SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Polisi meminta kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih agar dicopot untuk menjaga kondusivitas atas aksi massa yang berlangsung di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Sebelumnya, massa aksi yang merupakan mendukung revisi UU KPK tersebut mencoba masuk ke Gedung KPK untuk mencopot kain hitam tersebut. Adapun logo KPK yang ditutupi kain hitam itu berada di sisi kiri Gedung KPK berdekatan dengan ruang media.

Promosi BI Rate Naik Jadi 6,25%, BRI Optimistis Pertahankan Likuiditas dan Kredit

“Yang jelas pokoknya tidak boleh kaya gini. Yang jelas kantor negara sebenarnya tidak boleh begini, ini kan milik negara,” kata anggota kepolisian dari Polres Metro Setiabudi Bambang H.

Bambang sempat berargumen dengan dua pegawai KPK yang enggan mencopot logo kain hitam tersebut karena sudah seizin pimpinan KPK. Logo kain hitam sebagai aksi simbolik jika revisi Undang-Undang KPK disetujui dan pimpinan KPK ke depan diisi orang-orang bermasalah yang telah dipasang sejak Minggu (8/9/2019).

“Ini bukan perusahaan, ini untuk keamanan keseluruhan, ini instansi pemerintah bukan perusahaan. Kalau ini perusahaan, saya tidak masalah. Ini sudah salah kaprah. Milik negara kok seperti diboikot begini,” ucap Bambang.

Namun, pegawai KPK mengatakan bahwa tidak ada pemboikotan. “Tidak ada pemboikotan kok, Pak. Ini kan ditutup juga sama pimpinan Pak Saut [Wakil Ketua KPK Saut Situmorang],” kata seorang pegawai KPK.

Saat ditanya atas perintah siapa dia mencopot kain hitam itu, Bambang menyatakan tidak ada yang memerintah. “Tidak ada yang memerintah, ini keamanan saja. Ini institusi negara bukan perusahaan, kita tidak ada instruksi untuk menjaga kondusivitas saja,” kata Bambang.

Namun, seorang massa aksi berhasil merangsek masuk dan mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya