Tak Cuma di Semarang, Harta Pengusaha Terkaya Asia Tersebar Luas

Dengan kebijakan pemerintah Kerajaan Inggris di Singapura, dia mampu mendirikan kantor cabang perusahaan Kian Gwan Kongsi yang sudah terlebih dahulu didirikan pada 1914, sebelum dia akhirnya hijrah kesana

 Marlion Park Singapura. (Visit Singapura)

SOLOPOS.COM - Marlion Park Singapura. (Visit Singapura)

Solopos.com, SEMARANG — Oei Tiong Ham (OTH) adalah seorang pengusaha terkaya se-Asia Tenggara asal Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kekayaan bernilai 200 juta gulden. Usaha sang taipan yang dijuluki “Raja Gula Asia” itu meliputi industri gula yang merambah hampir seluruh daratan Asia. Dia juga memiliki usaha bidang properti hingga patcher candu sampai dijuluki bandar candu.

Dengan kekayaan tersebut, aset yang dimiliki OTH tidak hanya berada di Indonesia, namun juga ada di beberapa negara lain di dunia, salah satunya Singapura. Dilansir dari laman pemerintahan Singapura, eresources.nlb.gov.sg, Kamis (27/1/2022), sang taipan yang mempunyai 26 anak dari delapan istri ini hijrah ke Singapura pada 1920.

PromosiBakal Tampil di Setiap Acara Resmi ASEAN, Senam Khas Bali Naik Kelas

Hijrahnya OTH ke kota pelabuhan yang saat itu berada dalam otoritas Kerajaan Inggris bukan tanpa alasan. Hal ini didasari ketidaksetujuan OTH untuk membayar pajak ganda yang diberlakukan pemerintah Hindia Belanda. Yaitu sebesar 30 persen dari keuntungan bisnis untuk memenuhi kas negara yang terdampak akibat Perang Dunia I (1914-1930an)

Baca juga: Ini Total Harta Kekayaan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang

Selain itu, dia juga menolak kebijakan pemerintah kolonial yang memperbolehkan anak-anak perempuannya untuk mendapatkan hak waris kekayaannya. Meskipun OTH dulu sangat dekat dengan elite pemerintahan Hindia Belanda di mana dia mendapat gelar Majoor hingga purna tugas, OTH rela kehilangan status kewarganegaraannya demi memperlebar ekspansi bisnisnya di Negeri Singa.

Dengan kebijakan pemerintah Kerajaan Inggris di Singapura, dia mampu mendirikan kantor cabang perusahaan Kian Gwan Kongsi yang sudah terlebih dahulu didirikan pada 1914, sebelum dia akhirnya hijrah kesana. Dia juga menduduki jabatan sebagai pimpinan Heap Eng Moh Steamship Limited, sebuah perusahaan Singapura yang tercatat berada di Telok Ayer Street 22 yang dia akuisisi sebelumnya di tahun 1912.

Pada 1919, saat Overseas Chines Bank dibentuk, pengusaha terkaya se-Asia Tenggara ini tercatat sebagai orang pertama yang memiliki saham. Selain melakukan ekspansi bisnis, OTH juga melakukan kegiatan amal dengan menggelontorkan sejumlah uangnya. Di antaranya pembangunan balai utama Raffless College dengan nilai sumbangan sebesar $150.000. Sebagai bentuk pengakuan akan kemurahan hatinya, balai yang dibangun di Raffles College disebut sebagai balai Oei Tiong Ham yang sekarang bagian dari University of Singapore.

Baca juga: Mengulik Asal Kekayaan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang

Dia juga mendonasikan uangnya untuk organisasi-organisasi non-profit lainnya, seperti Chinese High School, St Andrew’s Medical Mission dan Japanese Earthquake Relief Fund. Dia bahkan ikut menyumbangkan tanah yang kemudian digunakan untuk membangun Toh Lam School yang berlokasi di Armenian Street.

Kesuksesan Oei Tiong Ham dalam membangun bisnis hingga menjadi konglomerat pertama Asia bukan tanpa perjuangan. Kerajaan bisnis itu merupakan usaha warisan dari sang ayah Oei Oei Tjie Sien. Dia mengembangkan unit bisnis yang awalnya hanya sedikit dalam cakupan yang lebih luas.

Bca juga: Misteri Akhir Hayat Pengusaha Terkaya Asia Semarang: Warisan Disita

Pada awal tahun 1910-an, usaha yang dia kembangkan mencakup ekspor produk-produk agrikultur dan perhutanan. Dengan jumlah bisnis yang dia tangani serta nilai kekayaan yang dihasilkan, laman pemerintahan Singapura menyebutkan bahwa OTH adalah seorang taipan keturunan Tionghoa terbesar selama masa sebelum perang Asia Raya.

Akan tetapi, kerajaan bisnis yang luar biasa itu hancur di era 1960-an. Kehancuran ini salah satunya disebabkan putusan Pengadilan Ekonomi Semarang yang memvonis perusahaan Oei Tiog Ham Concern bersalah atas pelanggaran valuta asing dan penggelapan pajak. Alhasil, semua aset OTHC di Indonesia disita. Sementara aset lain OTHC di luar negeri, termasuk di Singapura masih berada di tangan keluarga OTH.

Sumber: laman pemerintahan Singapura

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Karimunjawa Diguncang Gempa M 3,6, BMKG: Getarannya Cukup Teras

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 3,6 mengguncang Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (17/5/2022) malam.

Binus Dirikan Kampus di Semarang, Ini Lokasinya

Bina Nusantara atau Binus mendirikan kampus di kawasan POJ City, Kota Semarang.

Waduh! Betonisasi Jalan di Semarang Diusik Preman, Ganjar Turun Tangan

Proyek betonisasi jalan Palir-Kaliancir di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), terkendala ulah preman yang meminta uang atau memalang pelaksana proyek.

Joss! Daerah Terdeteksi PMK di Jateng Dapat Bantuan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng siap memberikan bantuan kepada peternak di daerah yang terdeteksi wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Mitos Pantai Karangbolong Kebumen, Kental dengan Sosok Nyi Roro Kidul

Mitos atau kisah misteri di Pantai Karangbolong, Kebumen, sangat erat kaitannya dengan sosok Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Pantai Selatan dan sarang burung walet yang ada di wilayah itu.

Simak Lur! Ini Alasan Naik ke Area Candi Borobudur Belum Diperbolehkan

GM TWC Borobudur, Aryono Hendro Malyanto, mengungkapkan alasan pengunjung atau wisatawan dilarang naik ke area Candi Borobudur.

Penerima Sudah Meninggal, Bansos Ditilap Pegawai Kecamatan Ngaringan

Terungkapnya aksi pegawai Kecamatan Ngaringan tersebut karena kecurigaan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Wisata ke Candi Borobudur, Pengunjung Keluhkan Ini

Sejumlah wisatawan atau pengunjung yang berkunjung ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jateng, mengaku kecewa, ini sebabnya!

Ini Lampu Bangjo Terlama di Kota Semarang, Netizen: Iso Nyambi Ghibah

Berikut lampu bangjo atau traffic light di Kota Semarang yang disebut-sebut menyalakan lampu merah terlama versi netizen.

Akhirnya! Undip Gelar Wisuda Secara Luring, Perdana Sejak Pandemi

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar upacara wisuda secara luring atau dihadiri wisudawan untuk kali pertama sejak pandemi Covid-19.

Lima Polres di Jateng Diusulkan Naik Tipe C, Salah Satunya di Soloraya

Polda Jateng mengusulkan lima polres di wilayahnya untuk naik tipe dari tipe D menjadi tipe C, salah satunya ada di wilayah Soloraya.

Pemuda di Jepara Meninggal Dikeroyok, Kapolres: Bukan Tawuran Desa

Kapolres Jepara, AKBP Warsono, memastikan kematian pemuda asal Desa Muryolobo, Nalumsari, akibat pengeroyokan dan bukan tawuran antarwarga desa.

Warga Terdampak Reaktivasi Rel Tawang-Semarang Terima Santunan

Balai Teknik Perkeretaapian Jateng memberikan santunan kepada warga terdampak reaktiviasi rel Stasiun Semarang Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas.

Gudeg Koyor Mbak Tum, Kuliner Legendaris di Semarang Langganan Pejabat

Warung kuliner legendaris di Kota Semarang salah satunya adalah Warung Gudeg Mbak Tum yang ada di Jalan MT Haryono.

Punya Kiai Terbanyak di Jateng, Pati Justru Terkenal Kota Paranormal

Memiliki jumlah kiai, ulama, ustaz, terbanyak di Jawa Tengah, Kabupaten Pati justru terkenal sebagai kota paranormal.

Horok! Kapal Bajak Laut Tiba-Tiba Muncul di Juwana Pati

Sejumlah replika kapal bajak laut dan kapal tempur hadir di acara sedekah laut di Juwana, Pati.