Tak Diizinkan Jualan di Malioboro, Pedagang Asongan Ngadu ke DPRD

Pedagang asongan di kawasan Malioboro mengadu ke DPRD Kota Jogja menyusul larangan berjualan di kawasan tersebut.

 Ilustrasi pedagang asongan. (Dok. Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pedagang asongan. (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, JOGJA — Pedagang asongan yang biasa berjualan di kawasan Malioboro mendatangi Kantor DPRD Kota Jogja, Senin (14/3/2022). Kedatangan mereka tak lain untuk mengadukan nasibnya menyusul adanya pelarangan berjualan di kawasan Malioboro.

Ketua Komunitas Asongan Malioboro, Raden Ridwan Suryo Bintoro, meminta DPRD Kota Jogja memfasilitasi pedagang asongan agar bisa berjualan lagi di area Malioboro. Ia menilai berdasarkan aturan terkait penataan Malioboro tidak ada aturan yang menyebut pedagang asongan turut terdampak kebijakan relokasi.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

“Secara substansi Pergub menyatakan hanya terkait dengan relokasi PKL, tidak ada esensi yang menyebut asongan. Tapi, sejak 1 Februari [relokasi PKL Malioboro] kita dilarang. Itu pun tidak ada surat resmi, ujug-ujug petugas Jogoboro melarang,” ujarnya.

Baca juga: Malioboro Jogja Tanpa PKL, Wisatawan Selonjoran di Jalur Pedestrian

Pihaknya mengakui bahwa pedagang asongan belum mempunyai legalitas. Namun begitu, aktivitas pedagang di kawasan Malioboro sudah terhitung lama dan beriringan dengan para PKL. Ia juga mengklaim bahwa pihaknya sudah memiliki kesepakatan verbal dengan UPT Malioboro berkaitan dengan aktivitas berdagang di kawasan itu, sehingga merasa keberatan dengan larangan tersebut.

“Kita ingin ada solusi yang jelas. Maka, kita menuntut pada pemerintah, perhatikan juga para pedagang asongan,” ungkap dia.

Demi menyambung hidup, ia mengklaim para pedagang memang kerap ‘kucing-kucingan’ dengan petugas. Namun kebanyakan aktivitas berdagang kini lebih banyak dilakukan di kawasan sirip Jalan Malioboro demi menghindari petugas. “Bagaimanapun juga kami ingin bertahan hidup. Sementara kami jualan di sirip Malioboro, yang berada di luar jangkauan UPT,” kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) Kota Jogja, Yetti Martanti, menyatakan pemerintah tidak memberikan sarana maupun prasarana penunjang yang khusus bagi pedagang asoangan. Hal ini dikarenakan pedagang asongan kerap berpindah tempat tanpa punya lapak yang menetap.

Baca juga: Bangun JPG Malioboro Tak Boleh Sentuh 1 Ruangan di DPRD DIY, Kenapa?

Yetti juga menyebut jika sebelum PKL direlokasi, aturan larangan berjualan di kawasan Malioboro bagi pedagang asongan telah diberlakukan. Namun karena kawasan Malioboro kini lebih lengang tanpa kehadiran PKL, aktivitas pedagang asongan pun lebih terlihat sehingga terpantau petugas.

Sementara, Ketua Pansus Penataan Malioboro DPRD Kota Jogja, Antonius Fokki Ardianto, menyatakan akan berkoordinasi dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan bahwa keberlangsungan para pedagang asongan maupun aktivitas ekonominya bisa berlanjut.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Berita Terkini

Cocok Buat Jalan-Jalan Lur! Prakiraan Cuaca Jogja Selasa: Cerah

prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Selasa (28/6/2022) menurut BMKG.

SMPN 2 Turi Wajibkan Siswi Muslim Berjilbab, Disdik Sleman: Revisi!

Kepala SMPN 2 Turi, Kabupaten Sleman, mengeluarkan aturan wajib jilbab bagi siswi yang beragama Islam.

Gali Model Baru Bisnis Media Digital, AMSI Gelar Diskusi di 2 Kota

AMSI melakukan rangkaian kegiatan yang panjang selama 1,5 tahun terakhir dimulai dari assesment anggota AMSI.

Kecamatan Terpadat di Kota Jogja, Luasnya Kurang dari 1 KM Persegi

Berikut ini kecamatan terpadat dan tersepi di Kota Jogja menurut data BPS.

Susah Sinyal,Warga Gunungkidul Harus Berjalan 5 KM untuk Akses Internet

Warga desa di Kabupaten Gunungkidul terpaksa harus berjalan hingga 5 km untuk mendapatkan akses internat.

Siap-Siap! Bus Sekolah Gratis Segera Mengaspal di Jalanan Sleman

Satu unit bus sekolah akan segera beroperasi di jalanan Sleman untuk memfasilitasi pelajar.

Waspada! 4 Anak di Jogja Jadi Korban Pelecehan Seksual

Empat anak di Kota Jogja menjadi korban pelecehan seksual oleh dua pelaku berbeda dengan modus iming-iming uang.

Ini Syarat Menjadi Abdi Dalem Keraton Jogja, Tertarik?

Berikut ini syarat untuk menjadi abdi dalem Keraton Jogja.

Dua Risiko Tsunami Pantai Selatan Yogyakarta

Berdasarkan hasil penelitian, deretan pantai di Yogyakarta terbagi menjadi dua zona risiko tsunami sesuai jenis pantainya karena lokasinya yang keberadaan zona megathrust selatan Jawa, bagian dari zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Abdi Dalem Keraton Jogja Juga Ada Jenjang Karier, Begini Urutannya

Abdi dalem Keraton Yogyakarta ternyata memiliki jenjang karier yang bisa diajukan dalam waktu tertentu.

Abdi Dalem Keraton Jogja Pernah Digaji Rp500 per Bulan

Abdi dalem Keraton Jogja ternyata pernah digaji hanya Rp500 per bulan.

Gaji Abdi Dalem Keraton Jogja di Bawah UMR?

Jumlah gaji abdi dalem Keraton Jogja sangat sedikit, bahkan jauh di bawah UMR.

Prakiraan Cuaca Jogja Senin: Berawan Pagi-Siang, Hujan pada Sore Hari

Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Senin (27/6/2022).

Masih Siaga! Gunung Merapi Luncurkan Lava 70 Kali Sepekan Terakhir

Dalam sepekan terakhir, Gunung Merapi tercatat meluncurkan lava sebanyak 70 kali.

Pemkab Gunungkidul Ajukan Rp500 Juta untuk Penanganan PMK

Pemkab Gunungkidul mengusulkan anggaran ratusan juta rupiah untuk penanganan kasus PMK.

Puluhan PMI Asal Gunungkidul Segera Berangkat, Ini Negara Tujuannya

Puluhan warga Gunungkidul yang akan bekerja ke luar negeri akan segera berangkat tahun ini.