Tak Cuma Ronaldo, Mandzukic Juga Bisa Jadi Pembeda
Juventus vs AS Roma (Reuters-Massimo Pinca)

Solopos.com, TURIN - Juventus resmi menjadi Campione d'Inverno alias Juara Musim Dingin di Seri-A musim ini setelah menundukkan AS Roma 1-0 di Allianz Stadium, Turin, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB.

Bomber Juve, Mario Mandzukic menjadi satu-satunya pencetak gol dalam bentrok di Allianz Stadium. Pemain berjuluk Super Mario tersebut melesakkan gol dengan kepala setelah menerima crossing Mattia De Sciglio. Ia semakin membuktikan sebagai pemain menentukan di laga-laga besar, dibandingkan Cristiano Ronaldo.

"Dia pemain penting karena dia punya kombinasi fisik dan teknik bagus. Mandzukic pemain luar biasa. Cristiano Ronaldo punya beberapa peluang hari ini dan caranya berlari ke arah kiper sangat bagus. Dia mungkin butuh istirahat pada pertandingan selanjutnya," ujar Allegri.

Ini merupakan Campione d'Inverno kali ke-30 bagi tim raksasa Turin. Pencapaian Juve semakin membanggakan. Sebab status itu dibarengi dengan rekor. La Vecchia Signora, julukan Juve, menggenggam 16 kemenangan dalam 17 laga yang sudah dilewati sebelum Natal. Ini merupakan pencapaian terbaik dalam 17 laga pembuka Seri-A.

Juve meninggalkan Napoli dengan keunggulan delapan poin untuk bertengger di puncak klasemen Seri-A musim ini. Meski begitu, allenatore Juve, Massimiliano Allegri, meminta anak buahnya tidak berpuas diri. Gelar Campione d'Inverno tidak menjamin Cristiano Ronaldo dkk. bakal memperoleh scudetto di akhir musim nanti.

Tidak semua tim di Seri-A mampu menuntaskan status juara musim dingin dengan scudetto. Itu pernah menimpa Roma pada musim 2003/2004 dan 2001/2002 serta AC Milan pada 2002/2003.

"Kami juara musim dingin, namun kami belum benar-benar juara. Kami melakukan hal-hal bagus, kami lolos ke babak 16 besar Liga Champions, namun yang penting kami harus terus menjauhi Napoli yang berada di peringkat kedua," jelas Allegri, seperti dilansir football-italia.net.

Bagi Roma, hasil di Allianz Stadium semakin menenggelamkan mereka ke peringkat ke-10 klasemen sementara Seri-A. "Kami terlalu gugup dan tidak tenang di babak pertama. Namun di babak kedua, kami bisa mengontrol bola," sesal Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom