Striker Persebi Boyolali, Gatot Wahyudi (kedua dari kanan), mendapat instruksi Pelatih Ahmad Sukisno. (Istimewa)

Solopos.com, BREBES - Persebi Boyolali harus menelan pil pahit pada pertandingan perdana babak 12 besar melawan Persab Brebes di Stadion Karangbirahi, Brebes, Minggu (1/9/2019) sore WIB. Laskar Pandang Arang pulang dengan kekalahan 0-2 atas tuan rumah.

Padahal, Bupati Boyolali, Seno Samodro, jauh-jauh datang ke stadion untuk menonton dan memberikan dukungan langsung kepada para pemain. Sayang, hal itu belum mampu menyelamatkan Persebi dari kekalahan.

Pada laga tersebut Persebi memang tidak diperkuat sejumlah pemain inti seperti Sidang dan Riky Junian. Hal itu membuat mereka sulit mengembangkan pertandingan. Sebenarnya, pada babak I, Fahmi Adam Pamungkas dkk. mampu mengimbangi Persab sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.

Namun, jelang pertandingan berakhir, mereka justru kebobolan dua gol dengan jarak relatif cepat. Gol pertama Persab dicetak oleh pemain belakang, Misbaghul Munir pada menit ke-83. Selanjutnya, pada menit ke-87, pemain belakang Persab lainnya, Allen Diaz, menggandakan keunggulan melalui gol yang ia ciptakan.

Pelatih Persebi, Ahmad Sukisno, tak memungkiri kekecewaannya atas hasil laga tersebut. Terlebih, mereka sebenarnya memiliki satu peluang emas dari titik putih. “Kami dapat hadiah penalti. Tapi eksekutor tendangan itu, Adha Nurrokhim, gagal,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Ia mengatakan kekalahan itu terjadi karena sejumlah pemain inti tak bisa dimainkan. Mereka yang selama ini memiliki peran mengembangkan permainan tak mendapat pengganti sepadan sehingga permainan Persebi cenderung monoton.

“Kami sudah berusaha maksimal. Kami harus segera recovery. Rabu [4/9/2019] kami akan menjamu Persip Pekalongan,” tuturnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: