Tak Ada Takbir Keliling, 384 Personel Gabungan Tetap Amankan Sragen
Ratusan personel gabungan menggelar apel bersama untuk persiapan patroli takbir keliling di Mapolres Sragen, Sabtu (23/5/2020) malam. (Tri Rahayu/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan Polres Sragen bersama personel dari Yonif 408/Suhbrastha, Kodim, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen dengan jumlah personel 384 orang dikerahkan untuk pengamanan malam takbiran di 20 kecamatan, Sabtu (23/5/2020) malam. Aparat gabungan tetap disiagakan meski takbir keliling dilarang di Sragen.

2 Kasus Baru Positif Covid-19 Boyolali, Salah Satunya Kontak Erat Jenazah di Senting

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kabag Ops Kompol Yohanes Trisnanto saat ditemui Solopos.com di Mapolres Sragen, Sabtu malam, menyampaikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen dan Kantor Urusan Agama (KUA) di 20 kecamatan sudah dipastikan tak ada takbiran keliling.

Kendati demikian, Kabag Ops menyampaikan aparat keamanan tetap hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan kemenangan menjelang Idulfitri.

Yohanes menggelar apel dulu di halaman Mapolres Sragen sebelum patroli dilakukan serentak oleh ratusan personel gabungan tersebut.

Abaikan Imbauan, Sejumlah Masjid di Klaten Tetap Gelar Salat Id Berjemaah

Takbir Keliling di Sragen

Yohanes membagi personel dalam lima tim, yakni Tim I betugas mengelola wilayah Kota Sragen. Tim II betugas patroli di wilayah eks Kawedanan Sragen Kota yang meliputi wilayah Kota, Karangmalang, Kedawung, Sidoharjo, dan Masaran. Tim III bertugas di eks Kawedanan Gondang yang terdiri atas wilayah Gondang, Sambirejo, Sambungmacan, Ngrampal, dan Jenar.

Tim IV bertugas patroli di wilayah Kawedanan Gemolong, yakni wilayah Plupuh, Kalijambe, Miri, Gemolong, dan Sumberlawang. Tim V bertugas di wilayah eks Kawedanan Gesi yang terdiri atas wilayah Tangen, Gesi, Sukodono, Tanon, dan Mondokan.

Taati Pemerintah, Tak Ada Salat Idulfitri di Masjid Agung Solo 

“Mereka kami apelkan dulu kemudian langsung bergerak bersama. Tugas mereka berpatroli dalam rangka kegiatan preentif dan preventif di saat masyarakat melaksanakan takbir di masjid dan musala masing-masing dan di rumah masing-masing. Untuk pelaksanaan takbir di Musala dan masjid sudah dibatasi oleh pengurus takmir masing-masing,” ujarnya.

Yohanes menyampaikan aparat sengaja hadir memberi rasa aman di masyarakat. Dia menjelaskan 384 personel itu terdiri atas 309 personel Polri, 25 personel Yonif, 25 personel Kodim, dan 25 personel Satpol PP.

Sementara berdasarkan pantauan Solopos.com, takbiran berjalan di Musala dan masjid. Suara takbir itu menggema di wilayah Kabupaten Sragen merata dengan menggunakan pengeras suara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho