Murdiyanto dan Hari Kikiani. /Iskandar, Istimewa

Solopos.com, KARANGANYAR -- Maju pemilihan kepala desa (pilkades) dengan rival orang lain yang bukan sanak keluarga sudah banyak dan sering terjadi. Namun jika yang menjadi rival istri sendiri, itu tidak banyak terjadi.

Ini juga terjadi di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar. Dari sembilan desa yang akan menggelar pilkades, satu di antaranya yaitu Desa Gawanan. Di desa itu yang maju mencalonkan diri dua orang, mereka berstatus suami-istri.

Kepala Desa (kades) Gawanan, Murdiyanto, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/1/2019) memastikan dirinya akan maju mencalonkan diri menjadi Kades Gawanan dengan rival istrinya yaitu Hari Kikiani.

Sebelumnya, hingga batas akhir pendaftaran tidak ada calon kades yang mendaftar kecuali Murdiyanto sebagai petahana. Padahal salah satu syarat penyelenggaraan pilkades minimal harus ada dua jago yang bertarung. Karena itu Murdiyanto menggandeng istrinya yaitu Hari Kikiani untuk dijadikan rival pada pilkades mendatang.

Murdiyanto mengaku tanpa beban menghadapi pilkades yang akan dilakoni kali ketiga mendatang. “Saya sudah dua periode menjabat Kades Gawanan. Kalau pada pilkades yang akan datang saya menang berarti akan menjabat ketiga kalinya,” ujar dia.

Menurut dia, pada pilkades periode pertama lalu, ada enam jago yang bertarung. Periode kedua Murdiyanto melawan kotak kosong, karena ketika itu tidak ada yang mencalonkan diri selain dirinya. Saat itu perolehan suara yang berhasil dia peroleh hampir 92 persen, setara dengan 2.502 suara. Kertas suara yang rusak kira-kira 100 kertas suara dan kotak kosong mendapat 162 suara.

“Kalau perolehan suara pada pemilihan periode pertama saya lupa. Tetapi seingat saya selisih dengan yang urutan kedua sekitar 93 suara.”

Saat ini, ujar dia, warga Gawanan yang mempunyai hak pilih pada pilkades mendatang sebanyak 4.100 orang. Diharapkan seluruh warga yang masuk pada daftar pemilih tetap (DPT) menggunakan hak pilih yang mereka miliki dengan baik.

Menyinggung soal persiapan, dia akan mengikuti aturan sesuai ketentuan. Seperti imbauan dari Camat Colomadu, Yophy Eko Jatiwibowo pihaknya tak memasang tanda gambar dan juga tidak mendirikan posko pemenangan.

Kendati demikian Murdiyanto tetap membentuk tim sukses. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi. Di sisi lain pihaknya tetap akan open house seperti layaknya mereka yang mencalonkan pilkades pada umumnya. “Nanti kami tetap akan membuka pintu seperti lazimnya teman-teman yang melaksanakan pilkades. Tentu kami juga akan menerima warga yang ingin silaturahmi,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat pelaksanaan pilkades dia akan duduk di panggung di kantor balai desa meski aturannya boleh di panggung boleh tidak. "Itu tidak ada maksud lain kecuali untuk menghormati warga.

Sementara itu, istri Murdiyanto, Kikiani mengatakan dia setuju dengan keinginan suaminya. Untuk itu mereka berencana mengenakan busana tradisional saat di panggung pemilihan. Untuk itu dia akan mengenakan kebaya.

Menyinggung soal tim sukses dia mengaku akan melaksanakan bersaa-sama. “Nanti kami bareng-bareng saja termasuk markasnya juga jadi satu. Sebenarnya memang tidak ada gimana-gimana, yang penting persyaratan administrasi kami penuhi,” ujar dia.

Avatar
Editor:
Riyanta

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten