Tak Ada Suran Agung, 8 Pintu Masuk ke Madiun Dijaga Seribuan Personel TNI/Polri
Komandan Korem 081/DSJ Madiun, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai apel kesiapan pasukan jelang Suran Agung di Mapolres Madiun, Sabtu (29/8/2020). (Istimewa/Polres Madiun)

Solopos.com, MADIUN — Sebanyak 1.150 personel gabungan dari Polri dan TNI akan menjaga delapan lokasi pintu masuk Kabupaten Madiun dengan kabupaten tetangga terkait peniadaan Suran Agung.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya massa pesilat yang akan menggelar nyekar di makam pendiri perguruan silat di wilayah Kota Madiun.

Seribuan personel ini tetap disiagakan meski tahun ini kegiatan Suran Agung di padepokan PSHW ditiadakan. Sesuai kesepakatan, Suran Agung ditiadakan karena pandemi Covid-19 masih mengancam kesehatan.

Komandan Korem 081/DSJ Madiun, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, mengatakan pengamanan akan tetap digelar meskipun tahun ini tidak ada Suran Agung. Seribuan personel akan disiagakan di delapan lokasi pintu masuk Kabupaten Madiun.

Pilkada Wonogiri: PKS Resmi Dukung Harjo, Duet Jekek-Setyo Batal Lawan Kotak Kosong

“Selain penyekatan, juga ada patroli di tiga titik,” kata doa seusai apel kesiapan pengamanan Suran Agung di Mapolres Madiun, Sabtu (29/8/2020).

Dia menuturkan jika ada rombongan pesilat yang akan menuju Madiun akan dihalau secara persuasif dan santun. Hal ini supaya para pesilat tidak melanjutkan perjalanan ke Madiun karena Suran Agung ditiadakan.

Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto, mengatakan seribuan personel ini akan mulai disiagakan Sabtu malam hingga Minggu sebagai puncak 10 Sura.

Lagi, 3 Nakes RSUD Sragen Positif Covid-19

Delapan lokasi yang menjadi tempat penyekatan yakni perbatasan Madiun dengan Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, dan Magetan. Selain itu, penyekatan juga dilakukan di Saradan, pintu Tol Dumpil, Nglames, dan Wungu.

“Sudah ada keputusan dari Ketua Umum PSHW bahwa tidak ada kegiatan Suran Agung,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom