Tak Cuma di Solo, Balap Lari Liar Juga Ada di Wonogiri
Perlombaan balap lari liar yang digelar di Wonogiri, tepatnya di Jl. Jendral Sudriman, depan Pasar Kota Wonogiri beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Aksi balap lari liar yang saat ini tengah menjadi tren di masyarakat sudah merambah ke Wonogiri. Munculnya balap liar di Wonogiri dimulai sejak pekan lalu.

Balap lari liar yang sudah diselenggarakan selama empat kali tersebut dilaksanakan di depan Pasar Kota Wonogiri, tepatnya di Jl. Jendral Sudriman. Biasanya dilaksanakan pada tengah malam atau dini hari, sering kali dimulai sekitar pukul 00.30 WIB.

Salah satu koordinator balap lari di Wonogiri, Boncel (nama samaran), mengatakan kegiatan itu diselenggarakan untuk mengikuti tren yang saat ini tengah marak di masyarakat.

5 Rekomendasi Warung Soto di Solo, Langgananmu Nomor Piro Lur?

"Balap lari ini kan sudah jadi tren ya, mulai dari Jakarta, Bandung, Solo dan akhirnya kami mencoba di Wonogiri," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (21/9).

Ia mengatakan, pemberitahuan balap lari disosialisakan melalui aplikasi instagram dengan akun @infobalaplariwng dan @speedrunwng. Akun tersebut juga dijadikan sebagai ajang dalam mencari lawan lari atau mengumpulkan peserta.

Cara mendaftar, menurut dia, peserta membuat story di akun masing-masing dan menandai dua akun instagram tersebut. Para calon peserta akan didata, berdasarkan standar yang telah dibuat admin.

Boncel mengatakan, warga cukup antusias dengan kegiatan itu. "Mungkin ada ya warga yang dari daerah, namun mayoritas warga perkotaan, baik penonton maupun pesertanya," ungkap dia.

Dalam satu waktu bisa melaksanakan delapan kali pertandingan. Sehingga ada sekitar 16 peserta. Jika sepi, hanya bisa menyelenggarakan sebanyak empat atau lima kali pertandingan. Jadi pesertanya hanya sekitar delapan atau sepuluh orang.

Tingkatan

Kelas perlombaan dibedakan berdasarkan berat badan setiap lima kilogram. Jadi ada kelas dengan berat 50-55 kilogram, 56-60 kilogram dan seterusnya. Secara umum ketentuan lombanya seperti lari pada umumnya, namun untuk perlombaan ini peserta harus melepas kaki atau nyeker.

Dalam satu pertandingan, lanjut dia, biasanya berlangsung satu jam 30 menit. "Kami adakan malam hari untuk menghindari keramaian arus lalu lintas. Kalau jam 01.00 WIB kan sudah sangat sepi jalan itu," ujar dia.

Menurut Boncel, dalam perlombaan itu tidak ada hadiah yang diberikan kepada pemenang. "Gak ada hadiahnya. Ini kan cuma buat bersenang-senang sembari berolahraga agar tetap sehat," kata dia.

Menag Fachrul Razi Positif Covid-19, Kini Jalani Isolasi

Setiap kali perlombaan, menurut dia, pihaknya selalu memperingatkan peserta dan penonton agar menerapkan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.

"Selama acara belum pernah dibubarkan. Hanya saja saat itu disuruh segera pulang karena sudah menjelang pagi. Kegiatan balap lari ini tidak diselenggarakan setiap hari. Dan sejauh ini setahu saya tidak ada taruhan di dalamnya," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom