Tutup Iklan

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

 Siswa kelas VII SMPN 2 Wonogiri mengikuti
pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah mereka, Kamis
(21/10/2021). Hari itu hari pertama sekolah bersangkutan menggelar PTM
terbatas. (Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Siswa kelas VII SMPN 2 Wonogiri mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah mereka, Kamis (21/10/2021). Hari itu hari pertama sekolah bersangkutan menggelar PTM terbatas. (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI—Jenjang SMP di Kabupaten Wonogiri dapat mengaver seluruh siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Namun, ada sebagian kecil siswa SMP yang belum bisa melaksanakannya. Ada beberapa alasan, seperti belum diizinkan orang tua.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (21/10/2021), keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali. Sekolah dapat mengikutisertakan seluruh siswa dalam PTM terbatas berdasar jadwal selama semua siswa memenuhi syarat. Dua syarat di antaranya yakni mendapat izin orang tua dan sudah divaksinasi.

Hal ini berbeda dengan PTM terbatas jenjang SMA/SMK karena pelaksanaannya memedomani standar operasional prosedur (SOP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah. Selain harus mendapat izin orang tua dan sudah divaksinasi, siswa yang dapat diikutsertakan dalam PTM terbatas hanya yang tak menggunakan transportasi umum untuk datang dan pulang sekolah.

Baca Juga: Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Kepala SMPN 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, saat ditemui Solopos.com di sekolah yang dikepalainya, Kamis, menyampaikan dari total 738 siswa 13 siswa di antaranya belum dapat mengikuti PTM terbatas. Mereka terdiri atas tiga siswa kelas VIII dan 10 siswa kelas IX. Mereka belum mendapat izin orang tua.

Orang tua menyampaikan beberapa alasan, seperti menunggu anak mendapatkan vaksinasi dosis lengkap terlebih dahulu. Ada pula orang tua yang ingin melihat perkembangan PTM terbatas dahulu. Sekolah tak mempermasalahkan hal tersebut. Jika ke depan orang tua berubah pikiran menjadi mengizinkan anak mengikuti PTM terbatas, sekolah menyambut baik.

“Siswa kami sudah divaksinasi dosis kedua awal pekan ini. Bukan tidak mungkin orang tua yang belum mengizinkan seiring berjalannya waktu bakal mengizinkan anak ikut PTM terbatas,” ucap Astuti didampingi Wakil Kepala SMPN 2 Wonogiri Bidang Kurikulum, Nur Widi Astuti.

Baca Juga: Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

Dia melanjutkan siswa peserta PTM terbatas dibagi menjadi dua kelompok, yakni A dan B. Jumlah siswa masing-masing kelompok sebesar 50 persen dari total siswa yang dapat mengikuti PTM terbatas. Setiap kelompok terdiri atas siswa kelas VII-IX. Kelompok A masuk Senin, Rabu, dan Jumat.

Sementara, kelompok B masuk Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan demikian setiap anak mengikuti PTM sebanyak tiga kali dalam sepekan. Satu sesi kegiatan diberikan empat jam pelajaran masing-masing pelajaran 40 menit tanpa istirahat. Siswa diminta membawa bekal makanan dan minuman sendiri.

“Dalam SE [surat edaran] tidak diatur soal transportasi siswa [Bupati Joko Sutopo membolehkan siswa datang dan pulang sekolah menumpang transportasi umum]. Siswa kami tidak menggunakan trasportasi umum. Kebanyakan diantar-jemput orang tua dan berjalan kaki. Mungkin ini antipasi orang tua siswa untuk menghindarkan anak dari kontak langsung dengan orang lain,” imbuh Utami.

Baca Juga: Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

 

Dua Kelompok

Terpisah, Kepala SMPN 2 Ngadirojo, Marino, mengatakan dari total jumlah siswa sebanyak 661 anak hanya delapan anak yang belum mengikuti PTM terbatas. Mereka belum divaksinasi karena dua faktor, yakni memiliki penyakit penyerta dan berusia kurang dari 12 tahun.

Jika ke depan sudah divaksinasi mereka boleh mengikuti PTM terbatas. Pelaksanaan PTM dibagi dalam dua kelompok berdasar nomor urut absensi. Masing-masing terdapat 50 persen siswa dari total peserta PTM. Ada kelompok yang masuk Senin, Rabu, dan Jumat. Kelompok lainnya masuk Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Sebagai informasi, PTM terbatas bagi semua jenjang pendidikan di Kabupaten Wonogiri mulai, Senin (18/10/2021) lalu. Namun, tak semua sekolah dapat memulai PTM terbatas pada Senin karena sekolah mendapat jadwal vaksinasi dosis kedua.

Baca Juga: Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Jadwal vaksinasi sasaran pelajar mulai awal pekan ini. Saat mendapat giliran jadwal, Sekolah tak menggelar PTM terbatas untuk memberi kesempatan siswa divaksinasi. Kalangan pendidik menyampaikan hal ini untuk menegaskan sekolah belum menggelar PTM terbatas pada awal pekan ini bukan karena tak memenuhi persyaratan.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Sragen PPKM Level 3, Pemeriksaan Vaksinasi dan Swab Test Digencarkan

Pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan langsung dibawa ke tempat isolasi terpadu di Tehcnopark atau Kragilan Sragen.

3.065 Guru Honorer di Sragen Berebut 807 Formasi PPPK

Pada seleksi PPPK tahap I di Sragen hanya terisi 782 lowongan, sehingga digelar seleksi tahap II untuk mengisi 807 lowongan yang tersisa.

Solo Hari Ini: 6 Desember 2014, Berpulangnya Sang Pengusaha Sukses

Tujuh tahun lalu, tepatnya pada 6 Desember 2014, seorang pengusaha sukses asal Solo berpulang. Dia adalah Komisaris PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Food, Priyo Hadi Sutanto, yang mengembuskan napas pada usia 64 tahun.

Semester Genap Dimulai 20 Desember, Siswa Karanganyar Tak Libur Nataru

Disdikbud Karanganyar memastikan pembelajaran siswa untuk semester genap dimulai 20 Desember 2021. Sistem pembelajarannya akan dilakukan secara daring alias pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wahana Baru Wisata Batu Putih Bayat Klaten Ditarik Lagi ke Gudang

Saat ini rata-rata pengunjung Wisata Batu Putih per hari hanya 50 orang.

Jembatan Terpanjang se-Jateng untuk Mendukung Agropolitan Miri Sragen

Kehadiran jembatan penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri, Sragen, bakal memudahkan mobilitas warganya yang selama ini harus melintasi wilayah Boyolali untuk bisa ke Sragen kota.

Waktu Pembangunan Fisik Jembatan Terpanjang se-Jateng Belum Pasti

Besarnya anggaran pembangunan jembatan terpanjang se-Jatenng membuat Pemkab Sragen harus mencari dukungan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi.

Sragen Bakal Punya Jembatan Terpanjang di Jateng, Kini Pembebasan Lahan

Pemkab Sragen akan membangun jembatan terpanjang di Jawa Tengah penghubung dua desa terpencil di Kecamatan Miri. Tahun ini baru memasuki tahap pembebasan lahan.

Ada MCK Kuno Era Mangkunagoro VII di Kestalan Solo, Begini Sejarahnya

Ponten atau MCK kuno di pinggir Kali Pepe, Kestalan, Solo, yang merupakan peninggalan era Mangkunagoro VII terlihat megah dengan arsitektur gaya Eropa.

119 ODHA Karanganyar Putus Pengobatan

Dinkes Karanganyar menyebut orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang pengobatannya belum tuntas sangat berisiko menularkan virus kepada orang lain.

LPQ Al-Amin Denokan Sukoharjo Kenalkan Lingkungan Anak lewat Outbound

Kegitan ini untuk mengenal lingkungan sekitar, meningkatkan interaksi sesama santri, dan membangun hubungan antara pendidik dan santri.

Seleksi Perangkat Desa Wonogiri, Sekolah Sediakan Komputer Cadangan

CAT serentak untuk pengisian perangkat desa di Wonogiri bakal digelar di 54 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

WCC Solo Jadi Wadah Terbesar Pesepeda Wanita Soloraya

Women's Cycling Community (WCC) menjadi wadah terbesar pesepeda wanita Soloraya.

Pemkab Sragen Gulirkan Sekolah Unggulan di Saat Ada SD Ambruk

Bupati Sragen mengakum belum meninjau langsung sekolah yang atapnya ambruk. Ia meminta Disdikbud Sragen untuk memetakan kondisi sekolah yang rusak.

Bakul Tengkleng di Solo Baru Viral Karena Ngepruk Harga, Ini Lokasinya

Warung kaki lima yang menjual tengkleng di Gogrol, Solo Baru, Sukoharjo, mendadak viral karena mematok harga yang dianggap tidak masuk akal kepada pembeli.