Tak Bisa Jauh dari Ponsel? Waspadai Gejala Nomophobia

Smartphone kini menjelma menjadi barang wajib bagi semua kalangan tak peduli di kota atau di desa. Harian Inggris The Telegraph (21 Oktober 2015) menyatakan penjualan ponsel cerdas diprediksi meningkat hingga 18 persen.

Tak Bisa Jauh dari Ponsel? Waspadai Gejala Nomophobia

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak kecanduan gadget (Reuters)

Solopos.com, SOLO – Smartphone kini menjelma menjadi barang wajib bagi semua kalangan tak peduli di kota atau di desa. Harian Inggris The Telegraph (21 Oktober 2015) menyatakan penjualan ponsel cerdas diprediksi meningkat hingga 18 persen.

Pengguna ponsel pintar di seluruh dunia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 6,1 miliar jiwa. Di Indonesia, pengguna aktif ponsel mencapai 281,9 juta jiwa (DailySocial.id, 2015). Ironisnya, telepon seluler merupakan adiksi non-obat terbesar di abad ke-21 (Shambare dkk, 2012).

Sebagaimana dilansir Antara, Senin (2/9/2019), Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) adalah gangguan digital kontemporer dan masyarakat virtual berupa fobia (ketakutan) spesifik dimana dijumpai ketidaknyamanan, kesedihan mendalam, kepanikan, kekhawatiran, atau kecemasan disebabkan ketiadaan HP (ponsel cerdas, telepon seluler), PC (komputer personal), aplikasi atau peralatan komunikasi-teknologi virtual lainnya pada individu yang terbiasa menggunakannya.

Dengan kata lain, rasa takut yang bersifat psikologis saat kehilangan kontak (termasuk ketiadaan) ponsel atau sulit sinyal. Singkatnya, ketakutan patologis saat jauh (tersisih) dari teknologi.

Terminologi nomophobia kali pertama dikemukakan tahun 2010 oleh kantor pos Inggris yang menugaskan YouGov, suatu organisasi riset di Inggris, untuk mensurvei 2163 orang guna keperluan melihat tingkat kecemasan akibat penggunaan ponsel cerdas.

Penelitian ini berhasil menemukan sekitar 53 persen dari para pengguna telepon genggam di Inggris cenderung merasa cemas saat mereka kehilangan HP, kehabisan baterai, atau ketiadaan sinyal.

Gejala Nomophobia
Nomophobia terkait erat dengan penggunaan Internet yang problematis alias internet use disorders, di mana dikarakterisasi oleh penghamburan waktu secara berlebihan untuk hiburan (entertainment) di dunia online (Internet), sehingga menyebabkan preokupasi dan ketidakmampuan untuk melakukan diskoneksi. Akhirnya menimbulkan konflik dengan diri sendiri atau dengan orang lain.

Sebagai deteksi dini, penderita nomophobia menunjukkan gejala awal suka melakukan swafoto tanpa mengenal waktu dan tempat, suka (iseng) menggunakan ponsel saat mengendarai mobil, motor, saat menyeberang jalan, ketika belajar di sekolah, atau melakukan rapat di kantor, bahkan ketika beribadah dan berdukacita.

Penderita nomophobia kurang dapat mengendalikan diri saat menggunakan telepon genggam atau berada di dekat sarana komunikasi canggih. Dengan teknologi canggih itu, ia cenderung memboroskan waktunya untuk hal-hal yang nonproduktif.

Ada beberapa patognomonis (karakteristik klinis nan khas) nomophobia. Pertama, merasa sangat takut, panik, gugup, bingung, dan/atau cemas yang berlebihan dan irasional saat ponsel hilang, tidak berada di tempatnya, terlupa dibawa. Kedua, penderita nomophobia suka menggunakan waktu luang untuk “bermain” telepon seluler atau kecanduan gawai selain untuk tujuan edukatif.

Ketiga, penderita nomophobia umumnya memiliki lebih dari satu gawai. Keempat, dimanapun dan kapanpun penderita nomophobia terbiasa membawa power bank atau charger.

Kelima, penderita nomophobia enggan menonaktifkan ponselnya. Dengan kata lain, gawai selalu siaga 24 jam. Uniknya, telepon genggam sering terbawa hingga ke tempat tidur. Keenam, penderita nomophobia hampir setiap saat melihat notifikasi melalui layar telepon genggam. Ia penasaran adakah panggilan atau pesan untuk dirinya. Realitanya, gawai tidak berdering.

Ketujuh, penderita nomophobia tampak panik atau tidak tenang saat pulsa mulai menipis, baterai gawai melemah, tidak ada sinyal (koneksi, jaringan). Kedelapan, secara umum penderita nomophobia lebih menyukai berkomunikasi menggunakan gawai atau teknologi canggih daripada tatap muka.

Kesembilan, anggaran (pulsa) yang dikeluarkan untuk berkomunikasi cenderung besar. Kesepuluh, disertai tanda/gejala tertentu. Tanda dan gejala nomophobia menurut Bhattacharya S, dkk (2019) antara lain: cemas, gemetar, perubahan pola pernapasan, menggigil, berkeringat, agitasi, disorientasi, takikardi (denyut jantung meningkat).

Penderita nomophobia (nomophobics) biasanya mengalami kesalahan sensasi “seolah-olah” mendengar bunyi atau menerima pesan ponsel. Fenomena ini di dalam dunia kedokteran disebut sebagai adiksi ponsel, mobile phone addiction, smartphone addiction disorder, rinxiety, phantom ringing, sindrom vibrasi fantom, hypovibrochondria fauxcellarm, textiety, textaphrenia, technophobia (fobia akibat kemajuan teknologi).

Berita Terkait

Berita Terkini

Gubernur Ganjar Jamin Stok Vaksin Jateng Ditambah Setiap Pekan

Penambahan stok vaksin setiap pekannya dilakukan menyusul tingginya antusiasme warga Jateng dalam mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

FOTO : Hujan Deras, Sejumlah Kendaraan Mogok di Depok

Genangan air akibatkan kendaraan mogok di Jl. Margonda Raya, Depok, Jabar

Dulu Ganjar Disindir Puan, Kini Ditegur Megawati

Dari layar zoom, tampak Ganjar Pranowo merespons dengan senyuman terkait antisipasi banjir rob di Semarang.

Pengukuran Lahan Rel Layang Joglo Disampaikan, Warga Diberi Waktu Sanggah Sepekan

Warga diberi kesempatan menyanggah hingga sepekan ke depan baru kemudian nilai aprraisal santunan turun.

Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi Mix 4, Ponsel Pertama Dengan Chipset Snapdragon 888 Plus

Berikut bocoran spesifikasi Xiaomi Mi Mix 4 yang akan rilis pada bulan Agustus ini dan menjadi ponsel pertama dengan chipset Snapdragon 888 plus.

LSP UNS Gandeng LSP PEP dan BNSP Gelar Sertifikasi Kompetensi Kerja

Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho mengatakan bahwa adanya LSP di UNS merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab UNS.

Persis Gotong Royong Absen Liga 3 Jateng 3 Musim Beruntun

Kali terakhir Persis GR terjun berkompetisi pada musim 2017 atau saat mereka menembus final Liga 3 zona Jateng.

Purwokerto dan Cilacap Tercatat Alami Inflasi Pada Juli 2021

Bank Indonesia mencatat Juli 2021 Purwokerto dan Cilacap mengalami inflasi, yaitu masing-masing sebesar 0,09% (mtm) dan 0,06 % (mtm).

Rayakan Kemerdekaan RI di Nava Hotel, Ada Diskon 17% sampai Menginap Gratis

Nava Hotel tidak hanya punya promo dan diskon menarik, hotel ini juga memberikan kado spesial buat tamu yang merayakan ulang tahun.

Pendekar Sukoharjo Mendapat Vaksinasi Bareng Ribuan Warga

Total ada 3.724 orang yang mendapat vaksinasi yang berasal dari berbagai organisasi di Sukoharjo.

Anak Yatim Piatu Gegara Corona di Sukoharjo Dapat Bantuan Rp5 Juta

Saat ini, Pemkab Sukoharjo tengah mendata anak yatim piatu baru karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat virus corona.

667 Pelamar CASN Solo Tak Lolos Seleksi Administrasi

Dari 6.376 pelamar CASN Kota Solo, 5.709 orang lolos seleksi administrasi dan 667 orang tidak lolos.