi dapat penghasilan tambahan.

Belum Vaksinasi, Sejumlah ODHA di Wonogiri Tak Siap Ditanya Petugas

Sejumlah ODHA yang belum divaksinasi disebabkan belum siap menyampaikan riwayat penyakitnya kepada petugas.

Selamatkan Produksi Kakao, Indonesia Perlu Kemitraan & Industri Kreatif

Pola kemitraan dan penumbuhan industri kreatif olahan biji kakao berpotensi menyelamatkan produksi kakao Indonesia.

Kreatif! PKK Klaten Bikin Video untuk Kampanyekan Vaksin

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten membuat video kreatif untuk mengedukasi warga terkait pentingnya vaksin.

Seruduk Truk Tronton Parkir di Jalan Solo-Sragen, Bodi Truk Ini Ringsek

Sebuah truk ringsek setelah menyeruduk truk tronton boks yang parkir di jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan Warung You Sri, Dukuh Nguwer RT 017, Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen.

Hari Ini Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik Boyolali Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Boyolali hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Sragen Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Sragen hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Aplikasi SIRUP Dongkrak Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Sukoharjo

Sebanyak 93 persen paket pengadaan barang dan jasa Pemkab Sukoharjo sudah terlelang berkat aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.

Reuni 212 bakal Digelar di Plaza Manahan, Kapolresta Solo: Tidak Boleh!

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan akan membubarkan massa yang nekat menggelar Reuni 212 Soloraya di Plaza Manahan maupun tempat terbuka lainnya.